Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 34. Kembali ke Kampus


__ADS_3

Kurang lebih sudah 29 Jam kesembilan orang ini bermain, tinggal, dan bersenang-senang bersama di "Rin Beach."


Jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore menandakan bahwa mereka harus segera pulang dan kembali ke rumah masing-masing.


Mereka sudah cukup bersenang-senang selama 29 jam lamanya, sudah ada begitu banyak hal yang terjadi selama mereka berada di pantai tersebut.


Mulai dari pesta kecil, pertengkaran antara Radit dan Alex, secara kebetulan bangun tengah malam, kemudian melakukan jeritan tengah malam, sampai memainkan semua wahana air di pantai tersebut.


Setelah selesai melakukan snorkeling sekitar 1 jam yang lalu, mereka langsung memakan bubur jagung bersama dengan tea hangat, ya untuk menghangatkan tubuh mereka yang sejak tadi pagi terus terkena air.


Dan akhirnya kini mereka akan bersiap-siap untuk segera kembali ke tempat mereka seharusnya berada, yaitu rumah mereka.


Setelah 2 hari mereka diliburkan, akhirnya mereka akan kembali ke kampus besok pagi, karena seluruh dosen sudah pulang dari darma wisata.


......................


"Yasudah kalau begitu, aku dan Lily pamit duluan ya semuanya, sampai jumpa!" Seru Icha sembari melambaikan tangannya diikuti oleh Lily.


"Sampai jumpa lagi Lily, Icha!" Balas yang lainnya.


Kemudian setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil mereka dan langsung pergi meninggalkan pantai tersebut.


Lily dan Icha pulang lebih dulu di karenakan rumah mereka berdua lah yang paling jauh diantara yang lainnya.


"Hmm ... Kalau begitu aku pamit juga deh, makasih Ya Rin, Radit udah mau ngundang gue," Ucap Fathur yang juga ikut pamit.


"Iya Kak sama-sama, makasih juga ya Kak udah mau datang, hati-hati di jalan Kak Fathur," Balas Rin sembari tersenyum.


Setelah itu Fathur pun juga pergi meninggalkan yang lainnya, kemudian diikuti oleh Putri, Sofia, dan juga Gita.


Dan kini yang tersisa di pantai itu hanyalah Rin, Radit, dan Alex. Radit pun menatap bingung ke arah Alex, "Kenapa loh masih disini?"


"Ya gue nungguin kalian pulang lah, emangnya kalian mau ngapain lagi di pantai ini berdua aja?" Jawab Alex dengan enteng.


"Dasar nih anak, ganggu aja luh! Suka-suka gue lah mau ngapain, orang Rin kekasih gue!" Balas Radit yang mulai kesal, namun Alex bersikap bodo amat.

__ADS_1


"Udah, udah jangan ribut lagi. Yaudah ayok kita balik bareng, kita iring-iringan aja pulangnya," Ucap Rin yang menengahi kedua pria itu.


Tak lama setelah itu, mereka bertiga pun akhirnya juga pergi meninggalkan pantai yang telah menjadi tempat bersenang-senang mereka selama 2 hari liburan ini.


Mobil Radit dan Alex pun berjalan beriringan sesuai dengan apa yang Rin katakan tadi, lalu saat sampai di persimpangan lampu merah, mereka mengambil jalan yang berbeda karena arah rumah mereka yang berlawanan.


Dari persimpangan lampu merah itu, Radit mengendarai lagi mobilnya selama kurang lebih 15 menit, hingga akhirnya kini mereka telah sampai di rumah besar kediaman keluarga Surya.


Radit memberhentikan mobilnya tepat di depan pintu besar rumah tersebut, saat dia dan Rin keluar dari mobil, sudah terlihatlah Surya dan Pramana yang menyambut kepulangan mereka.


Radit dan Rin berjalan menuju pintu untuk masuk ke dalam, sementara mobil yang Radit pakai tadi diambil alih oleh supir pribadi mereka untuk dibawa ke dalam garasi.


"Loh papa juga ada disini? Ngapain?" Tanya Rin dengan wajah senang sekaligus bingung saat melihat papanya ada dirumah papa mertuanya.


"Papa lagi membicarakan bisnis baru nih dengan besan papa, terus tiba-tiba dengar suara mobil kalian yang memasuki pagar, jadi kami langsung keluar," Jawab Pramana menjelaskan.


"Nah jadi bagaimana liburan 2 hari kalian, seru?" Lanjut Pramana yang bertanya karena penasaran.


Rin dan Radit mengangguk berbarengan dengan sangat semangat juga senyum gembira yang mengembang di wajah mereka. "Sangat seru!"


