Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 15. Junior atau istri mu?!


__ADS_3

Sinar matahari mulai memasuki ruangan rumah sakit itu melalui celah-celah jendela, suara siulan burung pun mulai berbunyi dan mengeluarkan suara yang merdu.


Sinar matahari yang masuk itu pun membuat silau mata sepasang kekasih yang sedang tertidur di ranjang rumah sakit itu. Hingga harus membuat mereka terbangun.


"Kak, lepasin aku mau ke kamar mandi," ucap Rin saat dia terbangun, karena ternyata tangan Radit masih melingkar di pinggangnya.


"Sebentar lagi," sahut Radit yang justru makin mempererat pelukan tersebut.


"Tapi kak ... Aku udah kesiangan nih, bisa telat nanti ke kampusnya," bujuk Rin lagi sembari berusaha melepaskan pelukan tersebut.


Radit pun mulai membuka matanya yang sedari tadi masih tertutup, setelah itu dia menggerakkan tangan nya untuk membalikkan badan Rin agar mereka bisa saling berhadapan.


"Kak? Bukankah semalam kita sudah tak saling memanggil dengan sebutan itu?" tanya Radit dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Tapi aku bingung, masa ngomong 'kamu lepasin' atau 'tapi kamu..' kan aneh," jawab Rin enteng karena memang itu yang dia rasakan.


"Kalau begitu bagaimana dengan 'sayang'? 'sayang lepasin' Bukankah akan lebih enak manggil nya?" ucap Radit dengan nada yang seolah-olah menggoda, melihat tingkah Radit itu Rin hanya diam terbengong.


Bagaimana mungkin seseorang yang dia kenal sangat dingin dan menyebalkan itu, justru sekarang malah meminta dirinya sendiri untuk dipanggil dengan sebutan 'sayang'?


"Maksudnya kak?" seru Rin yang masih bingung.


"Kamu sendiri bukan yang bilang bahwa akan mencintai aku sama seperti seorang istri yang mencintai suaminya, bukankah sayang adalah sebutan yang wajar untuk sepasang suami istri?" jawab Radit dengan senyum, sembari mengelus kepala Rin dengan lembut.


Lagi-lagi Rin hanya dibuat terdiam, dia benar-benar bingung dan tidak tahu ke mana perginya senior menyebalkannya itu sekarang.


"Mengapa dia begitu manis sekarang?" batin Rin yang terus saja bersuara.


Hingga akhirnya suara Pramana yang masuk ke ruangan itu membuat mereka berdua langsung mengalihkan perhatian dan terlihat kaget.


"Hahaha ... Kalian ini! Jika memang ingin lebih lama berdua lain kali pasang tulisan di depan ya, papa jadi merasa bersalah nih karena udah ganggu waktu kalian," ucap Pramana dengan tawa ketika melihat putri dan menantu nya itu bertingkah sangat lucu.

__ADS_1


Terlebih lagi Rin yang langsung melompat turun dari ranjang rumah sakit, dan menjaga jarak dari Radit setelah tau ada Pramana.


"Papa! Kalau mau masuk ketuk pintu dulu!" seru Rin dengan sangat kesal tapi juga malu.


"Ya kalau papa ketuk gagal dong liat momen langkah ini ... Hahaha," balas Pramana masih dengan tawa nya, sementara wajah Rin dan Radit cemberut di campur dengan malu.


"Iya deh iya, papa minta maaf ya, lain kali pasti papa bakal lebih hati-hati lagi biar gak menganggu waktu kalian," ucap Pramana namun masih dengan nada yang seolah-olah menyindir. Membuat kedua orang itu malah semakin kesal.


"Oh ya ngomong-ngomong bagaimana kondisi kamu sekarang Radit? Maaf ya papa baru bisa mengunjungi kalian sekarang, semenjak perusahaan papa balik dana, papa jadi harus lebih banyak bekerja agar kondisi perusahaan bisa bangkit kembali," lanjut Pramana.


"Sudah lebih baik kok Pa, ini juga berkat Rin," jawab Radit sambil tersenyum ramah.


"Syukurlah, papa sangat senang mendengarnya, apalagi saat tau hubungan kalian sudah sebaik ini, papa benar-benar berharap yang terbaik untuk kalian berdua ya," ucap Pramana.


"Makasih pa," seru Rin dan Radit serentak dan kemudian saling menatap satu sama lain, membuat Pramana yang disana senyum-senyum melihat kelakuan mereka berdua.


