
Semua orang setuju untuk datang ke pesta kecil-kecilan yang diadakan oleh Rin di pantai miliknya, mulai dari Gita, Putri, Sofia, Alex, Fathur, dan bahkan Lily dan Icha yang berada di kota yang berbeda juga setuju untuk datang.
Saat menelpon Lily dan Icha tadi sebenarnya Rin sedikit khawatir jika sahabat SMA nya itu tidak bisa datang, namun pada akhirnya dia bersyukur karena ternyata kampus Lily dan Icha juga diliburkan hari ini karena para dosen melakukan darma wisata.
Setelah selesai joging beberapa waktu yang lalu, Rin langsung kembali ke kamarnya untuk mandi dan mengganti bajunya. Sementara Radit sudah diluar untuk membantu para pekerja pantai itu menyiapkan dekorasi pesta yang Rin inginkan.
Rin menginginkan pesta sederhana namun masih terlihat mewah, dia ingin mengombinasikan warna ungu, gold, juga hitam sebagai tema warna pestanya. Meja berbentuk lingkaran berukuran sedang di letakkan di tengah, dengan 9 kursi yang mengitari meja itu. Kawasan pesta itu juga akan di kelilingi oleh pita-pita, juga beberapa balon yang diledakkan di setiap sudutnya.
"Pak tolong sajikan beberapa menu yang tidak mengandung seafood ya, soalnya ada teman saya yang alergi." Ucap Radit kepada koki di pantai tersebut dengan perasaan bersalah, dan koki itu pun menjawab "iya", lalu kembali memasak.
Sebenarnya koki itu telah menyelesaikan masakannya, namun Radit malah baru ingat
kalau Fathur sangat membenci seafood sejak dia duduk di bangku SMP. Awalnya Fathur tidak alergi dengan makanan laut tersebut, tapi pada saat dia menginjak kelas satu SMP, saat dia memakan seafood di kantin sekolah, tubuh Fathur tiba-tiba saja menjadi merah, penuh ruap, dan sangat terasa gatal, sejak saat itulah Fathur yang membenci seafood muncul.
Lalu setelah dari dapur koki, Radit kembali ke pinggir pantai untuk membantu pekerja yang lain. Dia membantu menata meja, kursi, juga dekorasi yang lainnya.
Dan akhirnya setelah 20 Menit Rin berada di dalam Villa itu dia pun keluar, dia menghampiri Radit dengan wajah yang terlihat bahagia.
"Waww cepat sekali! Kalian luar biasa!" Ucap Rin memuji dengan takjub, dekorasi pesta yang ada di depannya ini memang lah dekorasi pesta yang dia inginkan, ini benar-benar sangat sesuai dengan permintaan nya tadi.
......................
Jarum pada jam telah menunjuk ke angka 11, itu berarti para teman-teman Rin dan Radit yang mereka undang akan segera datang.
"Hai Rin!!" Teriak Gita dengan heboh saat dia turun dari mobilnya, Gita terus melambaikan tangannya sembari berjalan ke arah Rin juga Radit, Rin pun membalas lambaian tangan itu.
"Apa aku terlambat?" Tanya Gita saat dia sudah berada tepat di depan Rin, Rin pun tertawa mendengarnya. "Seorang Gita terlambat untuk datang ke pesta? Itu tidak mungkin, karena dia pasti akan menjadi orang pertama yang ada di pesta itu, ya selain si pembuat pesta." Ucap Rin diiringi dengan tawa.
"Wahh aku jadi malu! Yang lain belum datang?" Balas Gita sambil tertawa kemudian kembali bertanya, Rin pun membalasnya dengan gelengan kepala.
__ADS_1
Namun beberapa detik setelah Rin menggelengkan kepalanya, ada suara klakson mobil yang membuat Rin, Gita, juga Radit langsung melihat siapa pemilik mobil tersebut.
"Kak Alex?!" Seru Rin dan Gita berbarengan dengan wajah yang berbinar saat pemilik mobil yang membunyikan klakson tadi keluar.
Berbeda dengan Rin dan Gita, Radit malah terlihat kesal dan marah karena wanitanya terlihat bahagia saat melihat pria lain selain dirinya.
