Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 47. Pertengkaran 2 Orang Sejenis


__ADS_3

Beberapa menit setelah rapat selesai, semua orang pun sudah terlihat meninggalkan gedung tempat mereka melaksanakan rapat tersebut.


Alex dan Saskia pun juga sudah pulang terlebih dahulu meninggalkan Rin, karena supir mereka yang sudah menjemput.


Sementara Rin masih tetap berada disana karena saat dia keluar dari tempat rapat, Mr.Max menghentikannya dan mengatakan ingin berbicara sebentar.


Jadi saat ini Rin sedang menunggu Mr.Max di depan pintu keluar gedung tersebut.


"Mengapa Mr.Max lama sekali?" gumam Rin karena telah lelah menunggu. Semua orang yang mengikuti rapat itu pun juga telah berlalu lalang didepan Rin untuk pulang, membuatnya juga ingin segera pulang.


Tadi Mr.Max mengatakan akan segera keluar dan menghampiri Rin saat urusannya dengan Agus di ruang rapat tadi telah selesai, namun sudah hampir 20 menit Rin menunggu, Mr.Max belum kunjung tiba juga.


Rin menunggu dengan menyilang kan kedua tangannya, dan meletakkan kaki depannya sedikit di depan kaki kirinya.


Mata Rin pun tak berhenti-henti nya bergerak untuk mencari keberadaan Mr.Max sekaligus melihat-lihat para perwakilan perusahaan yang lewat di depannya.


"Huft..." Rin menghela berat napasnya.


"Sorry for making you wait so long Miss Rin," Suara Mr.Max yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Rin pun langsung membuat Rin membalikan badannya. (Maaf karena telah membuat anda menunggu terlalu lama nona Rin.)


"Ahh ... It's fine Mr.Max, but exactly what did you want to talk to me about?" ucap Rin saat dirinya sudah menghadap ke Mr.Max. (Ahh ... Tidak apa-apa Mr Max, tapi sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?)


"Do you want to go to the hospital where Radit is currently being treated?" tanya Mr.Max, mendengar hal itu Rin pun dibuat sedikit kaget. (Apakah kamu ingin pergi ke RS tempat Radit saat ini dirawat?)


"Do you know about Radit being treated?" balas Rin yang juga dengan pertanyaan karena dia bingung, Mr.Max membalas pertanyaan itu dengan anggukan. (Apa anda tau tentang Radit yang dirawat?)


"I also know why Radit is in the hospital at the moment," ucap Mr.Max dan membuat Rin semakin kaget. (Saya juga tau alasan Radit berada di rumah sakit saat ini,)

__ADS_1


"How do you know about it Mr.Max?" tanya Rin lagi. (Bagaimana Anda tahu tentang itu Mr.Max?)


"Maxert Company has been working with a company owned by the Surya family for a very long time. I also said that Mr. Surya was an old friend of mine when I was studying in London, right? So I already know very well about Radit's disease," balas Mr.Max menjelaskan.


(Maxert Company sudah sangat lama menjalin kerja sama dengan perusahaan milik keluarga Surya, saya juga sudah mengatakan bukan kalau Pak Surya adalah teman lama saya saat berkuliah di London? Jadi saya sudah tau betul mengenai penyakit Radit,)


"So, may I follow your car from behind? Because I also want to see Radit, but I don't know which hospital he is being treated at," lanjut Mr.Max.


(Jadi, apa saya boleh mengikuti mobil anda dari belakang? Karena saya juga ingin menjenguk Radit, namun saya belum tau di rumah sakit mana dia dirawat)


"Of course sir, all right then we're leaving now?" balas Rin dan kembali bertanya, Mr.Max pun membalasnya dengan anggukan kepala. (Tentu saja pak, baik kalau begitu kita langsung berangkat sekarang?)


Setelah itu Rin pun segera ke parkiran tempat mobilnya berada, sementara Mr.Max langsung masuk ke dalam mobilnya yang sudah berada tepat di teras depan pintu keluar.


Saat mobil Rin sudah berjalan, mobil Mr.Max yang dikendarai oleh Agus pun mengikutinya dari belakang.


Disisi lain, saat perbincangan antara Rin dan Mr.Max tadi, ternyata ada dua orang yang menguping pembicaraan mereka.


"Radit dirawat di rumah sakit? Apa maksudnya?" tanya Sora yang ternyata merupakan orang yang menguping pembicaraan antara Rin dan Mr.Max.


"Ya mana gue tau, luh pikir gue bapaknya?" sahut pria yang berdiri di sebelahnya, pria sombong yang suka mencari gara-gara, siapa lagi kalau bukan Gara?


"Ya nanya sama luh siapa bego?!" seru Sora dengan nada ngegas namun masih pelan agar tidak ketahuan.


"Shut!!" Gara meletakkan satu jarinya di depan hidungnya untuk menyuruh Sora diam. "Suara luh besar banget, dasar cempreng!"


Mendengar Gara yang mengejeknya dengan kata "cempreng" Sora pun langsung marah, dia mengepal kedua tangannya, mulutnya terbuka karena ingin memarahi Gara dengan suara besar yang Gara sebut "cempreng" itu.

__ADS_1


"Da—" baru saja Sora mengeluarkan satu kosa kata, dengan cepat Gara langsung menutup mulut Sora.


Saat ini posisi mereka pun menjadi semakin dekat dari sebelumnya, Gara mendekap Sora dengan kedua tangannya yang menutup mulut wanita itu.


"Kalau luh teriak, kita bisa ketahuan! Luh mau dapat masalah apa?!" seru Gara dengan nada marah namun suara yang amat pelan.


Gara menatap tajam mata Sora yang kini dia dekap itu, Sora yang diomeli oleh Gara pun membalas tatapan tajam tersebut.


Dag ... Dig ... Dug


Sora dan Gara saling menatap cukup lama, tatapan yang awalnya mematikan kini berubah menjadi tatapan yang sulit diartikan.


"Ish... Lepasin gue!!" ucap Sora dengan marah saat Gara lengah dan melonggarkan tangannya yang menutup mulut Sora.


Gara yang sedari tadi bengong pun langsung kembali ke alam sadarnya, dengan cepat dia melepas dekapannya itu, dan dengan sama cepatnya juga Sora langsung menjauh.


Beberapa detik kemudian mereka berdua kembali memperhatikan Rin yang sedang berbicara dengan Mr.Max, mereka pun juga kembali menguping pembicaraan antara Rin dan Mr.Max.


"Eh ... Eh! Mereka pergi, mereka pergi! Ayo cepat kita buntuti!" ucap Sora saat melihat Rin yang sudah meninggalkan pintu keluar, dan Mr.Max yang sudah masuk ke mobilnya.


Dengan cepat Sora dan Gara pun berlari, lalu pergi ke parkiran untuk mengejar Rin dan Mr.Max menggunakan mobil mereka.


"Luh ngapain?!" teriak Gara kesal saat tau Sora tiba-tiba saja masuk ke dalam mobilnya, lalu duduk disampingnya.


Sora menatap Gara dengan tajam, sekaligus dengan pandangan remeh, "Luh mau buntuti mereka pakai mobil masing-masing? Ya ketahuan lah bego! Luh ya emang begonya gak ketolongan!"


"Bising luh mak lampir! Kalau luh gak diem, gue turunin luh sekarang!" kesal Gara, dan dengan seketika Sora langsung diam mendengar hal tersebut.

__ADS_1


Setelah sudah puas bertengkar untuk saat ini, Gara pun segera menancapkan gasnya untuk mengejar mobil Rin dan Mr.Max yang sudah lebih dulu pergi berlalu.


__ADS_2