
Di kantin saat ini semua orang sedang mengerumuni Saskia, bukan karena mereka ingin membicarakannya lagi, namun karena mereka ingin saling meminta maaf.
Tadi Saskia sudah terlebih dahulu meminta maaf kepada semua orang yang dia jumpai, dia meminta maaf kepada orang-orang yang pernah dia sakiti, bahkan yang tak pernah dia sakiti juga.
Setelah meminta maaf, Saskia pun mentraktir semua mahasiswa/i yang saat ini sedang makan di kantin tersebut, termasuk Rin dan teman-temannya.
"Itu Kak Saskia kenapa jadi beda banget? Ini beneran nih kita di traktir? Kok gue takut ya," Seru Gita yang bingung sembari tak henti-henti nya melihat Saskia yang sedang dikerumuni oleh orang-orang itu.
"Beneran Gita ... Udah deh dimakan aja, Kak Saskia emang orang baik kok!" Balas Rin dengan tersenyum yang justru malah membuat ketiga temannya itu semakin bingung.
Beberapa saat setelah itu Radit bersama dengan Alex juga Fathur datang, dan langsung duduk di tiga kursi kosong di meja yang sama dengan Rin dan teman-temannya.
"Itu Saskia kenapa?" Tanya Fathur yang bingung saat melihat orang-orang yang mengerumuni Saskia tersebut.
"Kak Saskia mentraktir semua orang di kantin ini kak," Sahut Sofia menjawab pertanyaan Fathur.
Alex dan Fathur pun saling memandang satu sama lain dengan bingung, "Hah? Tumben, ini dia gak kenapa-napa kan? Masalahnya tadi pagi dia masih nyari masalah loh," Seru Alex bingung.
"Aduh, kenapa kalian kaget dan gak percayaan amat sih sama sikap Kak Saskia sekarang? Nih ya aku kasih tau, tadi itu Kak Saskia udah minta maaf sama aku, terus setelah itu kami ngobrol-ngobrol deh, dan ternyata Kak Saskia aslinya orang baik kok," Sahut Rin menjelaskan.
Kini Radit pun juga ikut-ikutan bingung dan penasaran, "Maksudnya?"
"Isshh kok masih pada gak ngerti? Maksudnya itu sekarang Kak Saskia benar-benar udah jadi orang baik, Kak Saskia udah minta maaf sama aku, juga sama semua orang disini," Ucap Rin yang lagi-lagi harus menjelaskan.
"Ekkhmm ... Lagi ngomongin aku ya?" Suara seseorang masuk di antara pembicaraan mereka bertujuh, pemilik dari suara itu pun duduk di sisa kursi kosong dan bergabung dengan ketujuh orang tersebut.
"Eh Kak Saskia? E–enggak kok!" Ucap Putri, Gita, dan Sofia dengan panik, "Hahaha ... Udah santai aja! Oh ya kalian bertiga belum pesan makanan? Pesan sana, biar aku yang traktir semuanya!" Balas Saskia dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.
Semua orang di meja itu dibuat benar-benar bingung dan sulit untuk berkata-kata, fenomena aneh apa yang saat ini sedang terjadi?
"Kok pada diam sih? Yaudah aku yang pesanin ya, seperti biasa Fathur nasi goreng kepiting, Radit ngikut apa aja, dan Alex ... Hmm aku belum tau kamu sukanya makan apa," Seru Saskia.
Rin pun langsung menyahut, "Kak Alex suka ayam geprek telur asin pakai sambal mata Kak!"
"Ahh oke deh!" Saskia pun berdiri dari duduknya lalu pergi untuk memesan makanan.
__ADS_1
"Hei Rin! Kok luh santai gitu? Aduh gue merinding nih!!" Ucap Putri yang masih belum terbiasa dengan atmosfer aneh tersebut.
"Kan aku dah bilang kalau kak Saskia udah jadi orang baik sepenuhnya, udah deh ya jangan diambil pusing lagi, Kak Saskia tadi juga udah minta maaf ke kalian kan?" Balas Rin dan ketiga temannya pun mengangguk. "Nah yaudah, aneh gimana coba?"
......................
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, hampir semua mahasiswa/i Universitas Gading Jaya sudah meninggalkan kampus tersebut dan pulang ke rumah masing-masing.
Radit dan Rin pun saat ini sedang berada di dalam mobil untuk menuju ke rumah mereka.
"Saskia jadi kayak gitu setelah bicara sama kamu?" Tanya Radit di tengah-tengah keheningan di dalam mobil tersebut, Rin pun menjawabnya dengan anggukan kepalanya.
"Gimana ceritanya?" Tanya Radit lagi.
"Hmm ... Tadi aku ketemu sama Kak Saskia di toilet, terus tiba-tiba aja Kak Saskia minta maaf sama aku sambil nangis-nangis, dia bilang dia gak kuat kalau harus dimusuhi sama satu kampus, jadi aku berusaha buat nenangin Kak Saskia" Jawab Rin menjelaskan.
