Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 24. Awal Pesta Reuni


__ADS_3

Esok hari pun tiba, seperti biasanya setiap pagi Rin dan Radit akan terlihat begitu sibuk untuk mempersiapkan diri mereka pergi ke kampus.


"Sayang, sekalian bawak bajunya ya, biar dari rumah sakit kita langsung ganti" teriak Rin dari luar kamar.


Kali ini Rin sudah terlebih dahulu siap untuk pergi ke kampus, jadi gantian lah Radit yang terakhir berada di kamar. Rin pun juga sudah terlebih dahulu memasukkan bajunya untuk pesta reuni nanti ke dalam tas miliknya.


Beberapa menit setelah itu, Radit yang sudah selesai pun keluar. "Ayo berangkat!" Serunya.


"Eh tunggu, gak sarapan dulu?" Tanya Rin sembari terus berjalan mengikuti langkah cepat Radit. "Kita beli di luar saja" balas Radit cepat.


Rin tak mengerti, namun dia tetap mengikuti Radit. Mereka yang biasanya selalu sarapan di rumah sebelum berangkat ke kampus, kini malah melewatkan bagian sarapan di rumah tersebut, hingga membuat mereka berangkat lebih awal dari biasanya.


"Kak mau beli sarapan dimana emangnya? Kantin kampus?" Tanya Rin yang masih bingung saat mereka sedang berada di dalam mobil menuju kampus.


"Hmm..kita akan membeli sarapan dari seorang wanita yang ku kenal" jawab Radit. Bukannya mengerti, wajah Rin justru dibuat semakin terlihat bingung, wajah bingung nya itu juga bercampur dengan wajah yang terlihat kesal.


"Seorang wanita? Apa maksudnya? Apa ini awal dari perselingkuhan? Seorang suami meninggalkan istrinya karena masih tidak bisa lupa dengan wanita penjual sarapan, apa itu yang akan menjadi judul percintaan dalam hidupku?" Ucap Rin dalam hati, dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


Saat pikiran Rin masih penuh dengan semua pertanyaan itu, tiba-tiba saja Radit menginjak rem mobilnya dengan cukup mendadak, sehingga membuat Rin langsung kembali ke alam sadarnya.


"Itu dia!" Seru Radit saat berhenti, dengan sangat cepat dia pun langsung melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobilnya itu.


Rin juga segera menyusul Radit. "Mengapa seorang nenek-nenek?" Gumam Rin yang bingung ketika melihat Radit menghampiri seorang nenek yang sepertinya adalah penjual sarapan keliling.


Nenek itu menjual sarapan pagi seperti lontong, pecel, nasi kuning, nasi lemak, dan beberapa menu yang lainnya lagi, menggunakan sebuah gerobak.

__ADS_1


"Nek, aku pesan lontong nya 1 ya" Seru Radit kepada sang nenek, nenek itu pun berhenti mendorong gerobaknya saat mendengar suara Radit tersebut.


"Sayang, kamu ingin apa?" Tanya Radit dan Rin spontan langsung menjawab "nasi kuning" meski pikiran nya masih bingung.


Radit pun kembali mengatakan kepada sang nenek bahwa dia juga memesan satu nasi kuning, dengan sangat cekatan nenek itu membuatkan apa yang Radit pesan.


"Radit..." Lirih Rin dengan nada seolah-olah ingin meminta penjelasan dari suaminya itu.


"Hehe maaf aku gak kasih tau kamu dulu tadi. Jadi sebenarnya, dulu sebelum kita ketemu aku sering banget lebih memilih untuk sarapan di luar dibandingkan untuk sarapan di rumah. Karena setiap kali sarapan sama Papa, Papa bakal langsung ngebahas Mama. Dan nenek ini menjadi salah satu langganan aku, selain makanan nenek ini sangat enak, semangat neneknya dalam mencari uang juga benar-benar sangat aku kagumi. Ya jadi udah cukup lama banget Aku nggak beli sarapan di luar lagi, semenjak kamu buat aku jadi mau lagi untuk berhubungan dengan semua hal tentang Mama." jawab Radit menjelaskan panjang lebar dengan suara yang cukup kecil hingga hanya Rin yang dapat mendengarnya, karena jarak mereka dengan si nenek cukup jauh.


"Isshh kamu ini! Kenapa tidak bilang dari tadi hah? Kan aku jadi mikir yang nggak-nggak, astaga" ucap Rin merespon dengan kesal, sementara Radit hanya tertawa kecil mendengarnya.


Hingga beberapa saat kemudian sarapan mereka berdua pun telah siap dan telah dibungkus oleh si nenek. Nenek itu menyerahkan kantong plastik berisi makanan Rin dan Radit, Radit pun mengambilnya sembari memberikan uang.


