Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 52. Siuman


__ADS_3

"Jadi sekarang bagaimana Rin? Apa dua orang itu harus kita kasih pelajaran?" seru Putri setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukan mereka bertujuh.


"Iya benar! Mana si Sora dan Gara itu? Biar gue pukul mereka satu-satu!" sahut Saskia dengan nada yang geram dan marah, tangannya pun terlihat seperti sudah siap untuk memukul Sora dan Gara kapan saja.


Melihat Putri dan Saskia yang begitu antusias seperti itu membuat Rin tersenyum sekilas, "Sepertinya mereka berdua masih ada diruangan rektor, gak apa-apa kok, biar Pak Surya yang akan menangani semuanya dan mengurus hukuman untuk mereka berdua," ucap Rin.


"Pak Surya? Beliau ada disini?" tanya Fathur dengan nada bicara yang kaget sekaligus penasaran.


"Iya kak," balas Rin singkat, mendengar hal itu Gita, Saskia, Putri, Sofia, Alex, dan Fathur langsung tersenyum girang.


Hal ini di karenakan kedatangan Surya ke kampus tersebut sebenarnya adalah suatu hal yang langkah, sangat-sangat langkah.


"Wah!! Aku jadi ingin sekali bertemu dengan Pak Surya, ya siapa tau SPP ku semester depan jadi gratis!" seru Gita sembari tertawa kecil.


"Hahaha bisa aja luh Gita, masa iya anak CEO pemilik Qreus Hill Mall pengen SPP nya di gratiskan?" sahut Sofia dengan tawa mengejeknya.


"Ihh suka-suka gue lah! Lagian kan kalau semester depan gue gak perlu bayar SPP, berarti uang SPP buat semester depan bisa buat gue belanja dan jalan-jalan deh!" balas Gita dengan nada yang kesal di awal.


Namun di kalimat terakhirnya Gita terlihat tersenyum, apalagi setelah membayangkan uang SPP per semesternya yang sebesar 7 juta rupiah itu bisa dia belikan makanan favoritnya, "Kira-kira dapat berapa bungkus nasi lemak ya?" gumam Gita dalam hatinya.


Melihat Gita yang senyam-senyum tak jelas membuat Rin dan yang lainnya tertawa, mereka memang sangat tidak sanggup menahan tawa ketika sudah melihat tingkah unik dari Gita.


Ditengah-tengah canda tawa mereka, tiba-tiba saja ada seorang pria yang masuk ke dalam lingkaran obrolan mereka itu.


Pria itu menyapa mereka semua yang masih tertawa dengan suara beratnya, membuat ketujuh orang itu seketika saja langsung terdiam dan melihat pria tersebut.


"Pak Surya?" seru mereka semua berbarengan dengan nada yang kaget, sementara pria tersebut yang tak lain adalah Surya hanya membalasnya dengan senyum.


"Sepertinya kalian semua terlihat sangat bersenang-senang ya," ucap Surya dengan senyumnya, ketujuh orang itu pun langsung mengangguk dengan cepat untuk mengiyakan.


"P–pa ... Maksudnya Pak Surya ada keperluan apa ya?" ucap Rin dengan sedikit gugup, bahkan dia hampir saja keceplosan memanggil Surya dengan sebutan Papa di depan semua teman-temannya.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa, saya hanya benar-benar merasa senang melihat kalian, kalian semua adalah teman-teman Radit yang baik, terima kasih karena sudah mau menjadi teman Radit ya, kalian adalah kekuatan untuknya saat ini," ucap Surya dengan suara lembutnya.


"Dan sebenarnya ada berita membahagiakan untuk kita semua," lanjut Surya yang kemudian menggantungkan kalimatnya itu.


"Berita bahagia apa Pak Surya?" ucap Alex yang langsung bertanya karena penasaran.


Surya melihat Alex sekilas, "Dasar kamu ini Alex, selalu tidak sabaran ya," gumam Surya dengan suara yang pelan, lalu setelah itu Surya pun melihat satu persatu teman anaknya itu, mulai dari Rin, Gita, Saskia, Putri, Sofia, dan Fathur.


"Radit sudah siuman." Hanya 3 kata yang dikeluarkan oleh Surya, namun 3 kata itu langsung membuat riuh 1 kantin, ketujuh orang yang mendengar 3 kata itu dengan sangat jelas pun dibuat kaget bukan main.


"Beneran Pak?!" teriak mereka bertujuh dengan suara yang amat keras, satu isi kantin pun langsung memandangi mereka.


Surya yang melihat reaksi kaget dari ketujuh teman Radit itu pun dibuat tertawa bahagia, "Benar, dan kemungkinan besok Radit akan segera di operasi," ucap Surya diiringi dengan anggukan kepalanya.


