
"luh? Ngapain ada dirumah gue?" Setelah pulang dari kuliah, setibanya Radit dirumah dia dibuat kaget ketika melihat Rin yang sedang duduk manis di sofa miliknya.
"Papa Surya yang nyuruh aku buat tinggal disini mulai sekarang, tuh lihat barang-barang aku lagi dimasukin semua," balas Rin santai sambil menunjuk barang-barang bawaannya yang sedang diangkat oleh para pelayan rumah Radit menuju kamar milik Radit.
"Hah Papa Surya? Terus itu kenapa di masukin ke kamar gue hah?!" Radit kesal melihat tingkah Rin yang sudah menganggap apa yang menjadi milik nya seperti milik dia. Tapi Rin tak memperdulikan Radit, dia terus saja sibuk dengan tontonan tv yang ada di depannya.
Melihat hal itu Radit menjadi semakin marah, dia pun berjalan ke depan tv lalu mematikan tv itu.
"Astaga kak gk dirumah sekolah, dimana-mana kayaknya kakak emang selalu nyebelin banget yaa! Gini ya, papa Surya yang nyuruh aku buat manggil beliau dengan sebutan 'Papa' kan wajar soalnya aku ini menantu nya. Terus Papa Surya juga yang nyuruh para pelayan itu buat masukin barang-barang ku ke kamar itu, ya aku mana tau kalau itu kamar kak Radit." Rin menjelaskan situasi seperti apa yang ada saat ini, setelah itu dia pun merampas remote tv yang ada di tangan Radit lalu menyalakan tv itu kembali.
"Kok luh gini? Bukannya luh juga gak terima ya sama perjodohan kita? Kenapa sekarang luh malah menikmatinya?" ucap Radit dan Rin tak menggubris perkataan tersebut.
Selang beberapa lama Surya pun masuk ke dalam ruang tamu, dia juga mengatakan bahwa dia mendengar perkataan Radit dan Rin sedari tadi. Jadi dia berkata bahwa Rin dan Radit sudah sah menjadi suami istri, jadi sudah tak boleh lagi ada kata penolakan baik apa pun bentuknya.
Radit yang sempat memberontak mendengar hal itu, akhirnya terdiam dan menyudahi aksinya setelah Surya mengatakan bahwa jika Radit tak terima dengan keputusan ini, maka Surya akan mengusir nya dari rumah dan tak akan menganggap dia sebagai anaknya lagi.
Radit pun berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dan masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian, setelah itu Radit tak terlihat keluar dari kamarnya lagi. Hingga malam pun tiba.
"Kak kok bisa sih papa Surya begitu bersih keras dengan keputusan perjodohan ini? Bahkan dia sampai ngomong kata-kata tadi cuma biar kak Radit gak ngelawan lagi." Rin berbicara sambil memandangi langit-langit kamarnya dan Radit itu.
Ya saat ini hari sudah malam, Radit dan Rin pun sudah berada di kamar mereka, atau tepatnya sudah terbaring di atas ranjang mereka.
"Untuk apa kau menanyakan hal itu? Bukankah kau menikmati perjodohan ini?" ketus Radit yang sedang berbaring membelakangi Rin, mendengar hal itu Rin hanya terdiam, dia tak ingin melawan perkataan pria yang kini telah menjadi suaminya itu. Hingga akhirnya kesunyian membuat mereka berdua tertidur.
......................
"Sayang, mulai sekarang kamu pulang dan pergi ke kampus barang Radit ya." Surya mengantar Rin menuju ke depan rumah, tepat di depan pintu rumah mewah itu pun sudah terparkir mobil milik Radit.
"Tapi pa kalau orang lain curiga gimana?" sahut Rin yang berpikir tentang hubungan rahasia pernikahan mereka, jika banyak orang yang melihat Radit dan Rin sedekat ini, bukankah mereka akan curiga?
__ADS_1
"Kalian kan bisa tinggal bilang saja kalau kalian berpacaran, wajar kan kalau orang yang berpacaran mengantar jemput kekasih nya?" balas Surya sambil tersenyum dan Rin pun mengangguk.
Lalu tiba-tiba saja Radit yang sudah tak sabar menunggu berteriak meminta agar Rin cepat masuk, mendengar hal itu Rin langsung berpamitan kepada Surya dan pergi menuju kampusnya.
"Kalau belum ada yang menanyakan maka biarkan saja, tapi jika memang sudah ada yang curiga maka cukup katakan apa yang papa bilang tadi." Sambil menyetir mobilnya menuju kampus Radit terus saja berbicara tentang aturan, dan juga jarak yang harus mereka penuhi agar tak membuat orang lain curiga.
Sekitar 20 menit telah berlalu, dan kini mobil Radit telah memasuki kampusnya. Sama seperti biasanya setiap kali mobil mahalnya Radit itu memasuki kampus, sontak seluruh mata tertuju padanya. Banyak orang yang akan menanti saat-saat Radit keluar dari mobil tersebut.
