Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 38. Mahasiswi Baru


__ADS_3

Saat ini Rin dan Radit sedang berada di dalam mobil untuk menuju ke kampus mereka, karena mereka bergadang kemarin malam, jadi hari ini mereka bangun kesiangan, dan akhirnya menjadi sangat mepet untuk berangkat ke sekolah.


Sekitar 17 menit lagi jadwal pelajaran Rin dan Radit akan dimulai, sementara mereka masih memerlukan waktu sekitar 15 menit lagi untuk sampai ke kampus mereka.


Meski mereka bisa sampai ke kampus 2 menit sebelum jam pembelajaran mereka dimulai, tapi tetap saja mereka berdua merasa takut jika akan terlambat, terlebih lagi dosen yang mengajar di kelas Radit kali ini adalah dosen killer.


"Sayang, kata Gita hari ini dia lihat ada mahasiswi baru, cantik, dan mukanya kayak orang Jepang, mungkinkah itu si Sora?" Tanya Rin sembari melihat hp nya yang berisi pesan dari Gita itu.


"Aku kurang tau juga, aku bahkan gak tau kenapa dia kembali ke Indonesia," Balas Radit yang masih sangat fokus untuk mengebut.


"Kalau benar itu si Sora, awas aja ya kamu dekat-dekat sama dia!" Seru Rin memberikan peringatan sebelum hal yang tak diinginkan terjadi, dengan cepat Radit pun mengangguk.


"Lagi pula dia kan tidak akan sekelas dengan ku karena kami berada di angkatan yang berbeda, jadi kalau pun dialah mahasiswi baru itu, aku dan Sora akan sangat jarang bertemu," Jelas Radit.


Rin menggaruk kepalanya yang sedikit gatal itu, kemudian matanya yang melihat ponsel miliknya sedari tadi beralih melihat jalan raya di depannya.


"Memangnya umur Sora sekarang berapa?" Tanya Rin yang sedikit penasaran. "20 tahun."


"Hah? Tunggu! itu berarti aku sama dia beda 1 tahun aja dong, dan yang lebih mengejutkan lagi, Kak Radit menyatakan perasaan sama anak umur 3 tahun? Suka sama Bocil dong? Hahahaha ....," Ucap Rin diiringi dengan tawa yang terbahak-bahak.


"Yakan umurku juga 5 tahun waktu itu, sama-sama bocil kan? Udah deh Rin ketawa kamu ngeri tau!" Balas Radit membenarkan dirinya yang malah mendapatkan pukulan dari Rin yang marah karena tawanya dibilang mengerikan.


......................


"Ohayou gozaimasu! Namaku adalah Akira Sora, kalian semua bisa memanggil ku dengan sebutan Sora. Hobby ku shopping, dan aku adalah anak blesteran Jepang-Indonesia, yoroshiku onegai shimasu!" Ucap seorang wanita memperkenalkan dirinya di depan teman sekelasnya yang baru.

__ADS_1


Wanita cantik berwajah khas Jepangnya, dengan pakaian yang sangat modis, juga tinggi yang ideal membuat semua pria di kelas itu terpukau saat melihatnya.


"Hai juga Sora!" Balas seluruh mahasiswa/i di kelas itu, kecuali satu orang wanita yang tak balik menyapa Sora karena dia sangat kaget.


"Apa yang si Sora itu lakukan disini?! Mengapa dia bisa sekelas denganku?!" Gumam seorang wanita yang tak lain adalah Rin.


Kini Rin benar-benar dibuat bingung sekaligus kaget, bukankah umur Sora satu tahun diatas dirinya? Lalu mengapa mereka bisa berada di semester yang sama?


"Baik semuanya, Sora ini juga salah satu mahasiswi dari program perpindahan pelajar ya, ibu harap kalian dapat berteman dengan baik," Ucap dosen yang saat ini mengajar di kelas Rin.


Mata dosen itu melihat sekeliling kelas, mencoba mencari keberadaan kursi yang kosong, hingga akhirnya dia menemukan satu.


"Sora, silahkan duduk di kursi kosong yang ada disana ya!" Ucap dosen itu sembari menunjuk sebuah kursi kosong yang letaknya persis di belakang Rin.


