Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 6. Hal Mengejutkan


__ADS_3

Setelah melewati dua hari hanya di rumah saja, akhirnya sekarang Rin sudah masuk kuliah. Dia pun langsung kembali aktif dan berbincang dengan para teman kelasnya.


Banyak orang yang bertanya apa sebenarnya yang terjadi dengan Rin, ditambah dengan kenyataan bahwa tiga hari yang lalu sopir Radit menjemput Rin dengan mobil mewah dan memanggilnya dengan sebutan nona


kemudian besoknya Rin langsung tidak masuk kuliah selama dua hari sama seperti Radit yang juga tidak masuk selama dua hari, lalu Radit yang sampai menanyai kemana Rin saat tak masuk kepada Gita.


Banyak yang penasaran tentang hubungan apa yang saat ini ada diantara mereka berdua, banyak yang menduga bahwa Rin yang tidak masuk sekolah pasti berkaitan dengan Radit.


Tapi Rin hanya menjawab semua itu sebagai kebetulan. Tentu tak mungkin dia menceritakan tentang kemalangan nya kepada semua orang, setidaknya cukup hanya Gita yang tau.


Namun setelah mengalami banyak hal teman Rin menjadi semakin banyak, terlebih lagi dari kelasnya. Orang-orang yang awalnya mengira kalau Rin hanya anak baru yang malang, juga ada yang mengira bahwa Rin hanyalah cewek kecentilan, akhirnya tau bahwa Rin tak seburuk yang dikabarkan, apalagi setelah melihat Rin sebagai siswi yang pintar di kampus.


......................


Entah bagaimana bisa hari berlalu terasa begitu cepat terutama bagi Rin, hari-hari berat yang dia lewati selama ini sudah tak pernah berkunjung lagi.


Sudah 4 hari berlalu sejak terakhir kali dia bertemu dengan Radit ketika Radit menemuinya di rumahnya, lalu sampai sekarang dia masih belum melihat Radit lagi. Bahkan si senior yang dia benci itu tak pernah muncul dan mendesak Rin untuk melakukan apa yang dia inginkan.


Hal ini membuat Rin benar-benar sangat senang, akhirnya mungkin dia bisa terlepas dari orang kejam itu, tapi sebenarnya dia juga penasaran dengan apa yang terjadi dengan Radit, mengapa dia tak mengganggu Rin lagi?


"Woii lagi mikirin apa?" teriak Gita sembari memukul meja Rin dan membuat nya kaget. Rin yang kesal hanya bisa mengelus dada saat melihat Gita yang sudah mulai cengengesan.

__ADS_1


Lalu Rin pun menceritakan apa yang dia rasakan saat ini, Rin juga menceritakan apa yang terjadi saat Radit menemuinya. Gita diam mencermati, berusaha menangkap apa yang terjadi antara si senior dengan sahabat nya itu.


"Apa mungkin Kak Radit udah gak mau ganggu loh lagi? Mungkin aja selama ini kak Radit anggap loh gak keberatan lakuin apa yang dia suruh, nah jadi pas tau apa isi hati loh sebenarnya dia jadi berhenti deh," terka Gita yang kemudian duduk disamping Rin.


"Masa sih Git? Kayak gak mungkin deh kalau itu yang ada di pikiran senior kejam itu," balas Rin, dan Gita hanya menggeleng.


Rin terus memainkan pensil ditangannya dan mencoba berpikir, dia juga tidak tau alasan sebenarnya sampai-sampai dia mau memikirkan sih senior itu, untuk apa dia memikirkan alasan kenapa dia dilepaskan dari hukuman si Radit?


......................


Hari Minggu pagi menjadi cukup merepotkan bagi Rin, pagi-pagi sekali Pramana sudah menyuruh putrinya itu untuk berpakaian dan berdandan sebaik mungkin. Rin pun juga sudah menanyakan kenapa dia harus melakukan hal itu, tapi Pramana hanya mengatakan bahwa mereka harus mendatangi pertemuan penting.


Mendengar hal ini jelas Rin akan melakukan sebaik mungkin untuk membantu ekonomi keluarga nya, itu sebabnya dia menuruti perkataan papanya untuk tampil cantik hari ini.


