Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 7. Menuju Pernikahan


__ADS_3

Masih dengan kondisi yang sangat susah untuk dimengerti oleh Rin dan juga Radit. Mereka terus saja saling menatap, mencoba untuk memahami apa yang Surya katakan. Bahkan wajah dingin Radit pun ikut berubah.


"Pa, maksudnya apa? Papa menjodohkan ku dengan dia tanpa persetujuan ku? Papa bahkan gak tau seberapa bencinya aku sama dia!" Rin menunjuk Radit sembari berbicara dengan papanya, hal yang sama juga dilakukan oleh Radit, dia terus bertanya kepada Surya tentang kondisi apa yang sedang terjadi saat ini.


Akhirnya Surya dan Pramana pun mulai menjelaskan tentang hal yang terjadi, dan di mulai dari awal mula pertunangan mereka.


Pramana mengatakan bahwa saat dia dan Surya lulus SMA, mereka pernah berpikir untuk menjodohkan anak mereka nanti jika ternyata anak mereka cewek-cowok, dan benar saja beberapa tahun setelah lulus SMA mereka menikah dan kemudian memiliki anak, mereka adalah Rin dan Radit.


Surya pun menambahkan bahwa mereka akhirnya dijodohkan tepat sebelum mama Radit meninggal, itu adalah sekitar 6 tahun yang lalu. Hal ini dilakukan karena mamanya Radit ingin memastikan anaknya bisa mendapatkan wanita yang layak sebelum dia pergi.


Mendengar cerita itu sontak Rin teringat dengan masa lalu, dia masih sangat ingat saat SMP orangtuanya pernah membawa dia untuk pergi ke pemakaman, orang tuanya mengatakan yang meninggal adalah istri dari sahabat papanya. Disaat itulah Rin melihat seorang pria remaja sekitar umur 16 tahun berdiri di sudut makam dengan wajah yang datar, mungkinkah itu Radit?


Disaat Rin masih mengingat-ingat masa lalunya itu, Surya kembali membawa Rin ke masalah di hadapannya, dia pun menegaskan kalimat nya, dan sekali lagi mengatakan untuk memikirkan tanggal pernikahan mereka.


"Tapi maaf om, saya gak cinta sama kak Radit. Dan mau dipaksa bagaimana pun saya gak akan cinta sama dia, saya benar-benar benci sama dia om, dia yang udah buat saya sampai sakit, dan dia juga yang buat hari-hari di kuliah saya terasa berat setiap saat." Rin pun memberontak untuk dinikahkan dengan orang yang paling dia benci.


"Pa, aku tau ini keputusan mama, tapi papa lupa kalau aku tak pernah mau menerima hal apapun itu yang berkaitan dengannya? Apalagi jika perjodohan ini kemauannya! Aku tak akan mau dinikahkan dengan wanita ini," tegas Radit kepada papanya, dan ditekankan dengan menunjuk Rin diakhir kalimatnya itu.


Tapi tetap saja Pramana dan Surya bersikeras terhadap keputusan mereka, mereka mengatakan bahwa keputusan perjodohan dan juga pernikahan mereka tak dapat ditolak sama sekali. Pramana pun menambahkan bahwa jika Rin menolak pernikahan ini maka dia akan membuat keluarganya semakin hancur.

__ADS_1


"Sayang tolong mengertilah, ini demi kebaikan kita bersama, demi mamanya Radit yang sudah tenang di alam sana, juga demi mama kamu, kamu gak mau kan liat mama kamu seperti itu terus?" Bujuk Pramana kepada Rin.


Jadi sebenarnya saat mendengar keluarga mereka bangkrut, mama Rin pun menjadi sangat depresi, apalagi ketika teman-teman arisannya tau, mereka pun menghina mama Rin dan keluarganya, hal ini lah yang membuat mamanya Rin dirawat di RSJ saat ini.


Rin yang sangat menyayangi mamanya pun terdiam, dia benar-benar bingung dengan keputusan apa yang harus dia ambil.


......................


