Dijodohkan Dengan Senior Kejam?

Dijodohkan Dengan Senior Kejam?
Eps 20. Singkirkan Egomu


__ADS_3

Setelah Radit siap mengganti pakaiannya, segera dia dan Rin pergi ke rumah sakit yang di maksud oleh Surya saat sarapan tadi.


Sepanjang perjalanan menuju Rumah sakit hanya ada keheningan di antar mereka, karena tampaknya Rin masih marah akan hal di kampus tadi.


Radit yang mengendarai mobil pun menjadi tidak fokus dengan kondisi yang sedang canggung ini. "Maaf," gumam Radit.


"Kendarai saja mobil ini dengan baik dan berhenti meminta maaf," balas Rin datar tanpa menoleh sama sekali.


Mendengar akan hal itu, Radit dibuat semakin terlihat sedih, tapi dia berusaha untuk kuat, dan kembali fokus mengendarai mobilnya agar tak membuat kesalahan lagi.


Sekitar 15 menit telah berlalu, dan akhirnya kini mereka telah sampai di RS Medistra Jakarta.


Radit langsung memarkirkan mobilnya lalu masuk bersama Rin kedalam rumah sakit tersebut.


Setelah itu mereka menuju ke suatu ruangan, dimana ruangan tersebut adalah ruangan kerja pribadi milik Dokter Firmansyah, dokter yang akan bertanggung jawab atas terapi pengobatan Radit.


"Silakan masuk," ucap seseorang dari dalam ruangan yang Radit ketuk pintunya itu. Mendengar balasan tersebut Radit pun masuk ke dalam, sementara Rin menunggu di luar.


Radit sudah memintanya untuk ikut masuk, namun Rin menolak dengan bersih keras, Rin benar-benar masih terlihat sangat kesal, terlebih lagi jika mengingat Radit dan Saskia saat di kampus tadi.


"Hai Radit, dimana istri kamu?" sapa Dokter Firmansyah dilanjutkan dengan bertanya saat mengetahui Radit masuk sendiri kedalam ruangannya.


"Dia akan menunggu di luar dok," balas Radit, Dokter Firmansyah yang mendengar itu dibuat sedikit bingung, "mengapa Rin tidak ikut masuk?" tanya dokter Firmansyah pada dirinya sendiri di dalam hati.


"Apa kau yakin mau melakukan terapi ini sendiri? Mungkin memang tak sulit, namun untuk yang pertama kali ini akan sedikit menyeramkan," seru dokter Firmansyah berusaha memastikan. Radit hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Baiklah kalau begitu mari kita mulai," lanjut dokter Firmansyah yang kemudian langsung berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


Dokter Firmansyah pun menjelaskan tentang terapi seperti apa yang akan di lakukan oleh Radit, dia mengatakan bahwa Radit akan menjalani Terapi radiasi yang memanfaatkan partikel atau gelombang berenergi tinggi, misalnya sinar gamma dan sinar-X, untuk menghancurkan sel kanker.


Dia juga mengatakan akan menggunakan Terapi Kemoterapi juga, yaitu memberikan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.


Dan karena ini masihlah hari pertama terapi, jadi terapi yang di lakukan hanya sebentar, dokter Firmansyah hanya memberikan terapi radiasi.


Hal ini agar tubuh Radit tidak langsung kaget akibat terapi tersebut, jadi terapi kemoterapi akan dilakukan setelah Minggu kedua dari terapi radiasi.


Setelah sekitar 10 menit berlalu, terapi radiasi akhirnya telah selesai. Dokter Firmansyah pun mengeluarkan Radit dari mesin IMRT dan menyuruhnya untuk perlahan bangun.


"Tunggu beberapa saat ya," ucap dokter Firmansyah yang sudah duduk kembali di kursinya begitu pun dengan Radit.


Disisi lain Rin yang sudah merasa bosan, mulai sedikit mengintip juga menguping apa yang terjadi di dalam ruangan tersebut. Meski dia masih kesal, namun dia juga penasaran tentang bagaimana terapi nya Radit, "apakah berjalan dengan lancar?" ucapnya dalam hati.


