
"Kak Radit apa-apaan sih? Kenapa pakek narik-narik segala, kan aku lagi ngomong sama Kak Alex, padahal masih banyak yang mau diomongin tau!" Rin yang saat ini sudah berada di mobil bersama Radit terus saja mengoceh kesal karena Radit menariknya tadi.
"Kau kenal Alex? Emangnya dia siapa? Dan bagaimana bisa kau kenal dengannya? Apa yang kau bicarakan tadi dengannya? Kau tahu seharusnya kau tak boleh sedekat itu dengan orang lain? Terlebih lagi jika dia pria!" Radit membalas ocehan Rin dengan begitu banyak pertanyaan.
Mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Radit itu membuat Rin menjadi bingung dengan tingkah senior nyebelin nya tersebut.
"Suamiku cemburu?" ucap Rin setelah memikirkan alasan mengapa sikap Radit berubah dan tak senang jika dirinya dekat dengan Alex.
Rin pun mengucapkan kata-katanya itu dengan nada yang menggoda, membuat Radit langsung menginjak rem mobil yang sedang dia kendarai itu secara mendadak.
Kini Radit menatap mata Rin dengan sangat tajam, melihat tatapan mengerikan itu Rin terus saja mencoba mengalihkan pembicaraan, tapi tetap saja Radit dengan tatapan tajamnya itu terus mengintimidasi Rin.
"Kak jalan! Liat di belakang orang udah pada marah!!" teriak Rin berusaha agar Radit berhenti menatap nya dengan aneh, suara klakson pun juga terus berbunyi karena Radit benar-benar berhenti di tengah jalan.
Suara klakson yang semakin kuat membuat Radit mengedipkan matanya, dan seperti orang yang sedang kesurupan, tanpa aba-aba Radit menancapkan gas dengan sangat cepat dan melaju pergi.
"Astaga Kak Radit aku belum mau mati! Ahhh..." Rin berteriak ketakutan karena Radit benar-benar sangat mengebut, Rin mengencang kan sabuk pengamannya juga berpegangan dengan sangat erat di mobil itu.
"Loh dengar baik-baik, gue gak cemburu sama sekali! Gue juga gak peduli luh mau dekat dengan siapapun, kecuali sih anak baru nyebelin itu!" ucap Radit dengan menekankan setiap kata-katanya.
Rin yang sudah tak peduli dengan apa pun yang dikatakan Radit tak menggubris perkataan Radit tersebut, karena saat ini dia sedang berdoa untuk nyawanya.
Mobil yang melaju begitu cepat pun berhasil menempuh jarak yang cukup jauh hanya sekitar 10 menit saja, padahal biasanya dengan kecepatan yang sudah tinggi masih dibutuhkan waktu lebih dari 15 menit.
__ADS_1
"Ahh ... Udah aku gak mau lagi deh ngomong aneh-aneh kalau lagi sama kak Radit di mobil, ahh astaga Ya Allah terimakasih!" seru Rin setelah turun dari mobil tersebut, dia benar-benar bersyukur karena tiba dengan selamat.
Rin memasuki rumah besar milik keluarga Surya yang kini sudah seperti rumahnya sendiri itu dengan sempoyongan, karena dengan kecepatan itu siapa sih yang tak akan dibuat mabok? Saat ini Rin pun merasa semua isi perutnya akan keluar, oleh karena itu dengan sekuat tenaga dia masuk ke kamarnya untuk menuju kamar mandi.
......................
"Radit kamu apakan Rin tadi?" ucap Surya yang kebetulan melihat Rin kesulitan berjalan saat dia memasuki rumah, di selah-selah makan malam Surya pun menanyakan hal tersebut.
"Tanya aja sama orangnya sendiri," ketus Radit tanpa menoleh dan masih fokus pada makanannya, Surya pun beralih melihat Rin dengan wajah yang penuh tanya.