"Setelah Kak Saskia tenang, kami pun mulai cerita-cerita deh. Dan kamu tau, Kak Saskia juga cerita ke aku kalau kamu pernah pacaran sama empat cewek di kampus itu" Lanjut Rin dengan wajah kesal dan ngambek saat mengatakan kalimat terakhirnya. "Kenapa gak kasih tau aku?!"
"Habisnya itu kan gak penting, dia cerita juga gak alasan aku mau nerima mereka gitu aja?" Jawab Radit dan kembali bertanya.
"Siapa bilang aku kesepian? Aku cuma bosan aja!" Balas Radit yang tak terima karena dibilang kesepian oleh kekasihnya itu.
"Ya kamu kan bosan karena kesepian, hahaha... Kasian banget hidup kamu dulu sebelum ketemu sama aku ya!" Seru Rin dengan tawanya, Radit yang semakin kesal pun mencubit pipi Rin.
"Awww!! Sakit!!" Teriak Rin yang kesakitan karena Radit terus mencubit pipinya itu, "Biarin!"
Driinnggg ... Driinnggg
Di tengah canda gurau mereka, ponsel Radit bergetar tanda ada telpon yang masuk, saat melihat nama kontak yang menelponnya itu, dia pun langsung memberikan ponselnya tersebut kepada Rin karena dia sedang menyetir.
"Dari Papa Pramana," Ucap Radit sembari menyodorkan ponselnya dan langsung di raih oleh Rin.
Rin menggeser tombol untuk mengangkat telpon tersebut yang ada di layar ponsel Radit.
"Halo Pa ini Rin, ada apa?" Tanya Rin saat telpon mereka telah tersambung.
__ADS_1
"Loh Rin? Tadi papa telpon nomor kamu tapi malah tidak di angkat," Balas Pramana disana dengan nada bingung.
"Hehe maaf Pa, ponsel Rin habis baterai karena lupa di cas semalam," Ucap Rin sambil cengengesan.
"Kamu ini. Yasudah kalau begitu, sekarang kalian langsung ke RSJ Jakarta ya, mama kamu hari ini ternyata sudah boleh pulang," Seru Pramana.
Rin yang mendengar hal itu pun dibuat senang bukan main, dengan cepat dia menyuruh Radit untuk mengganti jalur dan pergi ke RSJ Jakarta.
Telpon tersebut pun akhirnya dimatikan setelah Rin membalas, "Iya Pa, Rin dan Kak Radit akan segera kesana!"
......................
Rin berjalan sendiri melewati koridor RSJ itu untuk menuju ke ruangan tempat mamanya di rawat, sementara Radit pergi ke toilet terlebih dahulu.
Sepertinya saat ini Radit memang sangat tidak bersahabat dengan perutnya, sudah dari sejak tadi pagi dia terus saja bolak-balik ke kamar mandi, meski sudah meminum obat, namun tetap saja perutnya itu tak kunjung membaik.
Setelah cukup lama Radit bertarung dengan perutnya di dalam kamar mandi, akhirnya dia keluar setelah merasa sudah lebih baik.
Dengan sangat terburu-buru Radit bergegas untuk pergi menuju ruangan mama mertuanya, ya sebelum akhirnya dia ditinggal karena terlalu lama berada di dalam toilet.
BBRRUUKKK...
Karena terlalu buru-buru, Radit sampai tidak memperhatikan jalannya, hingga membuat dia tidak sengaja menabrak seorang wanita, beruntungnya dia karena wanita itu tidak terjatuh, jika tidak mungkin masalahnya akan panjang.
"Maaf aku tidak sengaja, apa kau baik-baik saja?" Ucap Radit sembari memperhatikan wanita yang baru saja dia tabrak itu.
"Loh kalau jalan pakai mata dong! Kotor tau baju gue sentuhan sama baju loh itu!!" Seru si Wanita yang baru saja Radit tabrak, wanita itu masih terus memukul pelan baju dan rok yang dia gunakan tanpa melihat Radit sama sekali.
"Baju gue jadi penuh debu kan!" Lanjut wanita itu masih mengomel tanpa memandang pria yang menabraknya barusan.
"Maaf jika baju anda benar-benar menjadi kotor, berapa harganya? Biar saya bayar 2 kali lipat!" Ucap Radit yang sudah muak melihat tingkah sok Si wanita yang baru saja dia tabrak itu.
"Heh Loh! Loh gak akan mampu buat ngebayar baju mahal Gu—" Wanita yang tidak melihat Radit sedari tadi menghentikan kalimatnya, saat sepasang matanya itu bertemu dengan sepasang mata Radit.
"Radit?!"
__ADS_1