
Disaat Radit bersama dengan yang lainnya sedang sibuk mempersiapkan diri untuk lomba di event ini nanti, disisi lain Rin sedang asyik berbincang dengan teman-teman sekelasnya.
"Rin nanti kamu nonton kak Radit main basket?" tanya Sofia teman kelas Rin.
"Kak Radit main basket? Emang bisa?" Balas Rin dengan nada yang mengejek seolah-olah dia meremehkan kemampuan pria itu.
"Ish kamu ini, gak boleh gitu tau, kamu tau gak kalau kak Radit yang jadi kapten tim di tahun ini? terus katanya ya, ada si mahasiswa baru itu yang masuk ke timnya Kak Radit!!" Ucap teman kelas Rin lainnya yang bernama Putri dengan kegirangan.
"Kak Alex maksudnya?" Seru Rin dan membuat teman-temannya yang mendengar itu kaget karena Rin mengenal si mahasiswa baru itu.
Mereka pun dengan sangat penasaran langsung menanyakan mengapa Rin bisa kenal dengan siswa dari program perpindahan pelajar tersebut terutama Gita, padahal Alex kan selama ini berkuliah di Turki.
Jadi dengan sangat terpaksa karena kawan-kawannya mendesak dia untuk menjawab, Rin menceritakan tentang bagaimana dia dan Alex bisa saling kenal dulu.
Cukup panjang cerita dari Rin mengenai pertemuan dia dengan Alex, dan bagaimana bisa mereka menjadi cukup dekat, hingga tak terasa waktu berlalu, dan kemudian pengumuman berbunyi yang menandakan bahwa event akan segera dimulai.
"Perhatian untuk seluruh mahasiswa mahasiswi, diharapkan seluruhnya untuk menuju ke aula pertemuan sekarang, terimakasih."
Setelah mendengar pengumuman tadi Rin, Gita, Sofia, Putri juga teman-teman kelas Rin lainnya segera menuju tempat yang dimaksud.
Saat tiba di aula pertemuan terlihatlah gerombolan para peserta lomba maupun para penonton, dan kini acara pembukaan akan segera dimulai.
......................
Sekitar 30 menit pembukaan acara event tersebut berlangsung, lalu setelah banyak pengarahan informasi dan juga hal lainnya mengenai event tersebut, Pak Yudha selaku kepala sekolah di Universitas Gading Jaya menyatakan bahwa event telah dimulai.
Akan ada banyak perlombaan yang dilakukan di waktu yang sama, itu sebabnya tempat lomba berbeda-beda, setelah pembukaan event berlangsung gerombolan siswa-siswi bubar menuju tempat perlombaan dari setiap lomba-lomba yang ingin mereka lihat.
__ADS_1
Dan dari banyaknya lomba yang diadakan, basket lah yang menjadi lomba dengan penonton paling banyak saat ini, mungkin hal ini dikarenakan Radit yang menjadi pangeran kampus mengikuti lomba tersebut, ditambah lagi dengan Alex yang merupakan mahasiswa baru tampan.
Rin bersama yang lainnya pun juga menonton pertandingan basket tersebut, dan yang pertama kali main adalah kampus Rin melawan Universitas Agung Podomoro.
"Kak Alex semangatt!!" Teriak Rin dari kursi penonton sebelum pertandingan basket itu dimulai.
"Astaga Rin! Sumpah Gue nggak tahu sama pola pikir luh, luh menyemangati cowok lain di depan suami lo sendiri?" bisik Gita yang bingung dengan tingkah sahabatnya itu. "Tuh lihat sekarang kak Radit jadi kesini!" lanjut Gita sembari menunjuk Radit yang berjalan ke arah mereka.
"Luh ngapain semangati dia? Bukannya gue udah pernah bilang sama luh buat nggak dekat-dekat sama cowok lain terutama si anak baru itu?!" Radit berbicara dengan suara kecil, dan mungkin hanya Rin dan Gita yang dapat mendengarnya, tapi tatapan dingin dari Radit membuat kedua orang itu bergidik ngeri walaupun tak diteriaki.
