Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 40. Kehangatan Pertemanan


__ADS_3

Satu meja panjang di kantin yang memiliki 8 kursi di tempati oleh Rin, Radit, Alex, Gita, Fathur, Saskia, Putri, dan Sofia.


Mereka memesan satu menu makanan dan minuman yang sama, yaitu nasi goreng juga fanta.


Setelah sekitar 15 menit mereka menunggu makanan yang telah mereka pesan, akhirnya makanan itu pun datang.


Lima orang pelayan kantin pun mengantarkan makanan juga minuman ke meja delapan teman itu. "Silahkan, ini nasi goreng dan fanta nya."


"Terimakasih buk," seru delapan orang itu secara berbarengan, kelima pelayan itu mengangguk lalu pergi setelah sudah meletakkan semua makanan, dan minuman yang di pesan di atas meja panjang tersebut.


"Makasih banyak kak Alex traktiran nya!" ucap Rin, Gita, Putri, Sofia berbarengan dengan nada yang sangat senang.


"Iya sama-sama, udah ayo semuanya makan," balas Alex diiringi dengan senyumannya.


Beberapa detik setelah Alex mempersilahkan ketujuh temannya untuk makan, mereka pun mulai melakukan ancang-ancang untuk menyantap hidangan di depan mata mereka itu.


Tangan mereka meraih sendok dan garpu yang diletakkan di sebelah kanan atas piring mereka, lalu meletakkan sendok dan garpu tersebut ke atas piring yang sudah berisikan nasi goreng itu.


Putri, Saskia, dan Fathur berdiri untuk menuangkan 3 botol fanta ke masing-masing gelas mereka.


"Terimakasih," ucap lima orang lainnya saat gelas mereka telah dituangi fanta hingga hampir penuh oleh Putri, Saskia, dan Fathur.


Setelah menuangkan fanta tersebut ke gelas mereka bertiga juga, mereka pun duduk untuk mulai menyantap nasi goreng tersebut.


"Selamat makan!" seru delapan orang teman itu berbarengan, mereka pun mulai menyantap nasi goreng yang telah di pesan itu.


Sesekali tangan mereka meraih gelas untuk meminum fanta, cerita dan tawa pun menghiasi makan mereka.


Disela-sela makan mereka Saskia berhenti menyendok nasi gorengnya itu selama beberapa saat, "Terimakasih," lirihnya.

__ADS_1


Seketika pandangan ketujuh orang lainnya menatap Saskia dengan bingung.


"Awalnya aku pikir gak akan ada orang yang mau maafin aku, terlebih lagi atas semua perilaku ku selama ini, lalu Rin datang dan menyemangati ku disaat aku sedang berada di situasi yang sedang tidak baik-baik saja," lirih Saskia dengan kepala yang menunduk.


"Rin memberikan ku banyak sekali kata-kata yang berharga, hingga mampu mengubah pandangan pikiran ku. Lalu setelah itu, secara perlahan kalian semua juga mulai mau untuk berteman dengan ku," Lanjut Saskia.


Setelah itu secara perlahan Saskia mengangkat kepalanya, lalu memandang satu demi satu ketujuh orang yang kini telah menganggapnya sebagai teman.


"Terimakasih, berkat kalian aku bisa merasakan situasi seperti saat ini, dimana kita makan bersama dalam satu meja makan, dan ini semua benar-benar terasa hangat untuk ku. Tadi aku sempat berpikir, mungkinkah ini mimpi? Tapi ternyata ini nyata ya," Ucap Saskia lagi dengan suara yang begitu emosional.


Rasa syukur, berterima kasih, tak percaya, juga sedih bercampur dalam perkataan Saskia saat ini.


Rin, Gita, Sofia, dan Putri berdiri, lalu kemudian mereka melangkah menuju kursi Saskia, dan setelah itu mereka langsung memeluk Saskia dengan cukup erat.


"Sama-sama kak!" Ucap mereka berempat berbarengan, pelukan itu pun memberikan rasa kehangatan bagi mereka berlima yang sedang berpelukan.


"Cckk ... Gak asik!" decak Fathur dan Alex. "Hahaha ..." Dan para wanita itu hanya tertawa melihat hal tersebut.


