Dinosaurus Kesayanganku

Dinosaurus Kesayanganku
BAGIAN 46


__ADS_3

Pesan :


Author mengucapkan terima kasih banyak untuk semua dan selamat datang di kehidupan Ica dan Bima yang sesungguhnya. Happy reading🤣.


__________________________________________________________________________________________


Ini lah bukti di mana seolah-olah sesisi Dunia tak merestui hubungan mereka, namun hati dan prasan masih sama ... . Apakah dengan bigini mereka malah saling menyakiti diri masing-masing?


setelah kejadian itu Bima dan Ica tak pernah lagi bertemu bahkan hanya sekedar mendengar kabar, keduanya hilang di masing-masing kehidupan.


Tak terasa 10 bulan telah berlalu dengan cepat, pria yang sering di sapa dengan sebutan Bima itu masih asik berkutat dengan laptopnya di ruangan yang ada di kantor baru miliknya.


"Drtttt ... drtttt ... drettt!" Suara dering telepon yang di timbulkan oleh getaran Handphone Bima.


Ayah ...? Batin Bima sambil mata tajamnya melirik sesaat ke arah handphone yang masih terus saja bergetar.


"Iya assalamualaikum Ayah ..., ada apa?" Bima berbicara pelan, mengucap salam.


"Pulang lah malam ini, Ayah tunggu!" Suara sayup terdengar dari sebrang sana.


"Kenapa tiba-tiba sekali Ayah? Apakah Ayah baik-baik saja?" Tanya Bima penasaran sambil mencoba mengubah posisinya agar lebih nyaman.


"Ayah baik-baik saja, kami tunggu kedatangan mu nak! Assalamualaikum." Sambungan telepon itu terputus sebelum Bima sempat menjawab salam dari sang Ayah.


"waalaikum salam." Ucap Bima lirih, dengan tangan masih setia menggenggam handphone yang di tempelkan di telinga kirinya.


Tangan kekarnya kembali menopang dagu, ia sedikit penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi di rumahnya.

__ADS_1


"Baiklah mungkin ini saatnya untuk istirahat sejenak Bima." Pria dewasa itu asik mengoceh sendiri sambil mulai beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.


"Selamat sore Pak!" Sapaan mulai terdengar saat Bima berjalan keluar ruangan.


Tak ada jawaban sedikitpun dari Bima, namun Suara riuh seisi kantor malah semakin kencang mulai terdengar dan suara-suara sapaan itu di dominasi oleh suara para karyawan wanita.


Bima mulai melajukan mobilnya di antara keramaian hiruk pikuk kota itu, ia terlihat begitu santai menjelajah waktu di temani matahari yang mulai tenggelam.


Perjalan yang menghabiskan waktu 3 jam itu mungkin tidak akan membuat tubuh bugar Bima kelelahan, namun rasa penasaran lah yang malah membuat lelah fikiran Bima karna sedari tadi dia terus saja menebak-nebak.


- - - - - oOo - - - - -


"Jadi kedatangan Kami kemari adalah untuk menanyakan hasil dari kesepakatan kita 10 bulan yang lalu Pak Dian." Ucap restu membuka pembicaraan. Restu sudah berada di rumah Dian sejak 30 menit yang lalu.


"Saya faham itu, Kami akan memberitahukan hasilnya sekarang juga pada Pak Restu, sebentar ya pak ...," Dian meminta Nia untuk memanggil Ica turun ke ruang tamu dan ikut dalam pembicaraan mereka.


Dengan cepat Nia berjalan meniti tangga menuju salah satu kamar baru yang di tempati Ica sekarang ini.


"Assalamualaikum O-Om, Tante." Ucap Ica memberikan salam dengan suara terbata-bata.


Ica mencium punggung tangan Restu dan Lia bergantian sambil mengucapkan salam, terlihat ia sedikit kikuk dengan panggilannya pada kedua orang tua Bima.


"Waalaikum salam Nak, bagaimana keadaanmu sekarang?" Tanya Restu dengan tatapan lembut.


"Alhamdulillah, baik." Jawab Ica singkat, sambil duduk di salah satu kursi kosong di antara mereka.


Cukup lama berbasa-basi akhirnya Ica di bawa pergi menuju taman belakang bersama Nia dan Lia, entah apa yang sedang mereka bicarakan namun terlihat beberapa kali Ica keluar masuk kamar mandi.

__ADS_1


Setelah beberapa kegiatan yang mereka lakukan, akhirnya Restu dan Lia mengaturkan pamit untuk pulang karna memang urusan sudah selesai di tambah juga hari sudah mulai gelap.


Sedangkan Ica langsung kembali ke kamarnya setelah kegiatannya tadi selesai, sekarang Ica sedang mengemas beberapa barang yang akan di bawanya kembali ke rumah Umi dan Abinya.


- - - - - oOo - - - - -


Bima sedang duduk santai di kamarnya, ia sudah sampai di rumah mewah itu sejak 1 jam yang lalu. Bima semakin merasa penasaran setelah melihat isi rumah kosong tak berpenghuni, entah pergi ke mana pemilik rumah ini.


Merasa bosan diam di kamar, akhirnya Bima memutuskan untuk keluar menuju dapur untuk menghilangkan rasa dahaga di tenggorokannya yang sudah melanda sedari tadi.


Di tengah-tengah perjalanannya keluar dari area dapur Bima di kagetkan dengan suara cempreng khas Mamanya.


"Bima ... Anak Mama yang ganteng sudah sampai!"


Lia langsung menghampiri Bima dan memberikan pelukan terbaik untuk anak laki-laki satu-satunya di keluarga besar Restu.


Yakkk ... astagfirullah , untung gak jatoh ini gelas. Batin Bima merasa terkejut, sambil menguatkan pegangannya pada segelas air yang ada di tangannya.


"Ayah sama Mama habis dari mana?" Tanya Bima heran, sambil mencium punggung tangan Restu.


"Kok sekarang anak Mama makin kurus? wajahnya gak ke urus semerawut gitu, Pasti makannya gak teratur ya ...?" Ucap Lia yang malah asik mengomentari penampilan anaknya itu.


"Enggak kok Ma, Bima sehat ni ...!" Sambil menunjukkan Otot lengannya, Bima mencoba memberikan bukti pada Mamanya bahwa dirinya baik-baik saja.


"Abis dari mana Ayah sama Mama?" Bima kembali mengulang pertanyaannya, namun kali ini di tujukan pada Restu Sang Ayah.


"Habis dari rumah Ica ... ." Restu menjawab dengan santai sambil berlalu menjauh dari Anak dan Istrinya itu.

__ADS_1


"Uhukkk ... uhukkk ... uhukkk ..., rumah I-I-ca?"


Bima sangat terkejut sampai-sampai ia tersedak, sudah sangat lama sekali tidak mendengar nama itu di telinganya.


__ADS_2