Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 37. Cinta Pertama Radit


__ADS_3

"Ma, aku senang banget mama udah boleh pulang!" Seru Rin dengan sangat riang. Dia berjongkok di depan kursi roda mamanya itu, terlihat wanita yang hampir menginjak usia kepala 5 tersebut tersenyum melihat Rin.


Pramana sibuk mengemasi barang-barang istrinya, Rin menjaga sekaligus menemani mamanya, lalu sedari tadi mata Surya terus mencoba mencari seseorang yang dia tunggu-tunggu kehadirannya sejak tadi.


"Rin, Radit dimana? Kok tidak kelihatan juga?" Tanya Surya setelah sudah cukup lelah matanya mencari keberadaan putranya tersebut.


Rin berdiri dari jongkok nya kemudian ikut melihat sekeliling, "Eh iya, tadi Kak Radit bilang mau ke toilet dulu pa, lagi gak bersahabat sama perutnya soalnya, tapi kok lama kali ya?" Jawab Rin yang juga ikutan bingung.


"Yasudah biar Rin cari Kak Radit dulu deh," Lanjut Rin dan kemudian langsung pergi meninggalkan ruangan tempat mamanya dirawat tersebut.


Saat Rin keluar, tempat pertama yang terpikirkan olehnya untuk mencari Radit adalah disekitar toilet, karena disitu lah tempat yang Radit datangi.


Rin melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke tempat yang dia yakini kalau Radit mungkin ada disekitar sana.


Mereka akan langsung meninggalkan RSJ tersebut setelah selesai mengemasi barang-barang mama Rin, jadi Radit yang menghilang benar-benar harus segera ditemukan.


......................


Rin yang baru saja tiba di depan toilet dibuat kaget bukan main, dia menghentikan langkah kakinya saat melihat sosok pria yang sedari tadi dia cari, kini malah sedang berpelukan dengan seorang wanita.


Dilihat oleh semua orang, dan dilihat oleh mata Rin sendiri, Radit berpelukan dengan seorang wanita yang bahkan Rin tak pernah jumpai sama sekali. Seorang wanita yang wajahnya tidak terlihat seperti orang Indonesia pada umumnya.


Rin semakin membulatkan matanya, dia melangkahkan kakinya secara perlahan untuk semakin mendekatkan dirinya dengan Radit yang sedang berpelukan dengan wanita yang terlihat asing baginya tersebut.


"Siapa dia Radit?" Lirih Rin, dan akhirnya Radit pun menyadari akan kehadiran Rin di dekatnya, Rin yang sudah berdiri tepat di samping Radit itu memasang wajah marah sekaligus meminta penjelasan.


Dengan sangat cepat Radit mendorong sosok wanita tersebut, yang sebenarnya wanita itulah yang langsung memeluk Radit tanpa izin dari pemilik tubuh itu sendiri.


"Rin, ini bukan seperti yang kamu lihat. Dia! Dia duluan yang langsung memeluk ku, kamu lihat tadi? Aku bahkan tak membalas pelukannya!" Seru Radit menjelaskan dengan panik.


"Lalu siapa dia?" Tanya Rin dengan dingin.

__ADS_1


"Gue Akari So—" Sosok wanita yang memeluk Radit tadi ingin memperkenalkan dirinya sendiri, namun Radit langsung menutup mulut wanita itu tepat sebelum wanita tersebut selesai mengucapkan namanya.


"Huft...," Radit menghela berat napasnya, secara perlahan dia pun menjauhkan tangannya dari mulut wanita itu.


"Dia Akari Sora, teman masa kecilku, selama ini yang aku tau dia tinggal di Jepang karena mengikuti ayahnya yang asli orang sana. Kami sudah sangat lama tidak bertemu atau pun bertukar kabar," Jawab Radit menjelaskan.


Wanita yang memeluk Radit tadi pun mengangguk dengan cepat menandakan apa yang Radit katakan benar.


Namun beberapa saat kemudian wanita yang bernama Sora itu mulai memasang wajah bingung, "Teman? Sejak kapan kita hanya teman? Kamu sendiri yang bilang kalau aku cinta pertama kamu!"


"APA?"


"SORA!!"


Radit dan Rin berteriak secara bersamaan, Sora yang mendengar itu pun dibuat kaget, "Ada apa? Memang itu kenyataan nya kan? Apa aku salah?"


"Lalu katakanlah padaku sekarang, siapa wanita ini? Mengapa kamu terlihat begitu panik saat mengetahui dia melihat kita yang sedang berpelukan?" Lanjut Sora.


