Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 27. Mengulang Malam Pertama


__ADS_3

Setelah membuat Rin percaya bahwa apa yang dikatakan oleh Gara mengenai Rin itu salah, Radit pun melanjutkan ke langkah selanjutnya, yaitu membuat Rin kembali tersenyum dan melupakan semua masalah yang terjadi di pesta reuni tadi.


Kini mereka sudah duduk di atas karpet piknik yang telah disiapkan oleh pekerja di pantai itu, sudah ada begitu banyak makanan yang siap untuk mereka santap, namun Radit menunda makan mereka sebentar.


Radit terlihat seperti sedang mencari sesuatu di saku celananya, beberapa saat setelah dia cukup heboh mengambil apa yang ada di dalam saku celana itu, akhirnya kini berhasil dia gapai dan langsung dia keluarkan.


Sebuah kotak kecil yang terlihat mirip seperti kotak perhiasan, namun bedanya ini terbuat dari anyaman daun kelapa.


Radit memegang kotak itu di depan dirinya juga Rin, lalu kemudian secara perlahan dia membuka kotak tersebut, terlihatlah sebuah kalung dengan mutiara pink yang indah di dalam liontinnya.


"Radit, sejak kapan kamu membawa benda seperti itu?" Tanya Rin sembari melihat kalung itu dengan takjub.


"Karena pantai ini tidak menerima pengunjung secara umum, maka selain mengurusi pantai ini, para pekerja disini memiliki beberapa pekerjaan lain yang juga termasuk usaha keluarga Surya, dan pengrajin mutiara menjadi salah satu profesi para pekerja wanita disini, lalu kalung ini adalah salah satu hasil karya terbaik mereka. Tadi aku mengambilnya karena aku begitu tertarik saat pertama kali melihat kalung ini, aku yakin kamu akan cocok menggunakan ini Rin." Jawab Radit menjelaskan, senyum Rin pun melebar saat mendengar perkataan Radit tersebut.


Kemudian Radit pun memakaikan kalung itu ke leher kekasihnya. Kini kalung yang begitu indah tersebut telah melingkar di leher milik Rin, Rin memegang kalung itu dengan senyum manisnya. "Terimakasih Radit." Seru Rin yang kemudian menatap Radit, Radit membalasnya dengan anggukan kecil sembari tersenyum.


"Aku senang melihat mu sudah sebahagia ini Rin, mari kita lanjut makan." Ucap Radit dan akhirnya membuat Rin berhenti memandangi kalung barunya itu.


Mereka mencuci tangan mereka terlebih dahulu menggunakan air cuci tangan yang telah disediakan, lalu kemudian berdoa dan dilanjutkan dengan memakan semua hidangan yang ada di atas karpet piknik itu.


Mulai dari hidangan pembuka yaitu salad, makanan berat seperti nasi dan lauk lauknya, lalu ada makanan ringan seperti snack juga kue-kue, sampai ke hidangan pencuci mulut yaitu es krim yang diletakkan di dalam box es.

__ADS_1


Meski mereka berdua memiliki tubuh yang kurus, namun sepertinya lambung mereka cukup besar untuk memasukkan semua hidangan yang ada.


Sekitar 1 jam mereka menikmati hidangan itu, sembari memandangi pantai dengan ombak yang begitu indah, juga matahari yang mulai terbenam, semua itu pun menambah kesan romantis bagi mereka saat ini.


Dalam waktu 1 jam itu pula mereka berhasil menghabiskan semua makanan yang ada, hingga yang tersisa hanyalah kue-kue juga snack yang masih berbungkus. Radit dan Rin memang sengaja tidak memakan semua makanan ringan itu, selain perut mereka yang sudah tidak sanggup, mereka juga ingin berbagi dengan pekerja yang lain.


Jadi kue-kue dan snack yang masih berbungkus itu akan mereka berikan kepada para pekerja yang mungkin saja belum makan.


......................


