
Saat ini 51 Orang perwakilan dari setiap perusahaan besar yang ada di Indonesia, juga Mr.Max yang menjadi satu-satunya pengusaha asal Amerika sudah duduk di kursi mereka masing-masing.
Beberapa saat kemudian, asisten Mr.Max yang sedari tadi berdiri di sampingnya pun membuka rapat tersebut.
"Selamat siang semuanya, sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada anda-anda semua yang sudah mau hadir di acara sekaligus rapat yang di adakan oleh Maxert Company. Dan saya Agus Wijaya selaku asisten pribadi Mr.Max selama di Indonesia yang akan memimpin rapat kali ini," ucap si asisten membuka acara dengan kata-kata sambutannya, sekaligus memperkenalkan dirinya.
"Lalu untuk nona muda Rin yang ada disana," seru Agus sembari menunjuk Rin yang duduk di kursi VIP, "Meski ini pertemuan pertama anda dengan kita semua, namun anda dapat mengikutinya dengan baik, saya mengucapkan terimakasih," lanjut Agus
Saat mendengar Rin yang mendapatkan sambutan khusus, juga melihat Rin yang duduk di kursi VIP, semua orang pun melihat ke arahnya, semua pemilik mata yang Melihat Rin pun tersenyum.
Namun dari pemilik 52 pasang mata yang ada di sana, ternyata ada dua orang yang tidak tersenyum pada Rin.
Terlebih lagi saat tahu Rin lah yang duduk di kursi VIP itu, mereka berdua menjadi semakin kesal. Mereka yang duduk di kursi yang berada kurang lebih ditengah memandang Rin dengan tatapan tak suka cukup lama.
"Dasar! Beruntung banget dia bisa mewakili perusahaan milik calon mertua gue!! Jadinya dia bisa duduk disana dan mendapatkan perlakuan istimewa! Isshh nyebelin banget!!" ucap salah seorang dari mereka, yang tak lain adalah Sora.
"Tau tuh! dia kan anak Pak Pramana, kok bisa sih dia malah mewakili perusahaan keluarga Surya? Sebenarnya apa hubungan Rin dengan keluarga Surya?" sahut orang yang satunya lagi dengan nada kesal sekaligus bingung, dan tentu saja orang itu adalah Gara.
Plankk .... Plankk ... Plankk
Tiba-tiba saja terdengar suara tepuk tangan dari Agus yang bermaksud untuk kembali meminta perhatian, karena perhatian semua orang saat ini sedang teralihkan ke Rin.
Saat mendengar suara tepuk tangan dari Agus, semua orang pun langsung kembali melihatnya.
"Baik semuanya, kali ini Mr.Max lah yang akan memberikan beberapa kata sambutan," ucap Agus lalu kemudian dia mempersilakan Mr.Max untuk berdiri dari kursinya.
__ADS_1
"Halo semuanya saya Max, terimakasih karena sudah mau memenuhi undangan dari saya, saya harap acara dan rapat ini akan berjalan dengan lancar, dan membawa keuntungan bagi kita semua," ucap Mr.Max dengan bahasa Indonesianya yang sedikit kaku, dia juga masih menggunakan logat kas Amerikanya.
Semua orang pun bertepuk tangan dengan meriah untuk menyambut kata sambutan dari Mr.Max, setelah itu Mr.Max kembali duduk di kursinya.
"Baiklah semua langsung saja saya masuk ke pembahasan utama kita," seru Agus sembari menekan sebuah remote kecil yang sedari tadi dia pegang.
Tak lama setelah Agus memencet tombol yang ada di remote tersebut, sebuah proyektor pun menyala, sinar yang keluar dari proyektor itu langsung mengarah ke layar proyektor yang memang sudah ada sejak tadi.
Di layar itu kemudian di tampilkan sebuah gambar dilengkapi dengan data-datanya.
"Ini adalah tujuan utama dari rapat yang kita selenggarakan saat ini," ucap Agus sembari menunjuk sebuah slide powerpoint, dimana terdapat kata-kata mengenai tujuan dari rapat yang saat ini mereka lakukan disana.
"51 orang yang merupakan perwakilan dari 51 perusahaan yang ada di Indonesia, telah kami kumpulkan saat ini untuk menjalin kerja sama. Anda yang ada disini adalah perwakilan dari perusahaan-perusahaan terbesar di bidangnya masing-masing. Karena perlu Anda sadari, bahwa Anda semua yang berada disini mewakili sebuah perusahaan yang bekerja, dan menghasilkan sesuatu di bidang yang berbeda-beda," lanjut Agus menjelaskan.