"Hai Rin, Gita, dan ... Radit ya?" Ucap Alex dengan ramah pada awalnya, namun menjadi datar di kedua kata terakhirnya.
"Apa maksud loh pura-pura lupa nama gue gitu? Belagu banget loh ya! Kalau bukan karena Rin gue gak bakal mau ngajak loh kesini!!" Sahut Radit dengan penuh emosi.
"Ih! Luh pikir gue mau datang kesini karena luh? Gue datang kesini karena kedua wanita cantik ini ingin menikmati ketampanan gue ya!" Balas Alex juga dengan emosi.
"Tampan? Tampan nan gue kali! Secara gue ini pangeran kampus!" Ucap Radit lagi yang tak terima. "Itu dulu sebelum gue datang!" Seru Alex lagi yang masih terus menyahut.
Rin dan Gita hanya diam melihat kedua pria yang ada di depan mereka itu bertengkar dan terus beradu mulut, Rin diam karena akan lelah baginya untuk memisahkan kucing dan tikus yang sedang bertengkar itu, sementara Gita terdiam karena dirinya masih terpaku saat Alex menyebut dirinya wanita cantik.
"Kalian gak mau akur dulu buat hari ini?" Seru suara yang tiba-tiba muncul di antara Radit dan Alex yang masih bergelut.
Selang beberapa menit setelah Fathur datang, Sofia, Putri, Lily, dan Icha datang di waktu yang hampir berbarengan. Dengan begitu maka lengkap sudah jumlah mereka.
Setelah jumlah mereka semua telah lengkap, Rin pun membawa mereka semua untuk pergi menuju ke titik tempat pesta.
"Rin ini bagus banget!" Seru Lily yang takjub saat melihat dekorasi pesta tersebut, semuanya pun menyahut dan mengatakan hal yang serupa.
"Hehe terimakasih, ini semua kak Radit sama para pekerja disini loh yang buat." Balas Rin.
"Gak nyangka ternyata loh bisa juga nyiapin kayak beginian!" Goda Fathur sambil merangkul Radit, tapi Radit hanya diam dan tak merespon.
"Hmm ... Baiklah, untuk memulai pesta bagaimana jika kita main TOD dulu?" Tanya Rin saat semuanya sudah duduk di kursi masing-masing.
__ADS_1
"Setuju!" Sahut yang lainnya berbarengan.
Rin pun meletakkan sebuah botol kaca di atas meja yang masih kosong dan belum ada makanan itu, kemudian dia memutarnya.
Botol itu berputar dengan cepat, lalu lama kelamaan melambat, dan akhirnya berhenti tepat mengarah ke Sofia.
"Wah Sofia kena!"
"Truth or Dare?"
"Ya kena pertama, yaudah deh Dare aja!" Jawab Sofia dan kemudian memilih Dare, Fathur langsung mengangkat tangannya karena ingin memberikan dare ke pada Sofia, yang lainnya pun setuju.
"Kalau gitu coba sekarang teriak nama crush kamu!" Seru Fathur, yang lainnya tertawa sementara Sofia terlihat malu.
"Bukan Sofia namanya kalau tidak mau menerima semua tantangan!" Gumam Sofia meyakinkan dirinya. "ADAM!!!" Lanjut Sofia berteriak dengan sangat keras.
Semua yang mendengarnya pun kaget, Sofia begitu berani melakukan hal seperti itu ternyata.
"Adam anak semester 3 jurusan hukum itu?!" Tanya Gita yang sedikit kaget dan tak percaya. Sofia pun membalasnya dengan anggukan.
"Wah Sofia! Ternyata tipe mu anak alim yaa!" Seru Gita lagi dengan tampang yang terharu, dan semuanya pun tertawa.
Setelah itu botol pun kembali di putar, lalu berhenti tepat menunjuk ke arah Radit.
"Kak Radit kena!! Hahaha"
"Truth or Dare?"
"Truth," Ucap Radit singkat.
__ADS_1
"Okei harus jujur ya! Hubungan loh sebenarnya sama Rin apa?" Sahut Alex yang langsung bertanya.