"Jadi pa, tadi itu di kampus ada mahasiswa baru dari program perpindahan pelajar, dan kebetulan mahasiswa baru itu sekelas sama Kak Radit, dan dia juga kenalan lama aku. Nah pas balik aku nggak sengaja nih ketemu sama mahasiswa itu, namanya Kak Alex, jadi karena udah lama nggak ketemu kami ngomong-ngomong dong sebentar," ucap Rin mulai menjelaskan.
Rin pun berhenti berbicara sebentar untuk menghela napas dan sekedar meneguk seteguk air sebelum akhirnya kembali melanjutkan ceritanya.
"Jadi karena itu? Aduh Radit kalau memang kamu cemburu jangan sampai membahayakan istri kamu juga dong," ucap Surya bercanda.
Karena sedang dalam suasana hati yang sedang tidak baik, Radit segera menghabiskan makanannya, lalu pergi meninggalkan meja makan tersebut sebelum surya dan juga Rin selesai.
"Oh ya nama mahasiswa baru itu Alex? kamu tahu nama panjangnya? Karena sepertinya Papa mengenal salah satu anak teman bisnis Papa yang bernama Alex," tanya Surya setelah mengingat bahwa tadi nama Alex sempat disebutkan.
"Alex Sufiks pa, ayah Kak Alex asli Turki," jawab Rin dan kemudian Surya pun kaget karena orang yang ada di pikirannya itu ternyata benar.
Jadi Surya akhirnya menceritakan bahwa ayah Alex adalah teman bisnisnya dari dulu sampai saat ini, hubungan mereka juga cukup dekat.
__ADS_1
Surya juga menambahkan bahwa saat kecil Alex dan Radit sebenarnya pernah bertemu, tapi mungkin karena itu sudah sangat lama jadi mereka lupa.
Selama di meja makan itu pun Surya terus menceritakan tentang hubungannya dengan ayah Alex, begitupun dengan Rin yang menceritakan tentang bagaimana dia bisa mengenal Alex.
Menantu dan mertua itu pun berbincang dan membicarakan orang yang tiba-tiba saja menjadi topik utama dalam perbincangan mereka.
Setelah makanan mereka berdua habis Rin pun beranjak pergi ke kamarnya begitupun dengan Surya.
Rin masuk ke dalam kamar, lalu terlihatlah Radit yang ternyata sudah tertidur, Rin hanya tersenyum melihat hal tersebut lalu masuk ke kamar mandi,membersihkan tubuhnya, dan menyusul Radit ke alam mimpi.
......................
Pagi telah tiba, Radit dan Rin terbangun dari tidur mereka lalu saling bergantian masuk ke kamar mandi dan bersiap pergi ke kampus.
Saat jam menunjukkan pukul 09.00 kurang beberapa menit, Rin dan Radit akhirnya telah tiba di kampus tersebut, mereka pun turun dari mobil dan pergi menuju kelas masing-masing.
Sebenarnya hari ini kampus mereka tak ada kelas sama sekali, hal tersebut dikarenakan ada event yang diadakan setiap tahun pada hari ini.
Akan ada banyak perlombaan-perlombaan seru, mulai dari fashion show, sport, esport, lomba menulis essay, cerpen, puisi dan masih banyak lagi.
Pesertanya pun tak hanya dari kampus mereka saja, tapi juga akan ada dari kampus lain yang memang sudah sering menjadi lawan pertandingan di event ini.
Radit yang sudah berlangganan dalam event ini selama dua tahun terakhir kembali dipilih untuk mengikuti event tersebut. Dan kali ini dia terpilih menjadi kapten dari tim basket.
__ADS_1
Sebenarnya Radit sudah memilih para anggota lainnya yang akan mengikuti lomba tersebut, tapi karena ada teman sekelasnya Radit yang merekomendasikan Alex, Radit pun mengambil Alex untuk dijadikan sebagai tim nya setelah melihat kemampuan Alex yang baik.