
Hari demi hari berlalu, dan tak terasa sudah 22 hari sejak keputusan tanggal pernikahan antara Rin dan Radit. Itu berarti hari ini adalah tanggal 29 Agustus, yang merupakan hari pernikahan mereka.
Ada sekitar 200 tamu undangan yang datang, mereka adalah teman bisnis keluarga Surya juga Pramana, ditambah dengan segelintir sahabat yang Rin undang.
Pernikahannya di adakan dengan sangat mewah, baik dari dekorasi, makanan, maupun tempat pernikahan itu sendiri.
Mereka melakukan acara resepsi pernikahan di sebuah Villa yang terletak di pinggir pantai, pantai nya pun bukanlah pantai umum, melainkan pantai pribadi milik keluarga Surya. Dekorasi yang indah nan mewah pun menghiasi setiap bibir pantai itu.
Mereka melakukan pernikahan secara Outdoor, tempat ijab qobul nya pun juga berada di luar. Mereka juga memutuskan untuk tidak menggunakan adat Indonesia, mereka lebih memilih gaya glamor ala-ala barat.
Meski pernikahan nya hanya didatangi oleh sedikit orang, tapi hal tersebut tak mengurangi kemewahan dari acara pernikahan itu.
"Ahhhh Rin! Sumpah gua gak nyangka banget loh waktu mu bilang bakal nikah di telpon, bisa-bisanya mu udah nikah secepat ini, perasaan kita baru lulus SMA kemarin deh, maaf ya Rin gak bisa bantu-bantu buat persiapan." Dua orang sahabat SMA yang Rin undang pun sudah datang, mereka langsung memasuki ruang persiapan pengantin untuk menemui sahabatnya itu sebelum akhirnya dia sah menjadi milik orang lain.
Mereka pun melepas Rindu dengan Rin, sembari berpelukan dan mengucapkan kata selamat.
"Makasih ya Lily, Icha kalian udah mau datang jauh-jauh sampai kesini," ucap Rin sembari terus memeluk sahabat SMA nya itu, mereka berdua pun juga membalas pelukan tersebut dan tersenyum bahagia.
"Oh ya maaf sampai lupa, kenalin dia Gita sahabat baru gue di kampus." Gita yang sedari tadi memperhatikan Rin dan kedua sahabatnya yang sedang bercengkrama itupun akhirnya di notice oleh Rin, dan akhirnya Icha, Lily, dan Gita pun saling berkenalan.
Mereka berempat pun berbincang-bincang santai sambil menunggu persiapan make up Rin selesai. Hingga selang beberapa menit akhirnya semuanya pun siap, dan tepat waktu, acara ijab qobul pun akan segera dimulai.
......................
Saat ini terlihat Rin dengan gaun putih anggun nya sedang berjalan di atas karpet putih yang di kelilingi oleh bunga mawar di temani oleh papanya.
__ADS_1
Mereka melangkah satu demi satu, menuju tempat ijab qobul di depan nya, di tempat ijab qobul itu pun sudah ada Radit yang terlihat sedang duduk tepat di depan penghulu, menggunakan baju yang serasi dengan Rin.
Sesampainya di tempat ijab qobul itu, Rin pun duduk di kursi yang sudah disediakan di samping Radit, diikuti oleh papanya Rin.
Setelah semuanya sudah berada di posisi masing-masing, sang penghulu pun menjulurkan tangganya dan juluran itu di raih oleh Radit.
"Saya nikahkan engkau Raditya Angga Surya bin Surya Agra dengan ananda Rin Ayu Pramana binti Muhammad Agung Pramana dengan mas kawin Logam Mulia Emas 23 karat seberat 100 gram dan villa dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Rin Ayu Pramana binti Muhammad Agung Pramana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Baik para saksi, sah?"
"Sah!"
Ijab Qabul pun akhirnya selesai, kini Rin dan Radit telah sah menjadi suami istri, hal yang pertama kali mereka lakukan setelah sah adalah mencium satu sama lain.
