Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 23. Surel Dari Teman SMP


__ADS_3

...****************...


Halo teman-teman, ini aku Riskaya teman semasa SMP kalian. Masih ingat? kita udah lama banget gak ketemu, jadi mungkin udah pada lupa kali ya.


Jadi sebenarnya aku mau mengundang kalian semua untuk datang ke acara pesta reuni yang aku adakan di Hotel Gran Melia besok jam 3 sore.


Ku harap kalian semua bisa datang ya, kalian juga boleh bawak pacar kalian loh, hehe.


Aku tunggu kehadiran kalian semua...


^^^-Riskaya Ayu^^^


...****************...


"Apa itu sayang?" Tanya Radit ketika melihat Rin yang sedang sibuk membaca sebuah surel di laptop nya.


"Dari teman SMP ku, dia mengajak ku untuk datang ke acara reuni yang dia adakan besok" jawab Rin dengan mata yang masih sibuk melihat laptopnya itu.


"Kau akan datang bukan?" tanya Radit lagi sembari duduk di sebelah Rin.


Rin pun menjawab bahwa dia sebenarnya bingung, karena besok Radit masih memiliki jadwal terapi. Dia tidak tau dimana letaknya hotel yang dimaksud oleh Riska itu, jika jauh dari RS Medistra Jakarta, maka akan sulit untuknya bisa datang. Jadi, di satu sisi dia tidak bisa karena harus mementingkan terapi Radit, namun di satu sisi lagi dia ingin datang dan bertemu dengan teman-teman lamanya.


"Hmm...Memangnya di hotel mana kalian akan melakukan reuni?" tanya Radit setelah mendengarkan penjelasan dari istrinya itu.


"Gran Melia" jawab Rin singkat.


Disaat wajah Rin terlihat murung, wajah Radit justru terlihat menjadi senang ketika mendengar jawaban Rin itu. "Astaga Rin, Hotel Gran Melia Jakarta itu jaraknya gak nyampe 1 kilometer dari RS Medistra Jakarta" seru Radit dengan tawa kecil. "Apa?!" balas Rin kaget tak percaya.


Radit membalasnya dengan senyum juga anggukan kecil, "jadi besok kita kesana bareng ya?" lanjut Radit, dan Rin langsung mengiyakan dengan semangat.

__ADS_1


Setelah masalahnya terpecahkan, Rin pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, karena ini adalah hari keduanya Radit untuk menjalankan terapi.


Radit yang sudah siap dari tadi pun menunggu Rin sambil memainkan game di ponselnya.


......................


"Baiklah sudah siap" seru dokter Firmansyah setelah sekitar 10 menit Radit berada di mesin IMRT. Dokter Firmansyah pun mempersilahkan Radit untuk keluar dari mesin itu dan duduk di kursi yang ada di depan mejanya.


"untuk hasil terapi hari kedua ini berjalan dengan baik. Bagaimana Radit, apa ada gejala samping nya setelah selesai terapi kemarin?" ucap Dokter Firmansyah, dan kemudian bertanya.


"Hanya ada sedikit pusing saat ingin tidur, Dok. Namun setelah itu tak ada gejala yang lainnya lagi" jawab Radit dengan wajah yang seperti sedang mengingat apakah ada gejala samping yang terjadi kemarin saat dia pulang dari RS.


"Syukurlah kalau begitu, jika memang nanti ada gejala yang lebih serius lagi selama kamu melakukan terapi ini, maka segera beritahu saya. Untuk sekarang semuanya berjalan dengan lancar, kondisi kamu juga sudah mulai membaik dari hari-hari sebelumnya. Dan satu lagi, tolong jaga diri kamu sendiri agar tidak kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Kamu tau kan, itu akan bisa membuat kondisi kamu drop? sudah berapa kali kamu mengalaminya, jadi jangan sampai terjadi lagi" jelas dokter Firmansyah panjang lebar sembari memberi nasihat kepada Radit dengan nada yang tegas agar Radit mematuhinya.


Radit pun membalasnya dengan anggukan, kemudian berterima kasih kepada dokter Firmansyah diikuti oleh Rin.


kuukuukuuk...