Sudah dari pukul 5 pagi, tepat setelah selesai shalat subuh mereka mulai mempersiapkan semuanya. Dan kini jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, segera mereka menancapkan gas menuju lokasi tempat pertemuan.


Awalnya Rin berpikir bahwa pertemuan penting yang akan mereka hadiri ini didatangi oleh banyak orang-orang penting dari berbagai sektor usaha. Tapi ternyata setelah sampai, tempat tersebut benar-benar sepi, hanya ada beberapa orang dan juga pengawal berpakaian serba hitam dengan badan tegap nya.


Rin dan Pramana turun dari mobil, lalu melangkah menuju pintu besar yang di jaga oleh dua pengawal di kanan kirinya. Rin pun baru menyadari bahwa tempat yang ia datangi itu adalah sebuah rumah, wajar dia tak sadar dari tadi, mungkin karena rumah itu benar-benar megah, dengan taman yang luas juga ditambah dengan warna rumah tersebut yang membuat nya semakin mewah.


"Silahkan masuk tuan, Pak Surya sudah menunggu di dalam." Salah seorang pengawal yang berada di samping pintu itu membukakan pintu untuk Rin dan papanya. Berbeda dengan Pramana yang membalas dengan anggukan kecil, Rin justru terlihat sangat kaget dan kebingungan.

__ADS_1


Surya? Apa yang pengawal itu maksud papanya Radit? Apa yang akan aku lakukan disini? Banyak pertanyaan yang tiba-tiba saja muncul di kepala Rin, tapi Pak Pramana tidak merespon wajah bingung putrinya itu dan justru menarik Rin agar lebih cepat berjalan.


Ketika telah masuk cukup dalam ke rumah mewah tersebut, terlihat lah 2 orang pria yang sedang duduk di sofa dengan baju sangat rapi dan tampilan yang elegan.


"Pa kita ngapain kesini?" seru Rin yang akhirnya tak dapat menahan pertanyaan nya lagi setelah melihat kedua pria itu, mereka adalah Radit dan juga papanya, Pak Surya.


"Sepertinya anda cukup kaget nona Rin, ayo silahkan duduk dulu," sapa pak Surya dengan rama sembari berdiri dan mempersilahkan keluarga Rin untuk duduk di sofa yang berada tepat dihadapannya.


Jarak sofa itu pun tak terlalu jauh, hanya dipisahkan oleh meja yang tak terlalu besar, hal ini membuat Rin semakin canggung, terlebih lagi dia duduk tepat di depan Radit. Berbeda dari Rin, Radit masih dengan sikap nya yang dingin dan seolah-olah tidak peduli dengan apa terjadi.


"Sebelumnya saya minta maaf karena membuat acara pertemuan ini menjadi sedikit mendadak, dan hal ini pun juga mungkin sangat mengejut kan untuk kalian berdua." Surya mencoba memecahkan keheningan diantara mereka, Pramana yang merasa menerima kode pun ikut membantu mencairkan suasana antara 2 anak muda itu.


Mereka pun sedikit berbasa-basi dan bercerita, kemudian diikuti dengan sarapan bersama, tapi tetap saja Radit dan Rin masih belum bersuara dari tadi. Ruangan yang luas tapi sepi itu pun semakin menambah kesan misterius bagi Rin.


"Huft ... Baiklah saya rasa sudah cukup basa-basi nya, kita langsung masuk ke inti saja." Surya menghela nafas kemudian melanjutkan kalimat selanjutnya dengan nada yang serius.


Cukup panjang kalimat yang dikatakan oleh Surya hingga membuat Rin dan Radit tak mencerna semuanya. Tapi dua kalimat yang keluar di akhir perkataan Surya membuat Rin dan Radit sontak kaget, dan saling melotot tak percaya.


"Kalian sudah kami jodohkan jauh sebelum kalian saling mengenal. Dan sekarang kita akan menentukan tanggal pernikahan kalian yang akan dilaksanakan bulan ini juga."


"APAA?!"

__ADS_1


__ADS_2