Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 54. Berakhir Seperti Ini?


__ADS_3

Rin yang terus duduk di sisi Radit akhirnya tertidur karena kelelahan, Rin tertidur sambil menggenggam dan memeluk tangan Radit di dekapannya.


Tapi baru sekitar 10 menit Rin tertidur tiba-tiba saja dia merasakan ada pergerakan dari tangan yang dia genggam, perlahan Rin pun mulai membuka matanya.


Saat mata Rin sudah sepenuhnya terbuka, dia langsung segera melihat Radit yang ternyata memang sudah bangun dari tidurnya.


"Radit," ucap Rin dengan lirih dan senyum bahagia yang mengembang diwajahnya.


Melihat Radit yang sudah bangun Rin pun ingin segera memeluk suaminya itu, namun dengan cepat Radit bergerak dan menahan tubuh Rin yang tinggal sedikit lagi menyentuhnya.


"Menjauh dariku!" ucap Radit dengan nada yang datar namun terdengar begitu tegas, mendengar hal itu seketika saja Rin terdiam membeku dengan mata dan bibir yang sedikit bergetar.


"A–apa maksud mu?" tanya Rin dengan sedikit terbata-bata, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kini terjadi.


Radit memalingkan wajahnya dari Rin, "Aku tidak ingin melihatmu untuk saat ini," ucap Radit.


Kalimat Radit kali ini membuat Rin merasakan sebuah rasa sakit yang sulit diartikan. Rasa sakit yang tidak berdarah namun terasa begitu memilukan.


"Tapi mengapa?" tanya Rin dengan lirih, Radit pun kembali menghadap Rin, dan menatap mata wanitanya itu.


"Tadi papa bilang kamu akan datang kesini bersama dengan Alex dan juga yang lainnya, itu berarti mereka sudah tau kan tentang penyakit ku? Mengapa kamu memberitahu mereka? Bagaimana dengan janji yang pernah kamu katakan Rin?!" jawab Radit sambil menatap tajam mata Rin, dengan wajah yang benar-benar terlihat sangat kesal.


"Bukan aku yang memberitahu mereka," ucap Rin, "Lalu siapa?! Tak mungkin papa bukan?" balas Radit langsung bahkan sebelum Rin selesai bicara.


"T–tapi Sora dan Gara," balas Rin meski sebenarnya dia sedikit ragu untuk mengatakan hal ini, namun jika dia tidak memberitahu Radit sekarang, maka Radit juga pasti akan tahu nanti.


Jadi lebih baik dialah yang memberitahu Radit daripada Radit tau sendiri atau bahkan tau dari orang lain.


"Sora dan Gara? Apa maksudmu? Bagaimana bisa mereka berdua juga mengetahui tentang penyakit ku?!" ucap Radit dengan suara yang mulai tinggi.

__ADS_1


"Huft ..." Rin menghela kasar napasnya sebelum akhirnya dia menjelaskan semuanya kepada Radit.


"Saat kamu masih berada di ruang ICU, aku mewakili perusahaan keluarga Surya untuk mengikuti rapat dengan pendiri Maxert Company, yaitu Mr.Max."


"Dan setelah rapat selesai aku beserta Mr.Max datang ke rumah sakit ini, karena Mr.Max ingin menjengukmu, tanpa kami sadari Sora dan Gara mengikutiku dan Mr.Max sampai ke rumah sakit."


"Lalu pada akhirnya mereka berdua melihatmu yang dirawat di ruang ICU Radit, saat aku melihat mereka berdua mereka langsung mengancamku."


"Mereka mengatakan jika aku tidak memberitahu kepada mereka kamu sakit apa, maka mereka akan memberitahukan kepada semua orang bahwa kamu sedang dirawat di ruang ICU karena penyakit serius."


"Jadi aku berpikir lebih baik hanya mereka berdua saja yang tau, daripada jika semua orang yang tau, namun pada akhirnya mereka melanggar perjanjian yang telah kami sepakati."


Jelas Rin dengan panjang lebar, masih ada satu kalimat lagi yang harus Rin sampaikan, tapi dia perlu mengumpulkan keberaniannya terlebih dahulu sebelum mengatakan kalimat terakhirnya itu.