"Rin aku bisa jelasin semuanya, aku bakal jelasin semuanya setelah kita udah dirumah, aku mohon sama kamu untuk percaya sama aku," Ucap Radit sembari membawa tubuh Rin untuk menjauh dari Sora.


Sora yang tak terima ditinggalkan begitu saja pun menyusul mereka berdua yang sudah beberapa langkah di depannya, namun Radit langsung memarahi Sora dan memintanya untuk tidak mengikuti mereka.


Radit pun membawa Rin untuk kembali ke kamar rawat mamanya, tak lama setelah itu mereka pun langsung meninggalkan RSJ tersebut.


......................


Jarum pendek pada jam yang ada di dinding sudah menunjuk ke angka 9, sementara jarum panjangnya hampir menunjuk ke angka 12, itu berarti saat ini sudah hampir pukul 10 malam.


Biasanya sepasang kekasih ini sudah tertidur lelap di atas kasur mereka bersama, namun kali ini mereka masih terjaga.


Rin duduk di kursi yang terletak di depan meja riasnya, lalu Radit duduk di ujung kasur tempat dia biasanya tidur.

__ADS_1


Mereka sudah saling menjaga jarak sejak tadi, atau lebih tepatnya Rin lah yang menjaga jarak dari Radit semenjak pulang dari RSJ tadi.


Saat ini dia sudah selesai melakukan rutinitas skincare nya, namun dia belum mau berdiri untuk meninggalkan meja riasnya tersebut, sementara Radit sejak tadi sudah menunggu Rin untuk mau duduk di sampingnya.


"Oh ayolah kemari Rin, biar aku jelaskan semuanya padamu," Gumam Radit yang sudah sangat lama menunggu itu.


Rin jelas mendengar apa yang baru saja Radit katakan, namun dia tetap cuek dan bersikap seolah-olah dia tidak mendengarnya.


"Rin... Rin... Ah yasudah baiklah," Seru Radit yang terus memanggil Rin, dan karena kekasihnya itu tetap tidak mau menghampirinya, maka akhirnya dia lah yang menghampiri Rin ke meja riasnya.


Radit berdiri tepat dibelakang Rin, kemudian dia memeluk kekasihnya itu, "Rin, yang Sora katakan itu benar, dia memang cinta pertamaku, tapi itu sudah benar-benar sangat lama, saat itu aku masih berusia 5 tahun, aku belum tau apa itu cinta, bahkan untuk menyebutnya cinta pertamaku saja aku tak yakin."


"Itu aja? Yaudah kalau gitu aku dah tau, udah sana mendingan kamu tidur," Balas Rin masih dengan sangat dingin.


"Tapi kamu masih marah, gimana aku bisa tidur?" Ucap Radit dan langsung dijawab cepat oleh Rin, "Aku tidak marah, siapa juga yang marah. Aku pernah bilang kan kalau aku bakal mau dengerin semua penjelasan kamu, dan percaya sama kamu. Jadi ya sekarang aku percaya kalau apa yang kamu katakan itu benar."


Radit yang mendengar hal itu memasang muka manyun sekaligus bingungnya, "Lalu kenapa kamu masih bersikap dingin seperti ini?"


"Enggak, siapa juga yang bersikap dingin!" Balas Rin sembari berdiri dari duduknya, "Udah deh kalau kamu gak mau tidur, aku duluan yang tidur," Lanjutnya yang kini sudah berada di atas kasur.


"Hah? Gak dingin gimana, ini aja kamu cuek banget sama aku, bahkan belum ngeliat aku dari tadi padahal aku berdiri di dekat kamu. Rin kamu kenapa? Ini jelas kamu masih marah kan?" Ucap Radit yang langsung menyusul Rin.


Kini keduanya pun sudah duduk di kasur mereka berdua, dengan Rin yang menundukkan kepalanya, juga Radit yang terus menatap Rin.


"A–aku gak marah kok! Aku c–cuma cemburu ...," Lirih Rin dengan sangat gugup, "Cemburu?" Gumam Radit dengan senyum yang mulai mengembang di wajahnya.


"Ya iyalah! Siapa juga yang gak bakal cemburu liat suaminya di peluk sama cewek lain? Malah dia cinta pertama kamu lagi! Aku pikir aku cinta pertama kamu karena kamu itu dingin banget! Tapi ternyata bukan," Ucap Rin yang akhirnya mengeluarkan segala unek-unek nya tersebut.


Radit yang melihat akan hal itu bukannya merasa bersalah karena telah membuat istrinya merasa cemburu dan kesal, dia malah tertawa gemas setelah melihat hal tersebut.


Rin dengan wajah cemburu dan cemberutnya itu benar-benar sangat lucu bagi Radit.

__ADS_1


"Dasar Rin,"


__ADS_2