
"Kalian?!"
"Rin?!"
Rin, Sora, dan Gara kaget dalam waktu yang berbarengan, Rin kaget karena melihat dua orang itu ada di ruang ICU dan sedang melihat Radit, sementara Sora dan Gara kaget karena mereka ketahuan oleh Rin.
"Apa yang kalian lakukan disini?!" teriak Rin dengan nada suara yang marah, mendengar suara Rin yang cukup besar itu, Sora pun langsung menarik paksa tangan Rin untuk keluar dari ruang ICU tersebut.
"Lepasin gue!!" teriak Rin saat sudah berada di tempat yang cukup sepi, Sora pun melepaskan tangannya yang tadi sempat menarik Rin.
"Sebenarnya Radit sakit apa?" tanya Sora langsung saat telah melepaskan tangannya, mendengar hal itu wajah Rin terlihat semakin marah.
"Gue duluan yang nanya! Apa yang kalian lakukan disana tadi?!" balas Rin dengan membentak.
"Kita ngikutin luh, puas?! Tadi gue dan Gara mendengar pembicaraan antara luh dengan Mr.Max di gedung tempat kita mengadakan rapat tadi. Dan kami mendengar bahwa Radit dirawat di rumah sakit, makanya kami ke sini," balas Sora menjelaskan dengan nada yang sama dengan Rin di awal kalimatnya.
"Sekarang giliran luh yang jawab pertanyaan gue! Radit sakit apa sebenarnya?! Apa yang selama ini luh sembunyikan? Luh juga menyembunyikan tentang Radit yang dirawat karena penyakit serius dari kedua teman luh tadi kan?!" tanya Sora dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"Huft ..." Rin menghela berat napasnya, dia berusaha untuk menenangkan dirinya. "Aku tidak akan memberitahu kalian!" seru Rin.
"Sampai kapan luh akan merahasiakan ini semua?" sahut Gara yang ikut-ikutan bertanya, "Selamanya," balas Rin dengan cepat.
"Okey kalau luh ngomong gitu, setidaknya sekarang kita berdua udah tau sedang apa Radit saat ini, dan dari perawatan yang diberikan kepada Radit di ruang ICU tadi, Radit pasti memiliki penyakit yang cukup serius bukan? Dia tidak masuk ICU karena sebuah kecelakaan atau semacamnya, karena dia tidak terlihat terluka sama sekali," ucap Gara menyimpulkan semuanya.
"Jadi sekarang gue dan Sora bakal kasih tau kesemua orang, terutama teman-teman luh yang udah luh bohongi itu, kami bakal kasih tau kesemua orang kalau selama ini kalian menyembunyikan penyakit serius yang Radit miliki," lanjut Gara.
__ADS_1
Rin yang mendengar itu pun dibuat terdiam dan sulit untuk berkata, sementara Gara langsung menarik tangan Sora untuk pergi meninggalkan Rin yang masih terdiam itu.
Gara dan Sora berjalan melewati Rin yang masih terpaku bingung, saat Gara dan Sora melewati Rin, Rin mengepal kedua tangannya.
"GARA!!" Teriak Rin dengan suara yang sangat besar, hal ini membuat Gara dan Sora yang mendengarnya langsung menghentikan langkah kaki mereka.
"Berhenti kalian berdua, dan liat gue sekarang!" lanjut Rin masih dengan berteriak, sontak Gara dan Sora pun langsung membalikkan badan mereka untuk melihat Rin.
Rin pun juga membalikan badannya, membuat mereka bertiga kini saling berhadapan. Rin menatap kedua orang itu, dengan tatapan benci yang amat dalam.
Tubuh Rin sudah mulai bergetar, matanya pun juga sudah terlihat berkaca-kaca. Rin semakin memperkuat kepalan tangannya.
"Mau kalian sebenarnya apa?!! Bukannya kalian udah lihat tadi gimana kondisi Radit sekarang? Tapi kenapa kalian masih nyari gara-gara hah?! Kalian gak punya hati banget ya!! Kalian jahat!!!" ucap Rin dengan membentak juga nada yang marah.
Mendengar hal itu Sora dan Gara tersenyum sinis, "Memang kita jahat kan? Sejak kapan kami baik sama luh?" seru Sora.
