Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 19. Wanita ngeselin


__ADS_3

Waktu pulang kuliah kini telah tiba, seluruh mahasiswa/i pun bergerombolan pergi keluar dari kelas mereka sesaat setelah dosen yang mengajar keluar.


"Gita bawak pulang aja dulu catatan nya, gue mau buru-buru ke parkiran biar gak ditinggalin," seru Rin dengan tergesa-gesa sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.


Gita hanya menjawab "iya" tanpa menoleh karena dia masih fokus untuk mencatat isi buku yang ada di depannya itu, hal ini dikarenakan dia tertidur saat jam pelajaran terakhir tadi.


"Ingat ya Gita jangan sampai hilang bukunya!" teriak Rin yang sudah berada di depan pintu keluar. "Iya-iya, udah sana pergi entar ditinggalin baru tau rasa," balas Gita yang masih sambil fokus menulis.


"Lagian mantan singa kok diganggu, ya bangkit lagi dah sifatnya," gumam Gita sembari tersenyum saat Rin sudah pergi.


......................


"Eh Rin! Mau pulang bareng gue?" sapa Alex yang di lanjutkan dengan bertanya saat dia bertemu dengan Rin yang sedang berlari.


"Ahh maaf kak Alex, Rin lagi gak bisa. Maaf Rin buru-buru," jawab Rin, dan kemudian melanjutkan larinya yang sempat terhenti, dia pun berlari pergi menuju ke parkiran.


"Kak tunggu!" teriak Rin yang baru saja tiba di parkiran, Rin pun langsung kembali berlari lagi


saat melihat Radit yang sudah hampir memasuki mobilnya.


"Tunggu..dia?" gumam Rin dengan ekspresi kaget saat melihat ada seorang wanita di dalam mobil Radit, Rin pun beralih menatap Radit dengan wajah penuh tanya.


"Itu kan tempat dudukku, ngapain Kak Saskia ada disana?" tanya Rin kepada Radit dengan nada yang kesal.


Ya, yang ada di dalam mobil Radit tersebut adalah Saskia, saat melihat Rin yang datang dan bertanya kepada Radit seolah-olah marah, Saskia pun memutuskan untuk keluar dari mobil itu.


"Luh yang ngapain disini?" tanya Saskia balik dengan suara yang keras juga wajah yang mengejek ketika keluar dari mobil.

__ADS_1


"Kak Radit jawab!" bentak Rin sambil menekan kan kata-katanya itu, dan menatap Radit dengan sangat dalam.


"Eh loh gak sopan banget sama Radit hah?!" sahut Saskia yang tak terima melihat Rin membentak dan menatap Radit. Saskia pun mendorong pelan tubuh Rin.


"Aku ngomong sama Kak Radit, bukan sama Kak Saskia, jadi kak Saskia diam dulu!" balas Rin dengan datar sambil melihat wajah Saskia, lalu dia kembali melihat Radit dan tak memperdulikan Saskia lagi.


"Bukannya gue udah bilang tadi? Luh pulang sendiri! Ini juga salah luh," ucap Radit yang akhirnya bersuara, dan kemudian menjawab pertanyaan Rin tadi.


"Yaudah! Kalau emang kak Radit nyuruh aku pulang sendiri, tapi kenapa harus malah ajak Kak Saskia pulang bareng?" balas Rin makin kesal tak terima dengan keputusan bodoh Radit itu.


Wanita mana yang tak akan marah saat kekasihnya yang tak ingin pulang dengannya, tapi malah pulang dengan wanita lain.


"Ya suka-suka Radit lah! Emang luh siapanya hah?! Radit itu punya gue!" sahut Saskia, dan tiba-tiba saja langsung mendorong tubuh Rin hingga terjatuh.


"Awww...."


"Kamu marahin aku? Ihh Radit yang salah itu dia! Aku juga dorong cuman pelan kok," balas Saskia dengan nada yang manja.


Radit tak menggubris perkataan Saskia itu, dia pun langsung menjulurkan tangganya agar diraih oleh Rin, sembari menundukkan badannya untuk membantu Rin berdiri.