"Sora dan Gara memberitahu kepada semua anak-anak kampus tentang penyakitmu," lanjut Rin setelah berhenti cukup lama.


Radit berteriak dengan sangat kuat karena saking kagetnya dia mengetahui akan hal itu.


"Apa maksudmu Rin?! Apa yang telah kau lakukan?! Kupikir kau hanya memberitahu Alex, Fathur, Saskia, Gita, Putri, dan juga Sofia! Jika hanya mereka maka setidaknya kau bisa ku maafkan, karena kita berdelapan cukup dekat. Tapi ini apa? Semua orang tau tentang penyakitku?!! Apa sebenarnya mau mu hah?!" ucap Radit dengan membentak Rin.


Rin yang dibentak itupun tak dapat berkata-kata lagi, kini dia benar-benar bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


"M–maaf Radit, a–aku terpaksa," lirih Rin dengan kepala yang terus menunduk sejak tadi.


"Terpaksa?! Itu bukan terpaksa Rin, kaulah yang terlalu bodoh sehingga mudah percaya dengan orang seperti Sora dan Gara, kau sendiri seharusnya sudah tau kan orang seperti apa mereka berdua? Mengapa dengan bodohnya kau malah percaya!!" balas Radit masih dengan membentak.


"Sekarang luh keluar!!! Keluar dari sini!!!" seru Radit dengan suara yang benar-benar sangat besar, bahkan itu adalah suara terbesar dari Radit yang pernah Rin dengar.


"Radit!!" Surya dan juga teman-teman Rin tiba-tiba masuk ke dalam kamar rawat tersebut, dan ternyata mereka semua sebenarnya sudah ada diluar sejak tadi.

__ADS_1


Namun Surya dan yang lainnya baru masuk sekarang karena ingin mendengar percakapan antara Radit dan Rin terlebih dahulu.


Mereka pun memutuskan untuk masuk saat tau suasana di dalam ruangan itu sudah sangat tidak baik-baik saja.


"Apa yang ingin kalian lakukan disini? Keluar kalian semua!! Keluar!!" teriak Radit lagi.


Melihat hal itu Surya pun langsung menyuruh Alex dan yang lainnya untuk keluar terlebih dahulu, lalu kemudian dia juga membujuk Rin agar mau ikut keluar.


"Tapi pa—" Rin ingin menolak namun Surya memotong kalimat Rin, "Beri Radit waktu," gumam Surya.


Mendengar hal itu dengan sangat berat hati Rin meninggalkan kamar rawat inap Radit tersebut.


"Radit...," lirih Surya yang tak habis pikir bahwa anaknya itu telah membentak istrinya sendiri.


"Pa, kumohon papa pergilah juga," gumam Radit dengan nada suara yang sudah mulai rendah, Surya yang mendengar itu langsung keluar tanpa mengatakan sepatah katapun.


......................


Setelah Radit mengusir mereka tadi, kini Rin, Alex, Fathur, Saskia, Gita, Sofia, dan juga Putri sedang berkumpul di kantin rumah sakit. Sementara Surya sepertinya masih menunggu di depan kamar rawat Radit.


"Apa-apaan sih Radit itu? Emang apa salahnya coba kalau orang lain tau tentang penyakitnya? Penyakit bukanlah hal yang memalukan untuk diceritakan dan juga diketahui oleh orang lain!" ucap Alex yang sangat marah melihat perilaku Radit tadi.


"Alex! Sudahlah, Radit punya alasannya sendiri mengapa dia melakukan itu," balas Saskia yang berusaha menjadi penengah.


"Aku tidak tau siapa yang benar dan siapa yang salah sekarang, tapi Rin sebaiknya kamu makan dulu ya, aku tau kamu lapar," ucap Gita dengan wajah yang begitu khawatir.


Gita, Putri, dan Sofia pun terus berada dan duduk disisi Rin untuk menenangkan Rin yang masih menangis itu.


"Rin makan yaa," sahut Putri yang berusaha untuk terus membujuk temannya itu, namun Rin terus membalasnya dengan gelengan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2