Tapi hanya ada senyum tipis di wajah Rin, bermaksud agar tak ada satu pun orang yang curiga, sementara Radit sama sekali tak tersenyum, bukan hanya hari ini saja, tapi dari hari-hari persiapan pernikahan pun dia tak terlihat tersenyum.
Para tamu yang awalnya mengelilingi meja ijab qobul pun mulai bubar satu persatu menuju meja makan yang ada, lalu Rin dan Radit pergi untuk duduk di singgasana pengantin mereka.
Di samping singgasana itu pun terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang duduk, dia adalah mama dari Rin, Melinda.
Rin menghampiri mamanya itu dengan tangis yang akhirnya pecah, sosok orang yang membuat nya rela melakukan pernikahan ini kini sudah berada di hadapannya.
Meski Melinda belum sepenuhnya sembuh, tapi terlihat dari wajahnya bahwa dia tau apa yang sedang terjadi, dia pun tersenyum gembira. Rin memeluk mamanya itu diikuti oleh Radit yang mencium tangan mertuanya tersebut.
__ADS_1
Mereka pun duduk disana, menikmati malam pernikahan sembari menyapa para tamu. Hingga akhirnya waktu berlalu, jam sudah menunjukkan tengah malam, para tamu undangan pun sudah mulai berpulang, dan sahabat Rin menjadi yang terakhir meninggalkan acara itu.
"Wah sih kak Senior udah nikah nih sama si Junior, hehe selamat ya. Dan ingat kak, kalau sampai kak Radit berani nyakitin Rin, maka aku gk akan segan-segan buat marahin kakak," goda Gita dan membuat yang lainnya tertawa.
"Dasar Gita, gimana mau marahin kalau baru dengar langkah kakinya aja dah ketakutan?" ejek Rin dan membuat suasana semakin pecah.
"Yasudah kami pulang ya, bye Rin". Setelah berbincang-bincang sebentar, kini Gita, Icha, dan juga Lily sudah menyusul para tamu yang lain untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
......................
Papa mamanya Rin juga dengan Papa Radit meninggalkan Villa tersebut, karena Rin dan Radit lah yang akan menginap berdua saja di Villa itu.
Mereka berdua pun memasuki Villa tersebut yang sudah dihias dan dirancang untuk malam pertama setelah pernikahan mereka.
Di Villa itu juga sudah ada satu kamar yang akan digunakan untuk Rin dan Radit tidur bersama, kamar tersebut dipenuhi dengan ornamen ala-ala bulan madu, seperti lilin, bunga dan ranjang yang sudah di ranjang untuk pengantin baru.
Rin terlebih dahulu memasuki ruangan tersebut, sementara Radit pergi ke toilet yang berada di luar kamar, karena kamar mandi di kamar itu akan di pakai Rin untuk mengganti gaunnya.
"Apa kau sudah siap?" Teriak Radit dari luar kamar setelah selesai dari toiletnya.
"M-maaf kak, tapi bisa bantu aku sebentar? Aku kesusahan untuk membuka resleting gaun ini yang berada di belakang ku," sahut Rin juga berteriak agar Radit dapat mendengar nya.
Ketika mendengar perkataan itu Radit sedikit terkejut, apa maksudnya? Tapi karena terus mendengar Rin yang kesusahan, akhirnya dia memutuskan untuk masuk.
Terlihatlah Rin yang sedang berusaha menarik resleting gaunnya, Radit mendekati dan tanpa berkata langsung membantu membukakan resleting gaun tersebut.
__ADS_1
"Aku tidak melihatnya, cepatlah kau pergi ke kamar mandi dan berganti baju!" titah Radit setelah membuka resleting tersebut.
Rin pun berbalik dan melihat ternyata Radit menutup matanya itu, dengan cepat Rin berlari masuk ke kamar mandi untuk berganti baju, dia takut jika tiba-tiba saja nafsu laki-laki milik Radit keluar jika melihat bagian tubuh belakang nya yang terbuka .