Dinosaurus Kesayanganku

Dinosaurus Kesayanganku
(Bagian 35)


__ADS_3

"Lelah, luka, kecewa. Kadang waktu terasa tak adil, karna mengundur datangnya ceria. Tapi fikirlah kembali, di balik itu semua akan ada ilmu sabar yang sedang di tempa."


__________________________________________________________________________________________


"Maksud Kamu apa ngomong kayak gitu?"


Hati Tio berdesir saat mendengar ucapan Ica, fikirannya langsung tertuju pada Issabel kekasihnya yang ada di Belanda.


"Kak, Ica mohon sama Kakak! Tolong berhenti sakitin hati gadis yang Kakak sayang. Cukup Ica aja, jangan ada yang lain lagi." Ica berucap seraya memohon dengan amat sangat pada Tio.


"Maksud Kamu, Issabel?" Tio langsung mencetuskan nama Issabel saat itu juga.


"Syukurlah kalau Kakak faham, jadi Ica mohon sekali lagi mari jaga jarak kita masing-masing." Tutur Ica, setelah mendengar Tio manyebut nama Issabel.


"Ica dua minggu lagi bakal jadi istri Kak Bima, Kak Tio juga sebentar lagi bakal jadi ayah dan suami Kak Issabel. Jadi sudahi ini Kak, Ica cuma sayang sama Kak Bima." Ucap Ica dengan yakin dan tegas.


Tio tertunduk lesu saat mendengar dengan jelas kalimat terakhir yang Ica ucapkan.


"Yahh Kamu bener Ca, Kakak emang gak pantes berkelakuan kayak gini. Harusnya, Kakak hargai adanya Issabel di hidup Kakak." Tio sadar, yang sedang di lakukannya ini salah dan Dia sudah tidak menghargai Issabel yang sangat menyayanginya.


"Seharusnya Kakak udah gak usah ganggu kehidupan Kamu yang sudah tenang, dari kekacauan yang Kakak buat dulu." Tio tertunduk lesu saat mendengar dengan jelas kalimat terakhir yang Ica ucapkan.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau Kakak sudah faham maksud perkataan Ica, ya sudah kalau begitu Ica matiin ya assalamualaikum Kak." Ica mengucap salam seraya ingin menutup sambungan teleponnya.


"Ca tunggu dulu sebentar! Kakak mau Kita ketemu untuk yang terakhir kalinya Ca." Tapi belum sempat Ica mematikan sambungan teleponnya, Tio sudah terlebih dahulu mencegah Ica.


"Setelah itu Kakak bakal pergi jauh dari kehidupannya Kamu, Kakak gak akan ganggu kamu lagi." Lanjut Tio, sambil menunggu jawaban Ica.


"Tapi Kakak mohon temui Kakak untuk yang terakhir kalinya." Tio terdengar sangat berharap.


"I-ica gak bisa Kak!" Ica langsung menolak ajakan Tio terbata-bata.


"Kakak mohon sama kamu Ca, sekali ini aja setelah itu Kakak gak akan nampakin wajah Kakak lagi depan Kamu!" Tio kembali memohon dengan tulus, berharap Ica mau menerima ajakannya.


"Bukannya Kak Tio ada di Belanda?" Ica mengerutkan dahinya bingung.


"Baiklah ini trakhir kalinya, setelah itu Ica mohon! Kita jalani hidup Kita masing-masing." Ucap Ica menyetujui permintaan Tio.


Setelah memikirkan masalah itu dengan matang dan dengan berbagai macam pertimbangan akhirnya Ica memutuskan untuk bertemu dengan Tio.


Mendengar keputusan Ica, membuat Tio sangat senang. Setelah memutuskan mereka akan bertemu kapan dan dimana, Ica menutup sambungan teleponnya.


-14:00-

__ADS_1


Ica sudah bersiap-siap untuk bertemu dengan Tio, di salah satu Hotel bintang lima yang ada di kota itu. Tio akan ada rapat Dewan Direksi Hotel nanti, jadi untuk mengefisien kan waktu akhirnya Tio memilih untuk bertemu di Hotelnya itu.


Sekarang Ica dan Tio sudah berada dalam satu ruangan khusus di Hotel, sesuai permintaan Tio pada pelayan Hotel tadi. Namun sedari Ica berangkat menuju hotel ada beberapa orang yang mengikuti gerak geriknya, entah apa yang mereka ingin kan.


"Kamu semakin cantik sekarang, pantas Bima dan Aku sangat menyukaimu." Ucap Tio membuka pembicaraan dengan memuji Ica, sedangkan Ica hanya memberikan senyum simpul atas pujian Tio.


"Baiklah Kak, Ica gak bisa lama-lama. Karna Kak Bima gak tau kalo Ica pergi nemuin Kak Tio, jadi Ica harap Kak Tio mengerti maksud Ica." Tutur Ica menjelaskan.


Ica pergi tanpa izin dari Bima terlebih dahulu, itu karna Bima tak bisa di hubungi. Padahal rencana awal, Ica akan mengajak Bima ikut menemaninya untuk bertemu Tio.


Setelah berbincang-bincang cukup lama dan selesai menyantap makanan yang di sediakan oleh Tio, Ica memutuskan untuk pulang.


"Kakak baik-baik di sana, jaga dan sayangi Kak Issabel jangan buat Kak Issabel nangis...!" Ucap Ica memberikan sedikit permintaan pada Tio dan langsung di sanggupi oleh Tio penuh semangat.


"Selamat ya Ca buat pernikahan Kamu dengan Bima, ternyata benar jodoh tidak akan kemana." Ucap Tio memberi selamat.


"Makasih udah mau maafin kesalahan terbesar Kakak! Hidup bahagia, cuma itu yang Kakak minta. Kamu harus percaya, Kamu di sini takkan terganti." Tio berbicara sambil tangannya menunjuk dada bidangnya, mengisyaratkan bahwa Ica selalu ada di hatinya.


"Tetap jadi Kakak terbaik ya buat Ica!" Tanpa menunggu aba-aba Ica langsung memeluk tubuh kekar Tio.


"Pasti itu Dek, kalo Kamu lagi dalam masalah jangan segan untuk memberitahu Ku. Sekuat tenaga pasti akan Ku bantu." Tio membalas pelukan Ica penuh rasa sayang sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Ica pulang ya Kak, kasian Pak Mahmud udah nungguin dari tadi. Assalamualaikum!" Sembari melepas pelukannya, Ica berpamitan sambil menunjuk mobil yang ada di pinggir jalan.


"Iyaa udah ati-ati ya ..., waalaikum salam!" Tio mengelus pelan pucuk kepala Ica, sebelum gadis itu benar-benar hilang dari pandangannya.


__ADS_2