"Hmm ... Baiklah kurasa terapi untuk hari ini sudah cukup. Kamu harus datang kemari setiap hari, yaitu dari hari Senin sampai Jum'at. Kita akan melakukan terapi ini kurang lebih selama 6 Minggu. Dan kamu benar-benar harus rutin melakukannya," ucap dokter Firmansyah sembari melihat hasil pengecekan nya tadi.


"Aku tak bisa memastikan nya, tapi jika memang dalam waktu 6 Minggu belum ada perubahan, maka kita akan melanjutkan nya sampai Minggu kedelapan," balas dokter Firmansyah.


"Radit, kamu benar-benar harus kuat mulai sekarang, lawan penyakit kamu. Percayalah bahwa kamu tak akan berakhir sama seperti mama kamu ya, saat itu teknologi memang masih belum canggih. Namun sekarang semua penyakit insyaallah bisa disembuhkan. Percayalah pada dirimu sendiri, aku pun juga akan percaya padamu," lanjut dokter Firmansyah menguatkan Radit.


Mendengar dokter Firmansyah yang begitu hangat padanya, juga sangat memperdulikan akan kesehatannya, hati Radit dibuat tersentuh. Matanya pun mulai berkaca-kaca.


"Tapi dok, aku merasa bahwa aku lebih lemah dari Mama. Mungkinkah aku bisa se–" Omongan Radit seketika terhenti saat Rin yang sudah menguping pembicaraan mereka dari tadi, tiba-tiba masuk.


Rin pun langsung meraih tangan Radit dan menggenggam nya dengan sangat erat. "Tolong jangan selalu berpikir apakah kamu akan selamat atau tidak, aku tak akan pernah mengizinkan mu untuk kenapa-napa selagi aku masih ada!" ucap Rin dengan tegas sambil mempererat genggaman nya.


"Rin ...."

__ADS_1


"Saya bahagia melihat kalian saat ini, Rin jaga Radit terus ya. Saya pernah mendapat amanah dari Mamanya Radit, namun saya rasa amanah itu akan lebih mudah dipenuhi jika saya meminta anda untuk melakukannya," sahut Dokter Firmansyah dengan senyum.


Rin yang mendengar perkataan itupun menjawab "tentu" dengan penuh keyakinan.


Beberapa saat telah berlalu, setelah cukup berbincang-bincang, Rin dan Radit pun pamit keluar dari ruangan dokter Firmansyah.


......................


"Maaf–" ucap Rin dan Radit yang tiba-tiba saja secara berbarengan.


Sejenak mereka pun bingung dengan apa yang harus dikatakan selanjutnya, jadi Rin meminta agar Radit mengucapkan apa yang ingin Radit katakan terlebih dahulu.


"Aku yang salah, seharusnya saat aku kesal waktu itu, aku tak mengajak Saskia untuk pulang, aku juga minta maaf karena tidak melindungi mu sehingga kamu terjatuh," ucap Radit sambil menundukkan kepalanya.


"Aku sudah memaafkan mu untuk hal itu kok," balas Rin sambil tersenyum.


"Aku juga minta maaf ya, seharusnya aku menemani mu dari awal sampai akhir untuk melakukan terapi. Harusnya aku lebih cepat menyingkirkan egoku ini, aku terlalu memikirkan bahwa hanya akulah yang tersakiti. Padahal kamu juga, kamu marah juga karena sikap ku," lanjut Rin yang kemudian juga ikut meminta maaf.


Mereka pun saling memaafkan satu sama lain, menyingkirkan setiap ego mereka agar bisa menghadapi setiap masalah bersama.


Kini mereka telah berkomitmen untuk akan selalu memaafkan, juga meminta maaf jika terjadi suatu permasalahan.


Mereka akan mulai untuk saling memahami satu sama lain, mungkin sebelumnya mereka telah melakukan hal ini, namun kali ini mereka akan melakukannya dengan usaha yang lebih lagi.


Agar mereka bisa berjalan bersama, bergandengan tangan, juga merangkul satu sama lain untuk semua masalah yang ada.


"Ini janjiku padamu," ucap kedua orang itu berbarengan. Suasana mobil yang hening saat pergi tadi, menjadi penuh tawa dan kebahagiaan saat pulang. Ternyata mereka memang hanya perlu waktu untuk dapat menyingkirkan ego itu.

__ADS_1


__ADS_2