
Kini Radit sudah mulai tenang, tangisannya pun sudah berhenti sejak beberapa menit yang lalu.
Rin dan Radit saling berpelukan dengan badan yang menghadap ke lautan lepas. "Sekali lagi terimakasih ya Rin, kamu adalah wanita paling spesial yang ada di hidupku setelah mama," Gumam Radit.
"Sudah berapa kali kamu mengatakan kalimat yang sama seperti itu? Sudahlah sayang," Balas Rin dengan tangan yang mencubit pipi Radit dengan gemas.
"Hahaha... Iya, iya maaf," Seru Radit dengan tawa namun beberapa detik kemudian dia terdiam ketika melihat Rin menatapnya dengan kesal.
"Ahh ... Sorry," Ucap Radit lagi, dia baru sadar bahwa dia kembali mengatakan kata "maaf" untuk sekian kalinya.
"Itu sama saja Radit! Apa bedanya maaf dengan sorry?" Kesal Rin yang kemudian mencubit pipi Radit dengan kedua tangannya.
"Aww ... Aww ...," Teriak Radit yang meringis kesakitan, "Jelas bedalah, maaf kan pakai bahasa Indonesia, sorry itu bahasa Inggris," Lanjutnya membenarkan diri.
"Ihh dasar! Artinya tetap sama kan, ihh nyebelin banget suami satu ini!" Balas Rin lagi, kali ini dia menggelitik Radit hingga membuat Radit tak kuasa menahan tawa.
"Hahaha ... Hahaha ... Sudah Rin geli!" Pekik Radit, dan Rin pun akhirnya berhenti setelah merasa puas. "Huft ...,"
"Kamu tau, awalnya aku merasa takut dan tak nyaman saat kalian ingin bersenang-senang di laut besok, aku takut untuk kembali ke lautan itu. Tapi sekarang aku sudah menjadi lebih tenang," Ucap Radit sambil menatap dalam mata Rin.
Mereka saling berhadapan, menggenggam tangan satu sama lain, dan menatap penuh arti.
"Mulai sekarang kamu harus belajar untuk saling berbagi cerita ya, jangan ke aku saja, tapi ceritakan juga lah kepada yang lainnya jika memang kamu ada masalah. Kamu punya Kak Alex dan Kak Fathur sebagai teman sekelas kamu," Seru Rin yang kembali memberikan dukungan kepada suaminya itu.
"Tapi untuk sekarang, biarkan semuanya menjadi rahasia antara Tuhan, kamu dan aku. Kamu bisa membongkar rahasia ini, setelah kamu benar-benar telah siap," Lanjut Rin dengan senyum manis yang mengembang diwajahnya.
Radit membalasnya dengan anggukan juga senyum yang sama manisnya. Kemudian mereka kembali melihat lautan yang indah itu, dengan suara deburan ombak, juga bintang dan bulan yang bersinar di atasnya.
Hingga akhirnya beberapa menit pun berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 tepat.
"Hmm ... Masih belum bisa untuk tidur?" Tanya Radit lirih, Rin membalasnya dengan anggukan pelan.
"Kalau begitu ayo!" Seru Radit sembari menarik pelan tangan Rin, "Hah? Mau kemana?" Tanya Rin yang bingung.
__ADS_1
"Nonton tv di ruang tamu," Balas Radit singkat namun mampu membuat Rin bersemangat, itu ide yang benar-benar luar biasa. Di jam segini, menonton tv bersama dan hanya berdua, itu hal yang akan sangat menyenangkan.
......................
Sembilan pasang mata kini saling memandang satu sama lain dengan ekspresi heran, di tengah malam ini kesembilan orang yang seharusnya tidur, malah berada di ruang tamu.
"Apa yang kalian lakukan disini, tengah-tengah malam begini?" Seru Rin yang menjadi orang pertama yang bertanya.
"Tadi gue bangun karena kebelet kencing, dan setelah kembali dari kamar mandi, gue sadar kalau luh udah gak ada di kasur, makanya gue keluar buat nyariin," Jawab Gita.
"Di kamar kita ada suara aneh Rin, jadi kita takut makanya keluar deh. Nah karena takut, kami teriak-teriak tuh, sampai akhirnya ngebangunin Kak Alex dan Kak Fathur," Sahut Sofia.
"Kalau aku dan Icha memang suka ngemil, makanya kadang malam-malam kebangun cuma buat nyari makan, pas kami ke dapur eh ketemu sama Sofia, Putri, Kak Alex, juga Kak Fathur." Kini giliran Lily yang menjawab.
"Terus akhirnya kami ke ruang tamu, dan ketemu Gita yang lagi linglung nyariin kamu Rin," Sambung Alex.