Namun Rin tak meraih juluran tangan itu, dia juga menghindar dari tangan Radit lainnya yang ingin membantu dia berdiri. Rin pun berdiri sendiri sambil menahan rasa sakit di kakinya.


"Oke. Kak Radit pulang aja sama Kak Saskia, lagian tadi juga Kak Alex sebenarnya udah ngajak aku pulang. Bodohnya aku malah bilang buru-buru ke Kak Alex karena mau kesini. Untuk apa aku buru-buru jika tau akhirnya akan seperti ini?" ucap Rin begitu datar, dan tanpa berkata-kata lagi setelah itu, dia pun pergi meninggalkan Radit yang masih terdiam.


"Isshh lebay!" seru Saskia saat melihat Rin pergi, Radit yang mendengar itu pun langsung melihat wajah Saskia dengan penuh amarah. "Ada apa Radit?" tanya Saskia bingung dan sedikit takut.


"Kau tak usah ikut pulang dengan ku!" ucap Radit dengan sangat tegas membuat Saskia yang mendengarnya kaget.

__ADS_1


"Dan satu lagi, jangan pernah luh sampai nyakitin Rin lagi!" lanjut Radit dan kemudian segera masuk ke mobilnya lalu berlalu pergi meninggalkan Saskia.


"Radit! Radit tunggu!!!!" teriak Saskia sambil berlari pelan mengejar mobil Radit itu. "Gue salah apa sih?" gumamnya bingung saat akhirnya dia berhenti mengejar mobil Radit karena sudah pergi terlalu jauh.


......................


"Kamu beneran pulang sama Alex tadi?" Radit yang baru saja tiba di rumah segera menuju ke kamarnya, dan saat dia melihat Rin yang sedang terduduk di atas kasur, dia pun langsung menanyakan hal yang mengganjal hatinya itu.


Namun Rin tak menjawab sama sekali perkataan Radit, dia hanya diam dan memandangi arah lantai tanpa menoleh sedikit pun.


"Maaf, aku tau aku salah. Aku benar-benar minta maaf Rin," ucap Radit dengan sangat pelan sembari berjalan mendekat ke arah Rin, dan setelah itu dia pun duduk di samping wanitanya yang sedang marah itu.


"Sayang? Kamu marah banget? Mau aku beliin sesuatu? Atau kamu mau lakuin apa? Aku turutin ya," seru Radit masih mencoba membujuk istri nya itu, tapi lagi-lagi tak ada respon dari Rin.


"Huft ... Yasudah kalau kamu memang marah, mungkin sekarang kamu lagi butuh waktu sendiri? Kamu bisa panggil aku kalau butuh sesuatu, aku bakal ada di luar. Dan juga, aku benar-benar minta maaf atas tadi, aku tau aku salah, aku bahkan gak melindungi kamu saat Saskia sudah bersikap kasar. Maaf," lanjut Radit dengan nada penuh penyesalan, dan kemudian dia berdiri lalu beranjak pergi meninggalkan Rin.


Namun tiba-tiba saja suara Rin mengentikan langkah kakinya. "Ganti bajumu, kita harus segera pergi!" ucap Rin dingin.


"Hah?" balas Radit tak mengerti.


"Gara-gara sikap bodoh mu hari ini, kita hampir lupa bahwa kau ada jadwal terapi yang akan dimulai beberapa menit lagi. Seharusnya kita sudah langsung kesana saat pulang dari kampus tadi. Tapi ya sudahlah sana cepat!" jelas Rin masih dingin.


"Astaga iya aku lupa," sahut Radit di sertai dengan aksi menepuk jidatnya. "Tapi, 'kau'? kamu menyebut ku apa tadi?" lanjut Radit dengan wajah yang tiba-tiba berubah.


"Kenapa? tak suka?! kalau begitu sana pergi sendiri lagi!" balas Rin yang masih kesal.


"Ahh maaf, maaf. Kalau begitu tunggu sebentar," balas Radit dan kemudian segera berlari menuju kamar mandi untuk berganti pakaian.

__ADS_1


__ADS_2