Setelah perdebatan panjang, akhirnya mau tidak mau Rin dan Radit pun menerima perjodohan tersebut dan setuju untuk dinikahkan. Ini karena Radit yang tak akan bisa melawan keputusan papanya, juga Rin yang sangat memikirkan mamanya.


Tanggal pernikahan pun telah di tetapkan, yaitu 29 Agustus 2022. Mereka mengambil tanggal ini karena tanggal 29 merupakan tanggal pertemuan Radit dan Rin pertama kali saat di kampus. Ya mereka akan menikah saat tepat 1 bulan saling kenal.


Meski pernikahan akan dibuat dengan mewah, tapi pernikahan mereka adalah sebuah rahasia, tidak sembarang orang yang boleh tau karena pasti akan menimbulkan banyak masalah, terlebih lagi jika orang-orang kampus Rin dan Radit tau, kehidupan mereka di kampus tak akan sempurna lagi.


Mereka menyiapkan segalanya mulai dari tempat, dekorasi, baju, makeup, foto prewedding, undangan dan masih ada hal lainnya lagi.


Hari-hari mereka pun menjadi sibuk hanya untuk mempersiapkan pernikahan ini. Hingga tak terasa waktu berlalu cukup cepat, sudah tinggal 10 hari lagi untuk menuju pernikahan mereka.


Berbeda dengan orang-orang yang akan merasa senang ketika sudah dekat dengan hari yang paling istimewa di hidup mereka, Rin dan Radit justru hanya bersikap seperti biasa.

__ADS_1


Bahkan saat di kampus mereka tidak saling berbicara, jangankan untuk berbicara menyapa saja mereka tak pernah, mereka benar-benar tidak terlihat seperti calon pengantin.


Karena hari pernikahan mereka sudah dekat, undangan pun sudah disebar, rata-rata tamu undangan adalah rekan bisnis Surya dan Pramana, lalu keluarga Surya, dan juga keluarga Pramana.


Sementara Rin hanya mengundang sahabat semasa SMA nya, dan juga Gita sahabat barunya. Mungkin Gita menjadi satu-satunya orang di kampus itu yang diundang ke acara pernikahan Radit dan Rin.


Radit? Dia bahkan tak mempunyai teman, siapa yang akan dia undang? Dia tidak pernah mempercayai semua orang yang dekat dengannya di kampus.


......................


"Rin loh yakin mau nikah muda? Apalagi sama si senior yang paling loh benci itu, emang gak ada cara lain?" Gita sebagai sahabat Rin sejujurnya khawatir dengan keputusan yang Rin buat, dia tau betul seberapa tidak akrab nya antara Rin dan juga Radit, apalagi pernikahan bukanlah sebuah permainan, itu adalah sebuah ritual suci yang sebaiknya dilakukan hanya sekali seumur hidup, apa Rin bisa melakukannya?


Mendengar kata-kata Gita membuat Rin semakin ragu, tapi mau bagaimana lagi, ini adalah keputusan kedua orang tua mereka yang tak akan dapat ditentang lagi.


"Hmm ... Kalian nikah tanggal 29 kan? Lalu bagaimana dengan kuliah kalian?" Ucap Gita yang kemudian memikirkan bagaimana pendapat orang-orang jika tau Rin, dan Radit lagi-lagi libur berbarengan.


"Pak Surya sudah membuat alur agar seolah-olah kami izin mengikuti lomba mewakili kampus, kurasa itu memang lebih baik daripada alasan yang lainnya," jawab Rin.


Dan kemudian Gita membuat sedikit lelucon agar suasana tak terlalu tegang, dia mengatakan "Enak ya jadi calon mantu Pak Surya, wah bisa bebas nih di kampus, apalagi kalau yang lain tau, auto jadi perhatian semua orang Wkwkwk."

__ADS_1


Mendengar itu Rin pun juga ikut tertawa. Sejenak dia bersyukur memiliki sahabat baru seperti Gita, yang perhatian, ya walaupun lebih banyak hal menjengkelkan nya.


__ADS_2