"Kok bisa kebetulan banget gini ya?" Gumam Radit pelan, kemudian akhirnya ketujuh orang itu menatap Radit dan Rin dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.
"Lalu bagaimana dengan kalian berdua? Kalian turun bersama, ditambah lagi dengan tangan yang saling berpegangan," Tanya Fathur yang bingung.
Gita, Lily, dan Icha yang sudah tau apa sebenarnya yang terjadi, setelah mendengar perkataan Radit barusan hanya bisa menyembunyikan senyum mereka.
Sementara Alex, Fathur, Sofia, dan Putri yang tidak tau apa-apa langsung percaya begitu saja.
"Lalu sekarang apakah kalian tidak ingin kembali tidur?" Seru Rin setelah beberapa saat suasana di antara mereka hening, semua yang mendengar perkataan Rin itu pun menggelengkan kepala mereka berbarengan.
"Nah kalau gitu, bagaimana jika kita melakukan jeritan tengah malam?" Tanya Rin lagi dengan sangat antusias, yang lainnya pun dibuat bingung dengan apa maksud Rin barusan.
"Apa itu?" Bingung Icha, "Jeritan tengah malam, itu kayak kita saling berbagi kisah horor atau cerita horor, kita juga bisa main permainan yang mengundang rasa takut kita!" Jawab Rin.
"Wahh ...," Seru semuanya yang merasa tertantang, mereka pun akhirnya sepakat untuk melakukan jeritan tengah malam tersebut.
Setelah mengundi, akhirnya terpilihlah putri sebagai orang pertama yang akan berbagi cerita horor nya.
__ADS_1
...****************...
Kejadian ini benar-benar baru banget aku alami, kalau gak salah sekitar 8 hari yang lalu. Waktu itu aku ada di kampus, padahal udah pukul 7 malam.
Sebenarnya aku udah pulang kerumah, tapi pas selesai sholat Magrib, aku sadar kalau ternyata laptop ku ketinggalan di kelas.
Karena waktu itu kita ada tugas menggunakan laptop besoknya, makanya aku nekat buat pergi ke kampus dan ngambil laptop aku itu.
Jujur sebenarnya aku takut, apalagi udah malam kan? Cuma ya akhirnya aku berani dan tetap mutusin buat pergi setelah mengingat-ingat kalau masih ada mahasiswa yang masuk kuliah malam.
Awalnya semua biasa aja, belum ada kejadian aneh pas aku nyampe ke sekolah, tapi pas aku keluar dari kelas, setelah aku berhasil mengambil laptop ku, aku mendengar ada suara ribut dari kelas sebelah.
Benar-benar ribut, seolah-olah ada lebih dari 10 orang diruangan tersebut, aku yang benar-benar penasaran akhirnya memutuskan untuk mengecek siapa orang-orang yang ribut banget di malam hari seperti itu.
Saat aku sudah di depan pintu kelas tersebut, tiba-tiba saja bulu kuduk ku merinding, tapi karena tidak dapat menahan rasa penasaran, aku pun membuka pintu kelas itu secara perlahan.
DAN HHHUUUUUUAAAHHHH!!!
...****************...
"Ahhhhhh!!!" Teriak semua orang saat Putri tiba-tiba berteriak dan mengangetkan semuanya di akhir ceritanya itu.
"Kurang ajar luh Put! Udah setengah-setengah ceritanya, pakai acara ngagetin lagi! Asem luh!" Marah Icha diiringi dengan memukul paha Putri.
"Dan huah apa Put? Apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Rin yang penasaran dan tidak sabar dengan kelanjutan ceritanya.
"Kucing lompat ke muka gue ...,"
"Hah??!!"
"Hehehe... Jadi waktu gue ngebuka pintu kelas itu, langsung ada kucing yang lompat ke muka gue, gue yang kaget pun akhirnya teriak kencang banget, sampai-sampai suaranya nyampai ke kelas anak jadwal malam," Jelas Putri melanjutkan ceritanya.
"Nah terus mereka pada nanya kan ke gue, dan gue ceritain dong tentang suara ribut banget yang sempat gue dengar, dan salah satu dari mereka bilang kalau kelas sebelah kelas kita itu dulunya tempat mereka yang ikut jadwal malam belajar, cuman akhirnya mereka pindah karena setiap malam suara ribut yang aneh itu sering muncul, tapi sampai sekarang mereka juga tetap gak tau itu suara apaan," Lanjut Putri.
__ADS_1
Semuanya terdiam, "Itu berarti kelas yang ada di sebelah kelas kalian itu beneran angker pas malam dong?" Tanya Lily dan Putri pun mengangguk.