Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 66. Akhir Dari Kisah


__ADS_3

Radit dan Rin serta keenam sahabatnya, saat ini sedang begitu asyik berbincang-bincang.


Setelah begitu lama, akhirnya kini mereka bisa saling mengobrol dengan begitu hangat seperti itu. Canda tawa mengiringi pembicaraan mereka.


Mereka benar-benar menikmatinya. Bagaimana tidak? Sudah sekitar 3 minggu mereka tidak seperti ini karena Radit yang sakit.


Ditengah-tengah obrolan mereka, Gita tiba-tiba menyadari akan sesuatu. Gita terdiam beberapa saat, membuat yang lainnya bingung.


"Git? Ada apa?" tanya Sofia dengan raut wajah yang terlihat penasaran. Tak lama setelah itu, Gita melirik Sofia, lalu kemudian beralih untuk melihat yang lainnya, dia melihat temannya satu persatu. Rin adalah orang terakhir yang dilihat oleh Gita.


"Kalian gak sadar?" gumam Gita bertanya, membuat teman-temannya menjadi semakin tidak mengerti.


Gita menatap Rin begitu lama, dia menaikkan salah satu alisnya, "Rin, luh udah nggak manggil Kak Radit, dengan sebutan Kak Radit lagi? Tapi manggil langsung dengan nama Radit?" Dengan wajah penasarannya, ucapan Gita membuat yang lainnya langsung sadar dan mengerti.


Mereka—kecuali Rin dan Radit—saling pandang. Kini terlihat begitu jelas bahwa mereka sangat menunggu respon dari sahabat bucin mereka itu.


"Huft ...." Rin menghela pelan napasnya sesaat sebelum menjawab kebingungan para temannya. "Jadi, ini tuh karena semua orang juga udah tahu kalau aku dan Radit punya hubungan spesial, dan Radit juga memaksaku untuk menyebut dirinya dengan sebutan seperti itu," jelas Rin.


"Jika aku tidak menuruti permintaannya, maka dia akan marah besar padaku bukan?" lanjut Rin, dan membuat para sahabatnya tersebut tertawa.


Sementara itu, di wajah Radit hanya dapat ditemukan sekilas senyum kecil. Ya, karena itulah Radit yang sebenarnya saat berada di kampus.


Radit tetaplah menjadi pangeran kampus yang dingin dan ditakuti, atau kini mungkin lebih tepat dengan kata disegani.


Namun, ketika dirinya hanya berdua saja bersama dengan Rin, maka pria tampan itu akan langsung menunjukkan sisi manjanya, sisi hangat, dan sisi lain yang belum pernah orang lain lihat.


Kekasihnya memang telah menyuruh Radit untuk bersikap sama dengan sahabat-sahabat mereka, tapi tentu saja hal itu sangat sulit, bukan begitu? Jadi biarkanlah dia melakukannya perlahan.


......................

__ADS_1


Seminggu telah berlalu dengan cepat, sejak Radit sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


Hari Minggu yang cerah dan cuaca yang begitu bersahabat, menyambutnya dan kekasihnya saat ini. Begitupun dengan kedelapan orang lainnya.


Di Rin Beach, Radit, Rin, Gita, Alex, Fathur, Sofia, Putri, Icha, dan juga Lily akan melakukan liburan bersama untuk kedua kalinya. Lalu kali ini dengan tambahan anggota, yaitu Si Ketua BEM Saskia.


Sebelumnya mereka hanya berlibur disana bersembilan saja, saat para dosen serta karya wisata. Tapi kali ini, Saskia yang sebelumnya adalah lawan, kini telah menjadi kawan.


Oleh karena itu, mereka akan menghabiskan liburan di pantai indah tersebut dengan jumlah sepuluh orang. Jumlah yang indah, kan?


"Baiklah semuanya! Ayo bersenang-senang!" teriak Rin dengan begitu bersemangat.


"Yaa!" balas yang lainnya, juga dengan nada bicara yang sangat bersemangat.


Setelah mengatakan hal tersebut, mereka semua berlomba-lomba berlari menuju ke bibir pantai.


Hari ini, kesepuluh sahabat itu akan memainkan semua wahana air yang ada disana. Memainkan semuanya hingga mereka merasa lelah.


Sebagai hiburan tambahan, mereka semua juga akan membuat kerajinan-kerajinan indah, dengan mutiara-mutiara yang dibudidayakan di pantai tersebut. Lalu di malam harinya, akan mereka habiskan dengan saling berbagi cerita, baik cerita menyenangkan, sedih, sampai cerita horor.


