Dinosaurus Kesayanganku

Dinosaurus Kesayanganku
(Bagian 20)


__ADS_3

"Ketika tubuh merasakan sakit karna hantaman, di saat batin tersiksa karna perkataan."


__________________________________________________________________________________________


"Emmm ... silakan duduk Kak, Kakakmau minum apa nih biar Ica buatin?" Ica menawari Tio untuk duduk dan menayakan Tio ingin meminum apa.


Namun Tio menolak kedua tawaran Ica itu dengan halus dan Tio langsung berpamitan karna menurut Tio, tidak sopan jika bertamu di rumah seorang gadis dalam keadaan rumah kosong.


"Emm gak usah repot - repot, Kakak langsung pulang aja. Lain kali Kakak main ke sini agak lama, karna gak enak kalo Kakak bertamu tapi rumah kosong." Tio menjelaskan alasannya.


"Ohh gitu? Iya juga sihhh, emm ya udah klo gitu maksih ya Kak udah jagain Ica! Hati-hati pulangnya." Ucap Ica tenang.


"Itu emang udah tugas Kakak, baik-baik kamu di sini ya, Kakak pamit dulu." Ucap Tio pelan namun terasa menusuk.


Entah kenapa mendengar kalimat yang di ucapkan Tio padanya membuat hati ica begitu ngilu, seakan ia akan berpisah lama dengan pria Kesayangannya ini.


"Kakak sayang Ica gak?" Entah dari mana asalnya, tiba-tiba bibir Ica mengeluarkan kalimat itu dengan mata berkaca-kaca menatap Tio.


"Tunggu Kakak datang jemput Kamu ya sayang!" Tio tidak menjawab pertanyaan Ica tadi.


Tapi Tio langsung merengkuh tubuh Ica ke pelukannya, sambil meminta Ica untuk menunggunya kembali datang. Ica hanya mengangguk pelan, lidahnya terasa kelu.


Perlahan Tio melepas pelukannya sedangkan Ica sudah mulai sesegukan, air matanya mengalir. Entah begitu sulit rasanya melapas Tio padahal ia hanya pulang ke rumah batin Ica.


Setelah selesai berpamitan, Ica lalu mengantar Tio ke depan teras rumahnya. Sekarang Tio juga sudah tak terlihat lagi, Ica memutuskan untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Plakkkk ...!" Tangan itu tepat menderat di pipi mulus Ica.


Tiba-tiba pipi kiri Ica di tampar keras, sampai membuat Ica sedikit terhuyung beberapa langkah. Seketika Ica mengaduh sakit, sambil memegangi pipinya yang sudah memerah.


Ica meyibakkan rambutnya, yang menutupi wajahnya untuk mencoba melihat siapa sosok yang telah tega berbuat kasar padanya.

__ADS_1


"Dasar anakA kurang ajar ..!" Suara teriakan seorang wanita terdengar sangat jelas di seluruh ruangan rumah itu, membuat Ica sedikit kaget.


Mama? Kenapa Ica tiba-tiba di tampar apa salah Ica? Ini sakit banget**! Ica hanya bisa menjawab di dalam hati.


Ica tak sanggup berkata setelah di bentak, itulah kelemahan ica. Hanya suara tangisan pelan yang sanggup mewakili perasaannya saat ini.


"Sini Kamu! Kan, sudah di peringatin jangan sekali-kali Kamu membantah perintah dari Mama!" Teriak Nia kuat di telinga Ica.


Lengan kanan Ica di cengkram kuat, badannya di seret menuju salah satu kamar mandi di rumah itu. Masih di selingi dengan amukan dan kata-kata kasar yang sama sekali tidak pantas di keluarkan oleh seorang Ibu.


"Ampun Ma ...! Hiks ... hiks ...," Sebenarnya bisa saja Ica melakukan perlawanan, namun Ica tidak berani karna dia menghormati wanita yang kasar ini sebagai Ibunya.


"Byurrrr ...!" Seketika sekujur tubuh Ica basah kuyub karna guyuran air.


"Ma ... ampun Ma ...! Hiks ... hiks ...," Ica memohon kepada Nia untuk menghentikan aksinya itu.


Namun bukanya berhenti, Nia malah melayangkan satu tamparan lagi. Tepat mengenai ujung bibir Ica, hingga membuat Bibirnya mengeluarkan darah segar.


Tapi itu semua tidak sama sekalu membuat Nia merasa Iba kebada anak nya itu, Nia malah mencaci maki Ica meluapkan rasa kesalnya karna gadis kecil ini mengacaukan rencananya.