Selang beberapa menit Rin pun ke kamar mandi untuk bersiap pergi ke kampus, sementara Radit masih mengobrol dengan Pramana.


......................


"Gimana keadaan kak Radit sekarang? Gue denger kak Radit masuk rumah sakit ya?" lanjut Gita bertanya.


"Iya Gita, eh tapi kok mu bisa tau?" ucap Rin bingung, karena seingatnya dia tidak memberitahukan kepada siapapun bahwa Radit dirawat di rumah sakit, jadi orang-orang hanya tahu bahwa selesai pertandingan kemarin, Radit sakit dan dibawa ke UKS.


"Kak Alex! Jadi kemarin tuh di babak selanjutnya banyak nih orang-orang yang nanya ke mana Kak Radit pergi, makanya Kak Alex bilang kalau Kak Radit sakit dan dibawa ke rumah sakit. Kak Alex juga bilang kalau dia tahu info itu dari papanya Kak Radit, pas orang-orang nanya dari mana Kak Alex tau," jelas Gita dan Rin pun mengerti, itu mungkin saja terjadi karena Surya memang mengenal Alex.


Selang beberapa menit kemudian kelas Rin pun dimulai, dia melewati setiap mata pelajaran di kampusnya hari ini dengan sangat baik.


Hingga waktu istirahat pun tiba. Rin, Gita, Putri dan juga Sofia bersama-sama pergi menuju kantin.


"Rin!" teriak seseorang dari arah dalam kantin, Rin pun mencoba mencari sumber suara tersebut, dan akhirnya menemukan Alex yang sudah terus melambaikan tangan.

__ADS_1


"Kak Alex," gumam Rin dan kemudian pergi menghampiri Alex diikuti oleh yang lainnya.


"Rin ingat ya luh udah punya suami, jangan terlalu dekat! Entar kak Radit cemburu lagi, kasian tau kak Radit lagi sakit eh luh malah deketin cowok lain," bisik Gita sambil berjalan untuk memperingati sahabat nya itu.


"Iya iya Git, tenang aja. Gue cuma anggap kak Alex teman kok gak lebih, gue bakal jaga perasaan kak Radit," balas Rin dengan santai.


Dan akhirnya saat mereka sudah tiba di depan Alex, ternyata Alex mengajak mereka untuk makan bersama dengan teman-teman dekat dia yang juga merupakan teman sekelas Radit.


Alex mengatakan bahwa keluarga nya baru saja mendapatkan keuntungan yang besar, itu sebabnya ia mendapatkan uang tambahan dari orang tuanya, oleh karena itu dia akan mentraktir teman-teman pria nya juga Rin dan temannya.


"Makasih Kak Traktirannya!" ucap Rin sebelum memakan makanan yang sudah ada di hadapan mereka semua. Yang lainnya pun juga melakukan hal yang sama.


......................


Sudah 4 hari berlalu sejak Radit dirawat di rumah sakit, kini dia pun akan kembali pergi ke kampus seperti biasanya.


Namun Rin dibuat bingung saat sikap Radit tiba-tiba saja kembali menjadi dingin ketika memasuki area kampus, padahal sebelum itu sikapnya masih manis seperti beberapa hari belakangan ini.


"Huft ... Kok kamu malah jadi dingin lagi!!" seru Rin kesal saat mobil Radit sudah terparkir di tempat parkiran kampus itu.


"Panggil gue kak!" ucap Radit dengan dingin.


"Hah?!" Rin masih tak mengerti.


"Luh lupa? Luh sendiri yang bilang kan kalau di kampus kita hanya sebatas Senior-Junior, dan gue adalah Senior nyebelin, dingin, cuek, dan yang luh benci," balas Radit dengan datar.


"Jadi mari kita lakukan itu! Luh harus panggil gue dengan sebutan Kak! Tapi ingat walaupun Senior-Junior luh tetap istri gue, jadi jangan dekat-dekat sama cowok lain," lanjut Radit dengan ketus, lalu kemudian dengan cepat dia keluar dari mobilnya, dan pergi meninggalkan Rin yang masih mencoba mencerna setiap kata-kata Radit tadi.


"Senior-Junior? Tapi tetap istri? Maunya apa sih?!" gumam Rin kesal dan masih tak mengerti.


Hingga akhirnya dia juga memutuskan untuk keluar dari mobil itu, dan segera masuk ke kelasnya karena dia tahu sebentar lagi kelas akan segera dimulai.

__ADS_1


__ADS_2