Mereka semua benar-benar akan menghabiskan saat-saat ini dengan hal-hal yang menyenangkan, melakukan semuanya bersama.


Begitu banyak rintangan yang telah mereka lalui sampai saat kini, dan pastinya ada juga hal yang membahagiakan. Namun, puncak kebahagiaan adalah saat ini, setelah semua hal yang mereka lalui, hari ini merupakan jilid penutupnya.


Walaupun demikian, ini bukan berarti semuanya telah berakhir. Karena nyatanya, ini barulah awal, awal dari semua hal-hal yang akan terjadi di masa depan nanti.


Meskipun begitu, apa pun yang akan terjadi nanti, para sahabat-sahabat itu telah saling bertekad untuk menyelesaikan semuanya bersama. Mereka akan berbagi suka dan juga duka.


......................

__ADS_1


"Sora! Gara-gara luh gue sampai diusir dari rumah sama orang tua gue, semua fasilitas gue dicabut. Gue gak mau tahu, pokoknya luh harus tanggung jawab atas semua ini!" Dengan nada bicara yang sangat kesal, Gara membentak Sora yang kini berdiri di hadapannya.


"Cihh!" Sora berdecak kesal. Matanya menatap tajam pria yang baru saja membentak dirinya itu, "Salah gue? Luh sadar dong bego, luh tuh yang jadi biang dari semua masalah ini! Luh kan yang nekad buat ke kampus gue dan mancing emosi Rin?! Ini semua salah luh, Gara Adi Putra! Karena masalah ini, gue juga harus kembali ke Jepang! Sialan luh!" balas Sora sama membentaknya.


Perdebatan di antara Sora dan Gara pun berlangsung begitu lama. Kedua orang itu sama-sama saling tidak terima dengan hal yang terjadi pada mereka saat ini.


Gara diusir dari rumahnya oleh Pak Adi yang marah besar terhadapnya, sebab karena ulah Gara, perusahaan keluarga Adi sudah tidak lagi mendapatkan investasi dari Maxert Company.


Semua fasilitas pria itu disita, mulai dari mobil, motor, kartu kredit, bahkan akses untuk tinggal di villa atau rumah lain keluarga Adi juga diambil.


Hal ini membuat Gara tidak memiliki tempat untuk tinggal, satu-satunya hal yang bisa dia harapkan adalah tinggal di rumah salah satu temannya yang jumlahnya sangat sedikit.


Namun itu pun jika mereka mau. Karena selama ini, perilaku Gara yang buruk membuat banyak orang tidak menyukainya dirinya.


Sementara itu, Sora yang baru saja datang ke Indonesia, harus dengan terpaksa kembali ke Jepang, karena dirinya sudah tidak diterima lagi di Universitas Gading Jaya, jadi mau tidak mau dia harus kembali ke kampusnya yang ada di Jepang. Uang, kartu kredit, mobil, perhiasan, semua benda berharga miliknya pun juga disita.


Kedua orang yang telah berbuat jahat itu, kini benar-benar telah dihukum. Dihukum atas perilaku mereka selama ini.


Ya, beruntungnya mereka karena yang menghukum masihlah manusia, bagaimana jika sudah Tuhan yang menghukum mereka?


Karma baik dan buruk itu pasti ada. Karena semua perbuatan jahat mereka, maka kali ini mereka sedang dihadapkan dengan karma buruk.


Mereka yang baik sedang bersenang-senang di pantai, menikmati kebahagiaan. Sementara mereka yang jahat, sedang kesulitan.


Lalu, apakah setelah semua ini, Sora dan Gara akan mau berubah? Berubah untuk menjadi lebih baik lagi. Akankah mereka sadar, dan meminta maaf atas perilaku jahat mereka?


Selain itu, bagaimana kisah selanjutnya dari Rin, Radit, dan juga para sahabatnya? Apakah mereka akan selamanya bahagia? Apakah suatu saat nanti, Radit mau menceritakan semuanya kepada para sahabatnya itu, dan tidak hanya terbuka kepada kekasihnya Rin?


Ya, siapa yang tahu akan semua itu, semuanya masihlah rahasia alam, yang pasti suatu saat akan terjawab oleh waktu.

__ADS_1


...DIJODOHKAN DENGAN SENIOR KEJAM?...


...---TAMAT---...


__ADS_2