"Wah syukurlah kalau begitu, papa juga gak nyangka kalau Radit bisa ikut sesenang ini, pasti karena Rin. Emang hebat anak kamu Pram!" Sahut Surya yang ikut senang melihat putra dan menantunya terlihat begitu gembira.


"Ehh ... Pa, keadaan mama gimana?" Tanya Rin setelah akhirnya kedua bapak-bapak itu berhenti tertawa. Pramana diam sejenak, "Mama kamu sudah lebih baik Rin, dokter juga bilang kalau Minggu ini mama kamu sudah boleh pulang."


Rin yang mendengar hal itu pun dibuat senang bukan main. Akhirnya, akhirnya setelah dia sabar menunggu, dia bisa bertemu dengan mamanya dalam kondisi yang sehat.


"Kalau begitu Minggu kita sama-sama kesana ya, buat jemput mamanya Rin," Ucap Surya dan mendapatkan persetujuan dari semuanya.


......................


"Ahh... Akhirnya kita masuk ya!"


"Hai guys gimana liburan kalian?"


"Aku dirumah aja sih,"

__ADS_1


"Waktu liburan aku jalan sama pacar aku,"


"Kalian kemana?"


Hal-hal seperti itulah yang kini keluar dari mulut setiap mahasiswa/i Universitas Gading Jaya yang masuk di hari Sabtu ini.


Namun disaat semuanya lagi santai membahas mengenai hari liburan mereka selama 2 hari tersebut, si wanita dengan mulut cempreng malah membuat kegaduhan.


Tadi saat Rin melewati koridor kelas Saskia sendiri dan tidak bersama dengan Radit karena Radit pergi ke toilet terlebih dahulu, Saskia yang melihat Rin langsung keluar dan mencegat Rin.


"Luh Rin! Habis kemana aja luh sama Radit gue hah?!" Teriak Saskia tiba-tiba saat sudah berhasil menghadang jalan Rin.


Seketika semua perhatian seluruh mahasiswa/i langsung terarah ke arah mereka berdua.


"Radit kakak? Aku gak salah dengar? Radit itu pacar aku, sejak kapan jadi punya kakak? Jangan mimpi deh!" Balas Rin yang langsung mengeluarkan ultinya.


Saskia benar-benar tak terima mendengar omongan Rin tersebut, terlebih lagi semua pemilik mata yang saat ini sedang melihat mereka menertawakan dirinya.


"Diam kalian semua!! Setelah liburan 2 hari kalian lupa gue ini siapa? Gue ketua BEM! Kalian semua mau dapat masalah karena berani-beraninya mentertawakan gue hah?!" Ucap Saskia dengan suara yang sangat besar.


Semua orang yang melihat Saskia dan sempat mentertawakan dia tadi langsung terdiam dan menunduk setelah Saskia mengancam mereka.


"Duh Kak santai dong, kok bawak nama BEM? Emangnya tugas BEM buat menghukum orang yang menertawakan Kak Saskia? Kok lucu ya!" Sahut Rin yang benar-benar telah berani untuk menentang seniornya yang memiliki kesalahan dalam berpikir itu.


Saskia yang geram mengepal kuat tangannya. "Kurang ajar luh Rin!!!" Teriak Saskia sembari melayangkan tangannya untuk mendarat di pipi manis Rin.


Rin yang kaget dengan gerakan cepat itu menutup matanya, namun setelah beberapa detik Saskia mengangkat tangannya tadi, belum ada hal apapun yang terjadi dengan Rin.


Rin yang bingung perlahan membuka matanya, melihat apa yang sebenarnya terjadi, "Kak Radit?" Ucap Rin lirih.


Ya, Radit yang baru saja kembali dari toilet langsung menangkis tamparan Saskia yang akan mengenai kekasihnya itu.


"Bukannya gue udah pernah bilang ke luh? JANGAN PERNAH SAKITI RIN!!" Seru Radit dengan menekankan kalimat terakhirnya, dia juga mengatakan kalimatnya tersebut dengan tatapan mata yang sangat tajam ke Saskia.


Saskia yang takut melihat Radit langsung berusaha melepaskan tangannya yang digenggam kuat oleh Radit, setelah cukup berusaha akhirnya dia berhasil, dia pun langsung pergi dan masuk kembali ke kelasnya .

__ADS_1


"Huft ...,"


"Rin, maaf ya aku lama datangnya," Lirih Radit dengan wajah yang khawatir melihat Rin, "Tidak apa-apa kok Kak, yang penting Kak Radit udah datang tepat waktu, makasih!" Balas Rin dengan senyumnya.


__ADS_2