Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 39. Gue Lawan Luh!


__ADS_3

Seorang wanita cantik dan populer di kampus, wanita yang begitu Rin dan teman-temannya kenal, wanita yang awalnya menjadi musuh mereka namun kini telah menjadi teman.


Ya siapa lagi sosok wanita itu jika bukan Saskia sang ketua BEM. Terlihat Saskia sedang berdiri tepat di antara Sora dan Rin, matanya menatap tajam ke arah Sora, tangannya menggenggam erat tangan Sora agar tidak dapat bergerak dan melanjutkan aksinya.


"Lepasin!" Teriak Sora sembari terus mencoba menarik keluar tangannya itu dari genggaman erat Saskia.


Beberapa saat setelah Sora berusaha, Saskia pun melepaskan genggamannya, dia melempar jauh tangan Sora yang ingin menyakiti Rin itu.


Kemudian Saskia sedikit mendorong Sora agar menjauh dari Rin, matanya perlahan melihat Sora dari atas sampai bawah, tangannya dengan usil memutar Sora hingga berputar 360°, lalu dia kembali menatap Sora yang sudah merasa tak nyaman itu.


Saskia mendekati wajahnya ke Sora, hingga membuat hampir tidak ada cara antara mata mereka, selama beberapa detik Saskia mempertahankan posisi itu, lalu kemudian dia kembali menjauh.


"Wah ... Wah ... Siapa gadis ini? Dia kah si anak baru yang sedang dibicarakan itu?" Ucap Saskia yang akhirnya bersuara.


"Bener Kak Saskia! Malah orangnya sombong banget lagi!" Sahut Putri menjawab pertanyaan Saskia tadi dengan nada yang kesal.


"Oh gitu ... Luh anak baru tapi udah berani nyari masalah disini ya! Udah gak betah kuliah disini? Atau luh langsung gak nafsu setelah melihat mahasiswa-mahasiswi disini pada gak selevel sama luh? Iya?!" Seru Saskia dengan suara yang sedikit berteriak, Saskia pun mengatakan hal itu sembari menatap tajam ke arah Sora.


"Apa luh hah?! Memang kalian semua gak selevel sama gue, lagian luh siapa?! Datang-datang langsung ganggu gue, mau jadi pahlawan kesiangan nya Rin Luh?!" Balas Sora dengan nada dan gaya bicara yang hampir sama dengan Saskia.


Mendengar hal itu Saskia kembali mendekatkan wajahnya dengan Sora, "Luh gak kenal sama gue? Ya jelaslah ya, soalnya luh masih anak baru disini! Dan yang luh bilang itu juga benar, luh gak selevel sama anak-anak Gading Jaya yang masih punya akhlak! Level luh ada dibawa kami semua!!"


"Kurang ajar luh!!" Sora yang kesal kembali mengangkat tangannya, dengan cepat dia melayangkan tangannya tersebut ke arah wajah Saskia, namun Saskia jauh lebih cepat dari Sora, dia mampu menangkis serangan tersebut.


Kini tangan Sora kembali di genggam oleh Saskia, perlahan Saskia mendekatkan bibirnya ke telinga Sora, "Lawan Luh itu Gue!" Gumam Saskia tepat di samping telinga Sora tersebut.


"Bukan Rin, atau yang lainnya," Ucap Saskia lagi lalu kembali melepaskan tangan Sora dan menjauh darinya.


"Gue pernah ada di posisi kayak luh sekarang, jadi gue gak bakal kalah sama luh dalam hal seperti ini, luh gak bakal bisa nyakitin gue, teman gue, ataupun anak-anak lain di kampus ini. Cuma gue yang boleh ngelakuin hal kayak gitu disini, meski sekarang gue udah gak ngelakuin yang kayak gitu lagi," Lanjut Saskia.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Saskia meraih tangan Sora, dia tersenyum dengan senyuman yang sulit untuk di artikan, "Ada apa dengan orang ini?!"


"Rin, boleh?" Lirih Saskia sembari melirik Rin sebentar, kemudian kembali melihat Sora dengan senyuman nya itu, "Ya, kalau untuk orang kayak dia silahkan saja Kak," Balas Rin.


Senyum di wajah Saskia pun semakin melebar, membuat Sora menjadi sangat ketakutan, bahkan Gita, Putri, dan Sofia pun ikut merinding melihat hal tersebut.


"Boleh apa nih?" Tanya Sofia yang penasaran dengan maksud dari pertanyaan Saskia barusan.


"Mengeksekusi anak baru yang angkuh ini," Jawab Saskia dengan nada yang menyeramkan juga senyuman yang semakin tak dapat diartikan.


"A–apa maksud mu?" Tanya Sora dengan gugup karena saking ketakutannya, dan tanpa sadar tubuhnya sudah benar-benar gemetar saat ini.