Dari depan kelas, dia melangkah satu demi satu secara perlahan untuk menuju ke kursinya tersebut, dan saat dia sudah berdiri tepat di sebelah Rin, Sora menghentikan langkah kakinya, memandang Rin sekilas kemudian kembali menatap ke depan.


"Ternyata kita bisa sekelas ya," Gumam Sora sangat pelan dan mungkin hanya Rin yang dapat mendengarnya, setelah itu Sora melanjutkan langkah kakinya menuju kursi kosong tersebut.


Beberapa saat setelah itu dosen pun memulai pelajaran, semua mahasiswa/i mengikuti pelajaran dengan tertib dan baik.


Hingga akhirnya 3 jam berlalu, dosen itu keluar dari kelas tersebut setelah selesai memberikan pelajarannya.


Tak lama setelah itu hampir seluruh mahasiswa/i di dalam kelas tersebut berhamburan keluar.


Sisanya tetap berada di dalam kelas, ada yang melanjutkan belajar mandiri, ada juga yang tetap stay karena mager untuk keluar, dan Rin juga teman-temannya termasuk kedalam orang-orang yang mager itu.

__ADS_1


"Hai kamu, kamu cewek yang kemarin di RSJ itu kan?" Tanya Sora dengan nada angkuh saat dia sudah berdiri tepat di samping Rin yang masih duduk di kursinya.


"Iya," Balas Rin singkat dan sangat dingin, dia juga menjawab itu tanpa melirik Sora sama sekali.


Mendengar si anak baru yang berbincang dengan teman mereka, Gita, Sofia, dan Putri pun mendekat untuk mendengar pembicaraan antara Rin dan Sora.


"RSJ? Rin ngapain luh ke RSJ? Luh udah gila Rin makanya kesana?" Ucap Gita yang tiba-tiba saja langsung ikut masuk ke dalam pembicaraan.


"Isshh ... Gak sopan banget! Dia teman luh Rin? Gue pikir karena luh dekat sama Radit jadi luh sekelas sama gue, mungkin kita sekelas, tapi teman luh ini gak banget! Euuhh!" Seru Sora dengan wajah jijiknya saat dia melihat Gita.


Rin yang geram berdiri dari duduknya, "Sekelas? Loh memang sekarang kita sekelas kan? Gue dan teman-teman gue anak lama di kelas ini, dan loh anak barunya. Jadi tolong jaga mulut loh!"


"Hah? Ih gak banget deh! Ternyata luh juga gak sekelas sama gue, ternyata luh berada ditingkat di bawah gue, gue sekarang bingung kenapa Radit bisa dekat sama luh ya? Atau mungkin...," Balas Sora yang kemudian menggantungkan kalimatnya itu.


"Atau mungkin apa? Ingat ya Akira Sora!! Luh mungkin memang cinta pertama Kak Radit, tapi gue pacarnya sekarang! Gue orang pertama, dan satu-satunya yang bisa mencairkan Kak Radit yang dingin! Jadi luh gak usah dekat-dekat lagi sama pacar gue!!" Ucap Rin dengan penuh penegasan di setiap kata-katanya.


Rin yang menahan emosinya sedari tadi karena kembali melihat wanita yang telah membuatnya cemburu, akhirnya dapat mengeluarkan semua emosinya tersebut.


"Pacar Radit? Cihh ... Luh pikir gue bakal percaya gitu? Radit mau pacaran sama orang kayak luh? Mimpi!" Balas Sora yang ikut-ikutan kesal.


Rin yang sudah puas dengan kata-katanya tadi tidak ingin melanjutkan pertengkaran tersebut, dia pun kembali duduk dan mengabaikan Sora yang kesal dan terus mengomel itu.


Melihat hal tersebut membuat Sora semakin marah, dia mengepal tangannya dengan kuat, "Nama luh Rin kan? Luh dengar apa yang gue bilang gak sih? Gak usah mimpi jadi orang!" Seru Sora namun lagi-lagi diabaikan oleh Rin.


Sora menjadi semakin kesal, tanpa ragu dia mengangkat tangannya untuk menampar Rin, namun saat tangannya tinggal beberapa centimeter saja dari Wajah Rin, ada seseorang yang menahan tangan Sora, hingga membuat tangan itu tak bisa menyakiti Rin, bahkan untuk menyentuhnya saja tidak.

__ADS_1


__ADS_2