"Apa? benarkah itu?" Suara-suara para perwakilan perusahaan pun mulai terdengar, meski sangat pelan namun suara-suara itu cukup jelas ketika sudah bergabung di udara.
Seketika semua orang pun juga memperhatikan yang lainnya, dan ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh Agus.
Mereka semua yang berada disini berasal dari perusahaan yang menghasilkan produk-produk atau bekerja di hal yang berbeda.
Plankk .... Plankk .... Plankk
Agus kembali bertepuk tangan untuk mengambil perhatian orang-orang yang sudah mulai ricuh itu. Saat semua orang sudah kembali memperhatikannya dia pun bersuara.
"Baik semuanya tolong perhatiannya kembali!" Agus kembali bersuara dan sedikit menguatkan suaranya, agar dapat didengar oleh para perwakilan perusahaan yang sudah sibuk dengan percakapan mereka sendiri.
__ADS_1
"Saya disini akan langsung menyebutkan 10 perusahaan yang sudah pasti akan bergabung dalam aliansi kerjasama antar pengusaha ini. Untuk perusahaan yang lainnya, kalian bisa mengajukan data kepada pihak kami untuk diseleksi terlebih dahulu. Sertakan di data tersebut, akan seperti apa perusahaan kalian sehingga dapat berpengaruh dalam aliansi ini. Lalu untuk semua perusahaan yang bergabung, akan mendapatkan investasi dari Maxert Company," lanjut Agus.
Ketika mendengar kata "mendapatkan investasi" semua orang dari setiap perwakilan perusahaan yang ada disana pun menjadi riang, dan berharap bahwa perusahaan merekalah yang akan terpilih.
Investasi besar dari Maxert Company sudah tak asing lagi di telinga para pengusaha Indonesia, jelas jika semua orang pasti sangat berharap untuk dapat bergabung dalam aliansi kerja sama itu sekarang.
Selang beberapa menit Agus pun mulai menyebutkan satu persatu dari 10 perusahaan yang telah dipilih tanpa perlu mengumpulkan data.
"Perusahaan utama milik keluarga Surya, Cahaya Abdi Sentosa. Kami memilihnya karena perusahaan ini merupakan induk dari segala anak cabang usaha milih keluarga Surya, dan perusahaan ini sangat berpengaruh di dunia internasional."
"Perusahaan Damai Adi Bangsa milik keluarga Adi Putra. Produk yang dihasilkan pada perusahaan ini sangat berkualitas sehingga menarik perhatian kami."
"PT. Alam Jaya milik keluarga Sufiks, hasil kerajinan kayu yang dihasilkan oleh PT ini sangat menarik peminat para penduduk internasional terutama di benua Eropa."
"Perusahaan Beauty Investama milik keluarga Daerama yang menghasilkan produk-produk kecantikan berkualitas dan sangat banyak peminat."
Agus berhenti sejenak untuk mengambil napas setelah mengucapkan 4 nama perusahaan yang terpilih. Dimana keempat perusahaan itu merupakan perusahaan yang diwakilkan oleh Rin, Gara, Alex, dan Saskia.
"Selanjutnya PT.Nusa Nugraha, PT.Makmur Abadijaya, Perusahaan Citra Pramana, Perusahaan Astara Cinta, Perusahaan Makmur Kahuripan, dan yang terakhir PT.Abadi Cahaya."
Agus menyebutkan 6 Perusahaan selanjutnya dengan cepat dan tanpa penjelasan, hal ini karena permintaan dari Mr.Max, Mr.Max mengatakan bahwa akan terlalu membuang waktu jika dijelaskan satu persatu, jadi biarkan mereka yang melihat dan membacanya sendiri dari powerpoint yang sudah ada.
Lalu selang beberapa menit setelah Agus mengucapkan 10 perusahaan yang telah dipilih, ke-10 perwakilan pun maju ke depan, lalu berdiri di sebelah Agus.
Agus pun meminta kepada perwakilan perusahaan yang lainnya untuk memberikan tepuk tangan selamat kepada kesepuluh perusahaan yang sudah terpilih.
__ADS_1
"Dengan begini maka selesai sudah rapat yang kami adakan, untuk perusahaan lain yang tidak terpilih, kami tunggu data dari anda semua. Saya Agus Wijaya mengucapkan terimakasih sekaligus maaf yang sebesar-besarnya kepada anda semua yang hadir di rapat ini, dan sampai jumpa dilain waktu," ucap Agus memberikan kalimat penutupnya.