"Maaf telat memperkenalkan diriku! Aku Saskia ketua BEM di kampus ini, sekaligus temannya Rin. Karena luh udah berani melanggar peraturan di kampus ini, yaitu untuk tidak membully, terlebih lagi tadi luh mau nyakitin Rin. Makanya sekarang gue bakal kasih hukuman yang setimpal buat wanita cantik yang ada di depanku saat ini!" Balas Saskia dan langsung membuat Sora kaget.


Disaat Sora masih tak percaya dengan apa yang Saskia katakan, disaat dia masih terpaku dan sulit untuk bergerak karena ketakutannya itu, Saskia menariknya begitu saja untuk pergi meninggalkan kelas tersebut.


"TIDAK!!"


......................


Saat semua mahasiswa-mahasiswi tengah menikmati waktu istirahat mereka, si anak baru Sora malah sedang dihukum oleh para BEM.


Di lapangan Universitas Gading Jaya, terlihatlah Saskia bersama 2 anggota BEM lainnya sedang mengawasi Sora yang tengah dihukum itu.


Sebuah kalung yang terbuat dari tali rafia, juga karton bertuliskan "Aku pembully, maaf semua" tergantung di leher Sora. Wajah cemong karena bedak, juga kaki ceker ayam yang disuruh untuk berlari mengelilingi lapangan memperindah masa hukumannya.


Ditambah lagi begitu banyaknya mahasiswa/i yang melihat dia saat ini, membuat Sora semakin malu, dia pun berlari dengan terus menundukkan kepalanya.


"Bukankah itu Sora anak baru di kelas kita? Mengapa dia dihukum seperti itu di hari pertamanya kuliah?" Tanya salah satu mahasiswi yang sedang menonton hukuman Sora tersebut.

__ADS_1


"Dia tadi mau nampar Rin, untung aja Kak Saskia datang, tapi itu anak malah berani-beraninya ngelawan Kak Saskia," Jawab mahasiswi yang lainnya, yang dimana dia juga merupakan teman Rin yang melihat aksi Sora di kelas tadi.


"Ahh begitu, ku pikir dia anak yang baik, ternyata tidak ya! Wajah aja yang cantik, tapi jahat," Sahut mahasiswi yang lainnya.


Dan kini Sora yang terus mengelilingi lapangan itu sudah merasa sangat lelah, meski dia baru berlari mengelilingi lapangan sebanyak 4 kali, namun tetap saja itu jumlah yang berat buat dirinya yang tak terbiasa dengan hal seperti itu.


"Huft ... Huft ..."


Sora berhenti dari larinya tepat di hadapan Saskia juga kedua orang anggota BEM yang lainnya itu.


Sora memegangi lututnya sambil terus mengatur napas, keringat juga sudah terus bercucuran dari tubuhnya tersebut.


"Huft ... Huft ... Kak Saskia, udah ya! Aku capek banget, gak kuat!" Seru Sora mengeluh, Saskia melirik sejenak jam yang ada di tangannya, kemudian kembali melihat Sora.


"Waktu hukuman mu seharusnya 15 menit, dan selama itulah kamu seharusnya berlari mengelilingi lapangan ini, udahan? Tidak ada keringanan dalam melaksanakan hukuman di Universitas Gading Jaya," Balas Saskia dengan nada bicara yang tegas.


Kini Saskia benar-benar sangat berbeda saat menjadi Saskia sebagai murid Universitas Gading Jaya, dan Saskia yang sebagai ketua BEM, Saskia yang sebagai ketua BEM saat ini benar-benar sangat berwibawa.


"Tapi Kak, aku benar-benar udah gak ku—" Sora kembali memohon, namun kalimatnya dipotong oleh Saskia.


"Kalau begitu berdiri sajalah ditengah lapangan ini selama sisa waktu hukuman mu yang tersisa, dan katakan 'Aku sudah mencari gara-gara di hari pertamaku kuliah, aku anak yang nakal, maafkan aku semuanya' sebanyak 10 kali selama kamu berdiri di lapangan ini," Ucap Saskia yang sedikit merasa kasian melihat anak manja yang sudah sangat kelelahan meski baru berlari 4 putaran itu.


Dengan cepat Sora pun setuju, kakinya memang sudah tidak sanggup untuk berlari lagi, namun kakinya masih sanggup jika hanya harus berdiri di tengah lapangan selama kurang lebih 7 menit dari waktu yang tersisa


Mulutnya juga akan melakukan apa yang dikatakan oleh Saskia tadi, jika memang itu bisa membuatnya untuk tidak perlu melanjutkan larinya tersebut.


"Baik Kak aku mau!" Balas Sora dengan cepat, dia pun segera berjalan menuju ke tengah lapangan tersebut setelah Saskia memberinya aba-aba.


"Ingat ya Akira Sora, di kampus ini, Gue lawan Luh, bukan orang lain!" Saskia berbisik ketelinga Sora tepat sebelum Sora menuju ke tengah lapangan.

__ADS_1


__ADS_2