Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 44. Pembicaraan para anak CEO


__ADS_3

Rin, Alex, dan Saskia kini sedang berdiri di depan salah satu meja yang menghidangkan makanan juga minuman di atasnya.


Meja yang mereka pilih pun sedikit berada di pojok ruangan, hal ini mereka lakukan karena tak ingin terlalu dekat dengan para perwakilan perusahaan yang rata-rata adalah para bapak-bapak.


Mereka hanya takut jika mereka terlalu dekat, mereka akan di ajak bicara, dan nantinya mereka malah tidak mengerti dengan obrolan para bapak-bapak itu.


Jadi tempat ini benar-benar tempat ternyaman bagi mereka, sedikit jauh dari keramaian, dan yang lebih pentingnya lagi, ada banyak makanan di meja yang ada di samping mereka itu.


Rin dan Saskia pun sudah sering terlihat mengambil makanan yang ada di atas meja tersebut, sementara Alex baru terlihat mencomot 2 potong kue brownies.


"Kalian banyak juga ya makannya, gak diet?" tanya Alex dengan wajah yang bingung.


Mendengar perkataan itu Rin dan Saskia pun saling bertatapan satu sama lain, "Orang kami udah cantik kok, buat apa diet?" jawab Rin.


"Benar tuh, lagian badan kayak Rin kamu suruh diet, makin jadi tulang nanti," sahut Saskia dengan tawa candanya.


Wajah Rin yang awalnya ceria, seketika berubah menjadi kesal, "Enak aja kak Saskia!" seru Rin yang kesal, tapi Saskia tak menggubrisnya dan tetap terus tertawa.


"Kak Saskia!" ucap Rin yang semakin kesal saat melihat tawa Saskia yang semakin menjadi-jadi.


"Ahh ... Huft ... Iya, iya maaf," seru Saskia sembari berusaha menghentikan tawanya, dan beberapa detik kemudian tawa Saskia pun akhirnya benar-benar berhenti.


Setelah itu tangan Rin dan Saskia kembali mengambil dan mencomot makanan yang ada, seolah-olah tak terjadi apapun sebelumnya.


Alex yang melihat hal tersebut hanya bisa terus tersenyum kecil, sesekali dia tertawa karena melihat tingkah konyol dari kedua wanita yang kini ada bersamanya itu.


"Hmm ... Aku mau nanya nih, kok Kak Alex sama Kak Saskia bisa ada disini? Kenapa gak orang tua kakak aja yang datang ke acara ini?" tanya Rin di tengah-tengah kunyahan makanannya.


"Papa aku kan masih di Turki Rin, papa aku tuh ya orangnya malas banget kalau harus ninggalin Turki, dia paling gak mau tuh kalau keluar negeri. Palingan keluar kalau ada acara atau hal yang benar-benar penting, dan gak bisa diselesaikan sama orang-orang lain yang ada di perusahaan cabang negara itu," jawab Alex menjelaskan.

__ADS_1


Rin pun mengangguk tanda dia mengerti, setelah itu pandangan Rin beralih dari Alex ke Saskia yang masih asyik dengan makanannya.


Rin melihat Saskia beberapa saat, namun Saskia sepertinya tidak menyadari akan hal itu, jadi akhirnya Rin menepuk pelan bahu Saskia untuk menyadarkan dirinya.


Saat Saskia sudah melihat Rin, Rin pun memperlihatkan wajahnya yang ingin meminta jawaban atas pertanyaannya tadi.


Saskia yang melihat wajah Rin tersebut terdiam sejenak, dia mencoba berpikir mengenai apa maksud dari ekspresi di wajah Rin itu.


Setelah beberapa detik dia memperhatikan, akhirnya dia pun tersadar bahwa Rin menanyainya tadi.


"Kalau aku sih karena dengar kamu yang bakal kesini," jawab Saskia singkat dan malah membuat Rin semakin bingung.


Saskia yang melihat wajah bingung Rin pun kembali melanjutkan penjelasannya, "Awalnya aku gak mau datang kesini Rin, tapi aku terus di paksa sama papaku. Ujung-ujungnya papa bilang kalau Radit bakal ada di acara ini, karena kan yang papaku tau aku masih ngejar Radit, jadi dengan begitu papaku berpikir aku akan mau datang jika tau Radit ada di acara yang sama."


"Nah makanya pas denger Radit lah yang bakal mewakili perusahaan keluarga Surya, aku pun langsung memutuskan untuk mau, karena aku tau Radit lagi sakit, Pak Surya pergi ke Singapura, jadi pasti kamu sendirilah yang datang kesini. Aku khawatir kalau sampai terjadi apa-apa sama kamu disini, makanya aku datang buat sekalian jagain kamu Rin," lanjut Saskia menjelaskan.