"Dengar ya! Ini peringatan terakhir buat Kamu, sekali lagi Kamu berbuat salah dengan rencana Mama!" Nia menggantungkan ucapannya.


"Kamu akan tau akibatnya dan jika Kamu sampai mengadu kepada Papa, Aku tidak akan segan-segan untuk berbuat lebih dari ini ...! " Nia memegang dagu Ica, seraya mengeluarkan kata-kata ancaman yang jelas di tujukannya pada Ica.


Setelah puas meluapkan emosinya Nia pergi meninggal Ica dalam keadaan kacau, tubuhnya basah di tambah darah yang terus mengalir di bibirnya.


Ica melipat lututnya, ia menangis meratapi hidupnya yang begitu sulit. Bahkan orang yang seharusnya menyayanginya malah begitu tega memperlakukannya dengan kejam.


Ica berjalan gontai menuju kamar tidurnya, pakaiannya masih basah. Air mata dan darah tadi sudah mulai mengering, rambutnya meneteskan sisa-sisa guyuran air tadi.


Ica masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai ia menuju lemari dan mengambil pakaian secara acak untuk di kenakanya.

__ADS_1


Tubuhnya terasa sangat lemas, sekujur tububnya terasa linu, sedangkan wajahnya terasa panas dan perih akibat tamparan keras tadi. Ica menuju tempat tidur empunya untuk mencoba mengistirahatkan tubuhnya.


Tapi air mata terus mengalir membasahi seprey, yang di sayangkan Ica adalah kenapa malah orang tuanya sendiri yang menganiayanya hanya demi uang. Ica mulai terlelap ke dalam tidurnya, tubuhnya terasa sedikit panas mungkin Ica akan demam.


Hari mulai malam namun gadis itu belum juga bangun dari tidurnya, ia hanya beberapa kali terjaga namun kembali tidur lagi krna ia hanya mengubah posisi tidurnya agar lenih nyaman.


- - - - - oOo - - - - -


Sedangkan di sisi lain Tio sedang berbincang dengan beberapa orang dengan tubuh tinggi besar, wajah sangar di tambah dengan pakaian mereka yang serba hitam membuat aura menakutkan mereka sangat terpancar.


"Baiklah Saya mempunyai tugas khusus untuk Kalian, mulai dari besok sampai Saya mengatakan tugas kalian selesai." Tio memberikan instruksi.


"Siap Tuan, jadi apa tugas kami itu?" Salah satu dari kumpulan laki-laki itu menanyakan tugas mereka pada Tio.


"Tugas Kalian adalah menjaga gadis ini selagi Saya masih belum kembali ke Indonesia." Tio menyodorkan sebuah foto kepada para bodyguardnya.


Di dalam foto itu adalah seorang gadis yang memakai baju berwarna biru, dengan senyuman menunjukkan gingsul. Membuatnya terlihat sangat manis, gadis itu adalah Ica.


"Dia sangat berharga bagi Saya, jadi Saya harap Kalian dapat melakukan tugas dengan baik. Jangan buat saya kecewa!" Tio memegaskan bahwa gadis itu adalah seorang yang berharga dalam hidupnya.


"Siap Tuan! Kami tidak akan mengecewakan tuan." Jawab para bodyguard itu serempak.


"Jangan sampai kehadiran kalian di ketahuinya! Jangan buat kesalahan sedikitpun atau kalian tau akibatnya!" Tio berlalu meninggalkan bodyguardnya, setelah memberikan informasi gadis yang akan mereka jaga.


- - - - - oOo - - - - -


Pagi yang sedikit mendung, namun Tio sudah berada di pesawat untuk melakukan Penerbangan menuju Luar Negeri. Menyambangi orang tuanya seperti rencana awal.


Namun wajah Tio terlihat sangat dingin tanpa ekspresi, ia sedikit khwatir dengan keadaan gadis yang akan ia tinggalkan entah sampai berapa hari, bulan, atau bahkan tahun itu.


Namun dalam hati Tio berharap agar gadis Kesayangannya itu selalu bahagia dan baik-baik saja selama ia pergi, Tio sengaja tidak berpamitan dengan Ica agar gadisnya itu tidak terlalu sedih.

__ADS_1


Sedangkan Ica yang tidak mengetahui bahwa Tio telah pergi meninggalnya pagi ini, masih melakukan rutinitas paginya seperti biasa. Setelah semalaman tidur, Ica terbangun di pagi hari dan langsung bergegas menyiapkan diri untuk berangkat ke sekolah.


__ADS_2