Baru saja beberapa saat mereka berdua berjalan keluar dari rumah sakit, tiba-tiba saja suara aneh penanda bahwa Rin menerima surel baru, berbunyi.


...****************...


Halo guys! Aduh maaf banget aku lupa kasih tau kalian. Untuk pesta reuni besok aku udah nentuin dress code untuk kita pakai.


Jadi untuk yang cewek, dress code nya adalah warna ungu dan putih. Lalu cowok adalah warna biru dan hitam.


Okey deh segitu aja, jangan sampai salah yaa!¡


^^^-Riskaya Ayu^^^

__ADS_1


...****************...


"Kalau gitu, ayok ikut aku!" ucap Radit sembari menarik pelan tangan Rin, setelah dia selesai membaca surel yang baru saja Rin terima itu.


"ehh..kemana sayang?" tanya Rin yang bingung, tapi Radit tak menjawab pertanyaan nya itu, Rin pun hanya bisa mengikuti Radit dengan pasrah tanpa tau kemana dirinya akan dibawa oleh suaminya itu.


Mereka meninggalkan rumah sakit itu tanpa menggunakan mobil mereka, hal ini membuat Rin semakin bingung, kemana mereka akan pergi tanpa mobil?


Hingga akhirnya setelah beberapa saat berjalan, mereka pun sampai di depan sebuah butik. Radit langsung menarik kembali tangan Rin untuk memasuki butik tersebut.


"Tuan muda Radit?" ucap seseorang yang terlihat begitu kaget saat Radit dan Rin memasuki butik itu, bukan hanya orang itu yang kaget, namun semua orang yang ada disana pun ikut melongo saat melihat Radit.


"hah?" gumam Rin yang masih bingung, kenapa suaminya bisa disebut dengan "tuan muda"?


"Ya ampun, ini benar anda tuan? sudah sangat lama sekali anda tidak datang kemari" lanjut orang yang tadi dengan begitu kegirangan, Radit pun tersenyum mendengar akan hal itu.


"Hmm...Radit maksudnya apa sih? aduh makin pusing aja aku" sahut Rin dengan nada yang kesal, karena dari tadi Radit terus saja menambah tanda tanya di kepala Rin tanpa mau memberikan jawaban.


Radit pun akhirnya menjelaskan kepada Rin, bahwa butik yang saat ini mereka datangi adalah milik keluarga Surya. Radit sudah lama tidak pernah datang kesana, terakhir kali dia datang ke butik itu adalah saat mamanya masih hidup. Saat mamanya sudah pergi, Radit tak pernah mau lagi datang kesana. Salah satu alasannya adalah karena Radit menjadi tak suka memakai atau menggunakan hal-hal yang terlalu mewah dan mahal semenjak mamanya pergi.


Radit juga mengatakan, bahwa tujuan dia mengajak Rin datang ke butik ini sekarang adalah untuk memilih baju yang sesuai dengan dress code untuk pesta reuni Rin besok.


"kamu tak mempunyai baju berwarna ungu-putih bukan? baju ku pun juga tidak ada" ucap Radit.


Setelah penjelasan dari Radit itu, Rin pun mengerti. Lalu setelah itu, para pekerja di butik tersebut mempersilakan Rin juga Radit untuk melihat isi-isi butik dan memilih baju yang mereka inginkan.


Di dalam butik itu ada begitu banyak baju yang bagus, sehingga tak perlu waktu lama untuk Rin dan Radit dapat menemukan baju yang mereka inginkan. Setelah sekitar 15 menit mereka berada di butik itu, akhirnya mereka telah memutuskan baju yang akan mereka ambil.


Sebuah pasang baju couple dengan warna yang benar-benar sesuai dengan dress code untuk pesta besok. Entah ini keajaiban atau apa, tapi bisa-bisanya ada hal yang begitu pas seperti ini. Penanggung jawab dari butik itu pun mengatakan, bahwa pakaian couple yang Radit dan Rin pilih baru dimasukkan ke butik mereka tadi malam. Jadi seolah-olah baju itu memang diperuntukkan untuk Rin dan Radit.

__ADS_1


__ADS_2