Rin yang mendengar alasan dari Saskia pun dibuat tersentuh, "Ahh Sweet banget!" ucap Rin sembari memeluk Saskia, Saskia pun membalas pelukan tersebut.


"Ih apaan sih kak Alex, orang sahabat itu memang suka pelukan! Bukan berarti ada yang aneh-aneh ya!" ucap Rin diiringi dengan pukulan pelan ke bahu Alex.


Alex meringis kesakitan, sementara Rin dan Saskia tertawa bahagia melihatnya.


Beberapa saat kemudian Saskia diam lebih dulu, matanya kini menatap mata Rin, Rin yang menyadari akan hal itu pun juga perlahan ikut diam, dia berhenti tertawa juga memukul Alex.


"Aku senang kamu sudah terlihat sebahagia ini Rin, padahal tadi pas awal ketemu kamu masih terlihat sedih. Kamu pasti habis nangis terus kan semalaman?" gumam Saskia masih dengan mata yang menatap Rin.


Rin menaikan salah satu alisnya, "Kok kak Saskia tau aku nangis?" tanya Rin yang bingung, Saskia dan Alex pun tertawa saat mendengar pertanyaan bodoh dari Rin itu.


"Tentu saja dia tau, aku pun juga tau Rin, mata kamu terlihat sembab banget. Tapi ya syukurlah kamu sudah terlihat sebahagia ini sekarang," sahut Alex dan Rin pun hanya cengengesan.

__ADS_1


Lalu akhirnya mereka kembali melanjutkan aktivitas mereka sebelumnya. Dimana Rin dan Saskia kembali menggunakan tangan mereka untuk mengambil makanan, dan minuman yang dihidangkan di atas meja.


Alex pun juga melakukan hal yang sama, tapi dia tidak mengambil makanan sebanyak Rin dan Saskia. Alex juga tetap makan dengan elegan, dan memancarkan aura layaknya seorang anak CEO yang sebenarnya.


Ditengah-tengah obrolan dan makan mereka, Saskia dan Alex menanyakan kondisi Radit, jadi Rin menceritakan yang sebenarnya, tentang Radit yang akan segera dioperasi.


Namun Rin tetap belum memberi tahu kepada Saskia dan Alex mengenai penyakit Radit yang sebenarnya.


......................


Disisi lain, Sora dan Gara yang sudah bersatu juga sedang berbincang-bincang, sesekali mereka berdua memberikan tatapan tajam ke arah Rin, Alex, dan Saskia yang berada cukup jauh dari posisi mereka saat ini.


"Luh ada masalah apa sama mereka? Baru balik ke Indonesia udah buat masalah aja luh Sora! hahaha...," ucap Gara dengan tawa meledeknya.


Sora yang sedari tadi terus melihat Rin dan teman-temannya dengan tatapan tak suka, kini mengalihkan pandangannya ke Gara, "Bacot luh! Luh juga sama kali!!" balas Sora dengan nada yang hampir sama dengan Gara.


"Sama? Sorry lah ya kita beda! Radit yang mukul gue duluan, makanya gue mau balas dendam!" seru Gara, Sora yang mendengarnya pun dibuat tertawa terbahak-bahak.


"Gak mungkinlah Radit mukul luh, kalau luh gak nyari gara-gara duluan!" balas Sora, "Gue cuman sedikit merayu Rin, eh tuh anak langsung kesal, salah gue emangnya dimana coba?!" ucap Gara yang tak terima.


"Ya salah lah bodoh! Rin kan pacarnya, ya jelaslah Radit bakal marah kalau ceweknya di pegang sama orang bodoh, kasar, jahat, dan nyebelin kayak luh!" seru Sora dengan suara tingginya.


"Gue gak salah dengar nih? Apa kabar dengan yang ngomong tuh?!" balas Gara lagi dengan nada yang mulai berteriak.


Sora yang mendengar itu pun mengeluarkan lidahnya, kemudian meletakkan kedua tangannya di samping telinga miliknya itu, "Bleee ... Bodoh amat!"


Perang mulut juga ejek-ejekan diantara mereka berdua pun terus berlanjut, meski mereka terlihat tidak dekat dan tidak terlalu akur, tapi sebenarnya mereka benar-benar sangat kompak, karena punya banyak kesamaan.


Ya tentu saja, kesamaan mereka adalah sama-sama memiliki masalah dengan Rin, Radit, juga teman-teman Rin dan Radit yang lainnya.

__ADS_1


Sifat mereka juga cukup serasi, dimana mereka merasa bahwa keluarga merekalah yang paling hebat, merasa paling kaya, dan tidak ingin dekat dengan orang-orang yang menurut mereka tidak selevel, atau tidak berada di kasta yang sama.


Mereka yang sama-sama suka mencari gara-gara, juga memancing keributan, benar-benar terlihat sangat cocok.


__ADS_2