Waktu pagi mereka lalui dengan tergesa-gesa, lalu waktu siang mereka lalui dengan penuh kekesalan, waktu sore mereka lalui dengan tangis sedih maupun bahagia juga tawa dan senyum yang ikut menyusul. Dan sekarang waktu malam pun tiba, waktu malam ini akan mereka lalui untuk beristirahat, tapi sebelum itu mereka telah melanjutkan kebahagiaan di waktu sore tadi saat waktu makan malam.


Sekarang Rin dan Radit sudah berada di atas kasur mereka, mereka juga sudah siap dengan baju tidur masing-masing. Namun ada atmosfer yang sedikit canggung di antara mereka saat ini.


"Rin, ayo kita lakukan apa yang seharusnya para suami istri lakukan di malam pertama pernikahan mereka. Saat itu kita tidak dapat melakukannya karena belum saling mengatakan cinta, namun karena saat ini itu sudah kita lakukan, maka aku ingin melakukannya!" Ucap Radit beberapa saat setelah dia menyusul istrinya itu untuk berbaring di atas kasur.


"Apa? A-aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan." Balas Rin dengan sedikit gugup.


"Tidak mengerti di bagian mana? Apa di bagian melakukan Sunnah Nabi itu?" Tanya Radit dengan santainya. Rin yang mendengar kalimat Radit itu langsung memukul pelan mulut Radit dengan pipi yang sudah merah merona.


"Kamu ya! Jangan ngomong jelas banget kayak gitu dong! Aku masih takut tau!!" Ucap Rin dengan kesal namun juga tak dapat menyembunyikan rasa malunya.

__ADS_1


"Tidak akan sakit kok, aku akan sangat hati-hati melakukannya," Balas Radit lagi yang masih berusaha untuk membujuk.


"Radit!! Ihh kok malah makin di perjelas?! Gak mau ah, kita masih kuliah tau, umurku masih 19 tahun tau, kamu juga masih 22 tahun kan?" Teguh Rin dan masih terus menolak.


"Huft ... Yasudah lah kalau begitu," Gumam Radit dengan nada yang sedih, Rin melihat sekilas suaminya itu, terlihatlah tampang murung di wajahnya.


"Kita lakukan saat umurku sudah seusia mu saat ini ya ..." Lirih Rin berusaha untuk membuat Radit kembali happy, namun usahanya sia-sia, Radit tetap diam dengan wajah murung nya.


Dan sejak saat itu suasana benar-benar hening bahkan sampai sekarang, mereka diam dan saling tak berbicara, namun keduanya juga enggan untuk tertidur, sejujurnya mereka berdua sama-sama bingung karena hal itu.


"Radit ... Aku ingin nanya sesuatu," lirih Rin yang berusaha memecahkan keheningan diantara mereka berdua. Radit hanya membalasnya nya dengan "Hmmm ..." sebagai tanda dia setuju untuk menjawab apa yang akan Rin tanyakan.


"Tadi saat kita masuk ke kawasan pantai ini, aku sempat melihat tulisan yang ada di atas gapura, tertulis disana Welcome to Rin Beach, mengapa namaku?" Lanjut Rin yang akhirnya menanyakan apa yang dia sempat bingungkan tadi.


"Pantai ini menjadi mahar pernikahan kita bukan? sejak saat itulah Papa mengubahnya menjadi namamu." Jawab Radit dengan dingin.


"Ahh ... Begitu ternyata," Balas Rin mengerti. "Satu pertanyaan lagi boleh?" Lanjut Rin karena masih ada satu hal lagi yang membuatnya penasaran.


Radit diam sejenak, "Tanyakan besok pagi saja, malam ini aku sudah sangat tidak mood untuk berbicara dengan mu, aku akan tidur sekarang juga." Ucap Radit dengan suara yang sangat lesu.


Beberapa saat setelah dia mengatakan itu, dia pun benar-benar telah tertidur, Rin memanggilnya beberapa kali namun tetap tidak di respon.

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti kamu marah, kalau begitu selamat malam bayi besar ku."


__ADS_2