"Dan biar luh mau cerita tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Radit, maka kita harus kasih tahu ke teman-teman luh kan? Dengan begitu biar mereka yang nanya langsung ke luh, terus kami tinggal menguping pembicaraan kalian, bukankah luh akan langsung kasih tau kepada mereka yang sebenarnya jika mereka sudah menuntut penjelasan itu?" lanjut Gara.
Mendengar semua kalimat-kalimat Gara itu membuat Rin semakin sedih dan bingung, dia tidak menyangka bahwa ternyata Gara adalah orang yang sejahat ini. Bagaimana bisa dia mengambil keuntungan dalam situasi sempit seperti saat ini.
Perlahan air mata yang sedari tadi Rin bendung mulai keluar, dia sudah tidak sanggup lagi menahannya.
"Jadi singkatnya, luh mau ngasih tau kesemua orang tentang penyakit Radit demi kepuasan rasa penasaran luh sendiri?" tanya Rin dengan suara yang gemetar.
Mendengar ucapan Rin barusan Gara langsung mengangguk dengan cepat, "Dari dulu, bahkan sampai sekarang luh masih pintar ya Rin! Otak luh encer banget! Jadi sekarang luh mau jawab atau enggak?" balas Gara.
__ADS_1
Rin kembali terdiam di buatnya, kini Rin benar-benar telah berada di situasi yang sangat sulit, dia bingung dengan langkah apa yang harus dia ambil kali ini.
Menceritakan kepada kedua orang yang tak bisa dipercaya itu, dan melanggar janjinya dengan Radit.
Atau tidak menceritakannya, dan membiarkan berita mengenai Radit yang memiliki penyakit serius tersebar ke semua orang.
"Rin, gue akui kalau Gara sedikit kelewatan, tapi gue juga setuju sama dia, jadi sekarang ayo jawab! Lagian gue itu cinta pertama Radit, gue lebih pantas tau tentang kondisi Radit dan penyakitnya dari pada luh!" ucap Sora yang tak sabaran saat melihat Rin terdiam terlalu lama.
"Luh bisa diam?!" ucap Rin dengan dingin, Rin pun juga menatap Sora dengan tatapan yang sangat tajam dan terlihat mematikan, membuat Sora seketika saja merasa takut selama beberapa saat.
"Gue bakal ceritain semuanya ke kalian, tapi gue mohon jangan kasih tahu ke orang lain mengenai apa yang akan gue katakan ini!" seru Rin yang akhirnya telah memutuskan.
Sebelum Rin menjelaskan semuanya, Rin membuat perjanjian terlebih dahulu kepada Sora dan juga Gara, setelah Sora dan Gara mengangguk setuju mengenai persetujuan itu, Rin pun mulai menjelaskan.
"Radit punya kanker bawaan dari almarhumah ibunya, ini memang situasi yang sangat langka di dunia kedokteran, tapi kemungkinan seorang anak yang dikandung oleh ibu yang mengidam kanker bisa tertular penyakit kanker itu ada."
"Selama ini Radit menyembunyikannya dari semua orang, aku pun juga baru mengetahui mengenai penyakit Radit itu. Saat akhirnya aku tahu mengenai penyakit Radit, Radit meminta aku untuk berjanji dan tidak mengatakan mengenai penyakitnya itu kepada orang lain."
"Dan dua hari yang lalu penyakit Radit kambuh, meski dia sudah melakukan terapi selama beberapa kali, tapi tetap saja penyakit kanker itu tetap tidak bisa hilang, dan justru akarnya menjadi semakin cepat menjalar."
"Jadi Radit akan segera dioperasi saat dia sudah melewati masa komanya."
Rin menjelaskan panjang lebar dengan air mata yang juga terus mengalir karena tak sanggup menceritakan semuanya.
Dia menjelaskan semua itu dengan air mata dan juga kedua tangan yang masih mengepal, ingin sekali rasanya Rin memukul kedua orang itu, namun dia tidak boleh melakukannya.
__ADS_1
"Sekarang kalian puas?! Aku telah melanggar janji yang pernah kubuat dengan Radit, dia telah mempercayaiku, namun aku malah melanggar janji itu!" lanjut Rin dengan nada emosi juga air mata yang semakin deras jatuhnya.