"Loh, Nak Radit ternyata? Astaga maaf nenek tidak lihat tadi" seru nenek itu saat akhirnya wajah dia menatap Radit cukup lama. Memang, sedari tadi si nenek terlalu fokus untuk membuatkan sarapan yang Radit pesan, hingga membuatnya belum sempat untuk melihat wajah Radit.


"Sudah lama tidak ketemu, sekarang sudah tidak sendiri lagi Nak?" Goda si nenek saat menyadari bahwa kini Radit juga bersama Rin.


"Es kutub nya sudah dicairkan nek, sama cewek yang suka meletus kayak gunung berapi, hawa panasnya aja udah buat meleleh, apa lagi pas setiap meletus, lava nya kemana" seru Radit lagi disertai dengan tawa, nenek tersebut pun juga ikut tertawa mendengar jawaban yang cukup lucu dari Radit itu.


"Aku di cuekin, gak di anggap, dilupain, liat suami aku ngobrol sama cewek lain, tapi kok aku gak cemburu ya?" Ucap Rin di dalam hatinya, tanpa sadar dia pun tersenyum.


Radit dan si nenek melanjutkan pembicaraan mereka selama 5 menit, dengan Rin yang masih terlupakan. Setelah itu Radit pun pamit kepada si nenek untuk pergi ke kampus diikuti oleh Rin.


......................

__ADS_1


Radit dan Rin berada di kampus mereka hingga pukul 01.00 siang, lalu saat pulang dari kampus mereka langsung pergi menuju rumah sakit.


Sekitar 30 menit Radit dan Rin berada di rumah sakit tersebut. Waktu tinggal tersisa 1 jam lagi sebelum pesta dimulai, mereka berdua pun pergi menuju kamar mandi di rumah sakit itu untuk mengganti pakaian mereka.


Setelah berganti pakaian, mereka langsung memutuskan untuk pergi ke hotel tempat pesta reuni itu dilaksanakan, setidaknya lebih baik cepat datang bukan daripada terlambat.


"Sayang aku ke kamar mandi dulu ya, belum makeup, kamu tunggu di lobby aja" ucap Rin sambil terburu-buru untuk pergi ke kamar mandi.


"Padahal dia sudah cukup cantik dengan make up naturalnya saat ingin pergi ke kampus tadi, untuk apa berdandan lebih cantik lagi?" Gumam Radit saat melihat punggung Rin yang perlahan menghilang dari pandangannya.


Setelah sekitar 10 menit Radit menunggu Rin di lobby hotel, tiba-tiba saja... "Permisi! Maaf, kamu pakai baju pas banget sama dress code pesta reuni kami, apa mungkin kamu juga alumni SMP Wijaya School yang diundang Riskaya? Mungkin aku sedikit lupa" ucap seorang gadis yang menepuk pelan punggung Radit.


Gadis itu pun juga terlihat bersama dengan gerombolan teman-temannya, mereka memakai dress dengan warna yang sangat sesuai dengan dress code pesta reuni yang di adakan oleh teman Rin itu.


"Ahh bukan, saya Radit kekasihnya Rin" jawab Radit sambil memperkenalkan dirinya. Gadis itu, begitupun dengan teman-temannya yang lain, terlihat begitu kaget mendengar jawaban dari Radit tadi.


"Rin? Rin Ayu Pramana maksudnya?" Tanya beberapa orang dari mereka secara bersamaan dan dengan nada yang seolah-olah tak percaya.


"Mmm..iya, emangnya kenapa ya?" Jawab radit lagi dan kemudian balik bertanya, karena dia juga merasa bingung mengapa teman-temannya Rin menjadi begitu kaget dan tak percaya seperti itu.


"A-anu...habisnya kan Rin itu dulu pas SMP jadi incaran banget sama cowok-cowok ganteng, Rin juga punya banyak teman cowok yang semuanya suka sama dia, ya tapi gak ada yang Rin terima karena dia bilang mau fokus belajar. Tapi nggak salah juga sih kalau Rin mau nerima kamu, habisnya gantengnya kelewatan!!" Jelas salah seorang teman SMP Rin yang lain.


"ENGGAK!! RADIT ITU BOHONG!!" Teriak Rin yang tiba-tiba saja datang dengan berlari. Ternyata beberapa detik yang lalu, Rin sudah berada di daerah yang bisa untuk mendengar suara dari penjelasan temannya itu, jadi ketika namanya sudah dibicarakan, Rin menjadi langsung panik dan berlari.


"ini curang, mengapa kekasih ku begitu banyak memiliki teman pria yang dekat dengannya, sementara aku tidak" gumam Radit yang cemburu juga kesal, dia pun mengatakan kalimatnya itu dengan nada yang mulai mendingin.

__ADS_1


"Kan, mampus gue!" Ucap Rin dalam hatinya.


__ADS_2