Beberapa menit setelah itu mereka pun sudah kembali duduk di kursi mereka masing-masing.


......................


"Bye semuanya!!! And ingat ya Radit, Fathur, nanti sore ada rapat untuk seluruh anggota BEM," seru Saskia sebelum akhirnya dia pergi terlebih dahulu meninggalkan meja makan tersebut.


Radit pun hanya membalas perkataan Saskia barusan dengan anggukan pelan. "Loh emangnya kak Radit anggota BEM?" tanya Rin bingung.


"Astaga Rin, kamu lupa waktu pertama kali kamu masuk kuliah? Kan Aku, Radit, kak Saskia, sama anak anggota BEM lainnya yang hadang kamu," sahut Fathur menjawab pertanyaan dari Rin.


Setelah mendengar itu pun wajah Rin mulai terlihat seperti sedang mengingat-ingat sesuatu, beberapa saat setelah itu matanya sedikit melotot, mulutnya pun juga sedikit menganga.

__ADS_1


Rin menaikan satu jarinya yaitu jari telunjuk ke atas, kemudian meletakkan jari itu tepat di samping keningnya.


"Aku ingat! Waktu itu ternyata kak Fathur juga salah satu orang yang menghadang aku pas mau ke kantin, ya selain kak Alex sama kak Saskia!" Seru Rin yang akhirnya mengingat semua kejadian saat dia pertama kali masuk ke universitas tersebut.


Fathur pun mengangguk tanda bahwa jawaban Rin benar. "Gimana Rin? Waktu itu jadi pengamalan buruk, atau malah jadi pengalaman yang tidak akan terlupakan nih?" sahut Putri dengan nada penasarannya.


Rin menutup matanya sejenak, meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya, "Hmm ... Kurasa pengalaman yang tak akan terlupakan, karena itu adalah saat pertama kalinya aku dan Radit bertemu!" jawab Rin dengan senyum.


Semua orang di sana pun tertawa kecil mendengarnya, kecuali Radit. Mata Rin akhirnya memandang Radit cukup lama, dia pun baru menyadari bahwa sedari tadi Radit hampir tidak berbicara sama sekali.


Rin yang mulai khawatir mendekatkan dirinya ke Radit, lalu sedikit memeluk tubuh Radit, "Sayang, kamu gak apa-apa? Wajah kamu—" ucap Rin dengan sangat pelan.


Tapi tiba-tiba ucapan Rin terhenti saat tubuh Radit yang dia peluk tadi semakin terasa berat, perlahan tubuh Radit mulai jatuh, Rin yang tak kuat pun ikut terduduk di buatnya.


"Kak Radit!! Radit bangun! Radit!!" Teriak Rin dengan sangat khawatir saat kekasihnya sudah terbaring tak sadarkan diri dengan kepala di atas pangkuannya.


Yang lain pun juga sama kaget dan khawatirnya, dengan cepat Fathur dan Alex ingin membawa Radit ke UKS, namun Rin langsung meminta mereka berdua untuk mengangkat Radit ke dalam mobil milik Radit.


Rin mengatakan bahwa dia akan langsung membawa Radit ke RS, sebelum pergi menuju ke tempat parkiran, dengan cepat Rin meminta Gita, Sofia, dan Putri untuk melaporkan hal ini ke dosen, dan meminta izin.


Setelah Sofia dan Putri mengangguk, Rin pun langsung berlari menyusul Fathur dan Alex yang sudah terlebih dahulu membawa Radit.


"Kak Alex boleh tolong bawain mobilnya? Aku takut kalau kak Radit di belakang sendiri, dia bisa aja jat—" ucap Rin dengan sangat panik setelah Alex dan Fathur sudah meletakkan Radit di kursi belakang, namun kalimatnya terpotong oleh Alex.


"Sudah ayo cepat naik, biar aku yang menyetir," ucap Alex yang setuju, dengan cepat Rin pun masuk ke dalam mobil.


Dia duduk di kursi belakang, lalu meletakkan kepala Radit ke atas pangkuannya, "Sudah, ayo kak cepat!" pinta Rin dan Alex pun segera menancap gas.


"Huft ... Radit luh kenapa sebenarnya?" Gumam Fathur saat melihat mobil Radit yang dibawa oleh Alex perlahan menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2