Radit pun memarkirkan mobilnya itu dan turun bersamaan dengan Rin, melihat hal tersebut sontak mata-mata yang ingin tertuju kepada Radit malah beralih melihat Rin.
Rin yang tak terbiasa dilihat oleh banyak orang akhirnya merasa risih dan pergi berlalu terlebih dahulu meninggalkan Radit.
Sementara Radit masih kesusahan untuk melangkah karena malah semakin banyak orang yang ingin mendekatinya, karena berniat untuk menanyakan apa yang Rin lakukan di mobilnya.
"Minggir!" teriak Radit yang sudah kesal, teriakan keras itu pun membuat orang-orang yang ada disekitarnya langsung memberikan jalan untuk dirinya.
"Kok bisa sih Rin datang sama Radit?"
"Kak Radit sama Rin ada apa sebenarnya?"
Begitu banyak orang yang membicarakan tentang fenomena langka yang ada di depan mereka, bahkan Saskia yang sudah sangat lama mengenal Radit belum bisa untuk menduduki mobil milik pangeran kampus itu.
Tapi Radit tak memperdulikan omongan orang-orang, dia terus berjalan menuju ruangan kelasnya.
"Radit, katanya ada anak sultan baru loh yang mau jadi mahasiswa disini! Katanya sih dia murid dari pertukaran pelajar. Kira-kira dia bakal jadi saingan loh gak ya?" Seorang laki-laki menghampiri Radit dan bertindak layaknya teman yang sudah akrab, orang itu pun berbicara sambil merangkul Radit.
Nama pria itu adalah Fathur, sebenarnya dia dan Radit emang sudah sedekat itu. Fathur adalah temannya Radit semasa SMP, SMA, Bahkan sampai kuliah saat ini.
Tapi mungkin karena sifat Radit yang dingin dan tak peduli dengan sekitar membuat mereka seperti orang asing, tapi tetap saja diantara yang lainnya cuma Fathur lah yang berani merangkul si harimau itu. Radit pun tak melawan atau menolak saat Fathur merangkul nya.
__ADS_1
"Ayo semuanya duduk di tempat masing-masing," ucap seorang dosen yang masuk ke dalam ruang kelas itu.
Mendengar suara dosen yang akan mengajar mereka, mereka pun dengan cepat dan tertib langsung duduk ke meja mereka masing-masing.
Beberapa saat kemudian dosen tersebut terlihat memanggil seseorang dari luar dan tak selang beberapa lama orang yang dipanggil oleh dosen tersebut pun masuk ke dalam kelas itu.
"Halo nama saya Alex Sufiks, Ayah saya adalah orang Turki asli, itu sebabnya Sufiks menjadi nama belakang saya. Dan selama ini saya menempuh pendidikan di Turki. Saya harap kita dapat berteman dengan baik," ucap pria yang baru masuk itu setelah si dosen mempersilahkan dirinya untuk memperkenalkan diri.
Dosen tersebut pun menyuruh mahasiswa baru yang bernama Alex itu untuk duduk di salah satu meja kosong yang letaknya berada tepat di depan meja Radit. Setelah itu kelas pun dimulai.
......................
TTTEEEENNNGGGGG....
Bel tanda berakhirnya kuliah pun berbunyi, semua murid berlari keluar setelah melewati hari panjang mereka untuk belajar di kampus.
Rin juga langsung keluar dari kelasnya setelah pelajaran selesai untuk menuju ke tempat parkiran, sesampainya di sana terlihatlah Radit yang sudah menunggunya sedari tadi.
Rin melangkahkan kakinya semakin dekat menuju tempat terparkir nya mobil Radit itu, tapi tiba-tiba saja seseorang tak sengaja menabrak nya membuat beberapa buku yang dia pegang terjatuh.
"Ah astaga maaf," ucap orang yang menabrak Rin tersebut sembari membantu Rin mengambilkan buku-bukunya yang terjatuh.
"Tidak apa-apa."
"Tunggu, kak Alex?!" teriak Rin tiba-tiba saja setelah orang yang menabraknya itu mendongak kan kepalanya, membuat wajahnya terlihat begitu jelas. Ya orang tersebut adalah Alex, si mahasiswa baru itu.
"Rin? Astaga ternyata kamu kuliah disini?" balas Alex setelah mengamati siapa wanita yang mengenalnya itu. Rin pun membalas pertanyaan Alex, hingga membuat percakapan yang lumayan panjang antara mereka.
Tanpa Rin sadari Radit yang menunggu di parkiran terus melihat nya berbincang akrab dengan Alex, wajah Radit pun yang awalnya dingin tiba-tiba berubah menjadi marah.
__ADS_1
Dengan tidak sabaran Radit menghampiri Rin, dan juga Alex yang sedang mengobrol itu, lalu kemudian Radit menarik Rin untuk masuk ke dalam mobilnya.
Tak bisa berkata banyak, Rin hanya berteriak mengucap kan selamat tinggal kepada Alex saat Radit terus menariknya.