"Ya suka-suka aku dong, emang kak Radit pikir kak Radit doang yang boleh dekat sama banyak cewek? Apa lagi sama si kak Saskia itu, jadi wajar kan kalau aku dekat sama kak Alex?" ucap Rin juga cukup berbisik, mendengar hal itu wajah Radit terlihat semakin kesal. Tapi akhirnya Radit pun pergi dari tempat itu tanpa berkata-kata.
"Sumpah sih Rin luh parah banget, dah tahu Kak Radit orangnya cemburuan banget, eh malah di pancing." Gita menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rin, memang terkadang Rin sama menyebalkan nya dengan Gita.
...*Disisi Lain...*...
Hingga beberapa saat kemudian peluit yang menandakan pertandingan telah dimulai berbunyi, saat bola basket dilemparkan semua penonton bersorak saling menyemangati tim yang mereka dukung.
"KAK RADIT SEMANGAT!!!"
Begitu banyak mahasiswi yang menyoraki dan menyemangati Radit, sesekali terlihat Radit yang mencuri pandang dengan Rin memperlihatkan wajah sok sombongnya. Tak terima dipandang seperti itu oleh Radit, Rin pun kembali berulah dengan menyoraki nama Alex.
"KAK ALEX SEMANGAT YAAAA!!" teriak Rin dengan sangat kencang membuat seluruh penonton menatapnya sekilas, tapi Rin tak peduli dengan hal itu dan terus saja menyemangati Alex, sementara Radit terus membalas dengan wajah sombong karena hampir semua gadis menyoraki dirinya.
"Rin please berhenti! aduh gue duduk di samping luh kok malu ya," sahut Gita sembari mencoba menutupi wajahnya saat Rin berteriak dengan gila.
"Huft.."
__ADS_1
......................
10 menit sejak pertandingan dimulai pun telah berlalu dan kini adalah saatnya break time. Kedua tim pergi ke pinggir lapangan untuk minum dan mendinginkan diri mereka.
Skor saat ini adalah 9 untuk Universitas Gading Jaya dan 5 untuk Universitas Agung Podomoro.
"Kak ini buat kak Alex!" Rin menghampiri tim basket kampusnya dan memberikan minum untuk Alex.
Melihat hal itu Radit dibuat semakin kesal, jujur sebenarnya Radit juga tak tau kenapa bisa dia sekesal itu saat Rin lebih dekat dengan Alex daripada dirinya, mungkin kah yang dikatakan Rin benar? Bahwa dia cemburu?
"Mana buat gue?" sahut Radit tanpa menoleh kearah Rin yang terlihat begitu senang berada di hadapan Alex. Rin yang tau bahwa dirinya lah yang di tanyakan oleh Radit pun langsung menghampiri suaminya itu.
"Ini untuk kak Radit," seru Rin sembari memberi kan minuman rasa kesukaannya Radit. "Spesial!" bisik Rin tiba-tiba di telinga Radit, membuat Radit yang mendengarnya langsung bertingkah menjadi aneh.
"Apa-apaan sih loh?" Radit melotot melihat Rin yang tiba-tiba berbicara di telinga nya itu, dengan sangat aneh dia pun menatap wanita yang ada di depannya tersebut.
"Bukan apa-apa. Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya, bye Kak Radit!" ucap Rin pergi sembari tersenyum dan melambaikan tangannya. Sementara Radit masih terpaku bingung.
"Hey bro! Luh sebenarnya siapa nya Rin sih? Kok gue liat kalian dekat banget ya? Terus kemarin kalian pulang bareng juga kan?" Tiba-tiba saja Alex menepuk punggung Radit, dan menanyakan hal tersebut yang sudah membuatnya bingung sejak tadi.
"DIA KEKASIH GUE!" seru Radit tiba-tiba karena kaget saat Alex menepuk punggung nya.
Mendengar pernyataan itu Alex menaikkan satu alisnya, "Kekasih? Kalian berpacaran? Atau sudah—" ucapan Alex langsung terpotong oleh Radit yang dengan cepat bertanya pada dirinya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Loh sendiri apa? Apa hubungan kalian?"
"Kami? Hanya kenalan masa kecil saja, aku pernah bertemu dengan Rin sekitar kelas 3 SD, dan selama 2 tahun kami menjadi teman, aku juga tak yakin bagaimana bisa aku masih mengingat wajahnya sampai sekarang, begitupun dengan dia," jawab Alex yang dengan mudah nya teralihkan.
__ADS_1