"Syukurlah!" ucap ketujuh teman itu diiringi dengan kedua tangan yang mengusap pelan muka mereka.


"Jadi apakah kalian ingin ikut menjenguknya nanti setelah pulang kuliah?" tanya Surya di tengah-tengah kebahagiaan ketujuh orang tersebut, dengan cepat mereka bertujuh pun menganggukkan kepala mereka.


Setelah itu Surya ikut duduk di antara ketujuh anak remaja itu, mereka berbincang-bincang lagi kurang lebih sekitar 15 menit, sampai akhirnya Rin dan teman-temannya harus segera kembali ke kelas mereka masing-masing.


Surya tersenyum memandangi Rin dan teman-temannya yang semakin lama semakin jauh dari pandangannya, secara perlahan ketujuh orang itu pun benar-benar menghilang dari pandangannya.


"Syukurlah ya Rin, kamu dan Radit memiliki teman-teman sebaik mereka," gumam Surya lirih.


"Baiklah pak ayo kita pulang," lanjut Surya yang kemudian berdiri, tak lama setelah itu muncullah 3 orang berbadan besar yang selama ini berdiri di luar kantin, mereka adalah 2 bodyguard Surya dan 1 sopir.


......................


Rin, Gita, Putri, Sofia, Alex, Fathur, dan Saskia mengikuti pelajaran di kelas mereka masing-masing dengan baik.


Setelah mata pelajaran terakhir mereka telah berakhir, mereka pun segera menuju ke parkiran, karena mereka akan berangkat bareng ke rumah sakit Medistra Jakarta tempat Radit dirawat.

__ADS_1


Alex dan Fathur tiba terlebih dahulu di tempat parkir, lalu kemudian disusul oleh Saskia.


"Dimana Rin dan yang lainnya?" tanya Saskia karena mereka bertiga sudah menunggu cukup lama, namun Rin, Gita, Putri, dan Sofia belum kunjung tiba juga.


Ddrriiitttt...


Ponsel Alex tiba-tiba saja bergetar, terlihat disana ada sebuah pesan masuk dari Rin, Alex pun segera membukanya.


"Maaf kak, ada sedikit masalah di kelas ku, tadi saat kami ingin keluar tiba-tiba saja Sora muncul dan langsung mengamuk."


"Dia juga menuduh anak-anak yang lain bahwa telah mencuri barang miliknya, jadi saat ini ada dosen di kelas kami yang sedang menangani dan menyelesaikan masalah ini, karena hal ini kami ditahan untuk sementara."


Dan pesan teks dari Rin pun berakhir, Alex menutup ponselnya dan kembali menyimpan ponselnya itu ke dalam saku celananya.


"Huft ..." Alex menghela kasar napasnya, membuat Fathur dan Saskia yang melihat itu menjadi bingung.


"Ada apa Alex? Pesan dari siapa itu?" tanya Fathur yang penasaran.


"Dari Rin, Sora nyari gara-gara lagi dikelas Rin, jadi kata Rin saat ini satu kelasnya sedang ditahan oleh dosen," jawab Alex.


"Hah?! Wah benar-benar ya tuh anak! Baru aja keluar dari ruang Rektor, udah mau masuk kesana lagi dia ya? Atau perlu ku samperin kali ya? Biar masuk ruang BEM juga dia, sekalian mau ku kasih hadiah perpisahan sebelum dia dikeluarkan!" sahut Saskia yang kesal setelah tau Sora kembali mencari masalah.


"Hahaha ... Lebih baik kita tunggu disini aja deh kak, lagian udah ada dosen juga disana," ucap Fathur diiringi dengan tawanya.


Saskia pun menghela kasar napasnya untuk menahan emosinya yang telah meluap itu, dan memutuskan mengikuti perkataan Fathur untuk menunggu di tempat parkir saja.


Menit demi menit berlalu, tak terasa sudah hampir 15 menit Saskia, Alex, dan Fathur menunggu di tempat parkiran itu.


Saat rasa bosan sudah mulai melanda mereka, terdengarlah suara yang begitu mereka harapkan sejak tadi.


"Kak!!" teriak empat orang secara berbarengan, siapa lagi kalau bukan Rin, Gita, Sofia, dan Putri. "Yaampun Rin lama banget, sampai bosan gue nungguin," seru Saskia dengan wajah yang memelas, sementara Rin hanya membalasnya dengan senyum dan kata "maaf."

__ADS_1


Dan akhirnya karena semuanya sudah lengkap, mereka pun segera berangkat.


Mereka bertujuh menaiki mobil yang mereka bawa masing-masing, mobil mereka bertujuh pun berjalan beriringan menuju rumah sakit dengan mobil Rin yang melaju di depan untuk memimpin.


__ADS_2