
Kenzo mengajak kirana dan kinzi turun kebawah.
"Masih capek ya sayang??"
"Sedikittt, cuma kaki aja yang pegel mas"
" Nanti mas pijitin deh"
"Hehe gak usah mas, bakal lama kalau mas yang mijit".
"Haha kamu bisa aja sayang"
"Kia mah udah hafal"
"Hehehe jadi mauuu eh malu"
Sampainya di halaman depan rumah dilihatnya kevin dan katte tengah bermain di halaman depan bersama lala dan pak Anton.
"Papa? Mama?"
"Hai kalian main apa??" Kirana dan kenzo duduk di kursi depan rumah.
"Ini loh ma, kami main sepeda. Itu lihat kevin lagi naik sepeda sama pak Anton".
"Ohhh,,, kamu gak ikutan??"
"Udah tadi pa, tapi katte capek jadi duduk dulu heheeh".
"Mbak lala lagi liatin siapa sihh??" Kirana melihat Lala yang melamun di samping Katte.
"Eh itu bu lihatin mas kevin"
"Kevin apa anton?" Kenzo menyela
"Mas kevin pak". Wajah lala langsung merah
"Hahahaha jujur aja kali la".
"Beneran pak".
"Oh iya mas, kemarin kia dapet undangan dari Cindy. Dia mau nikah sama kak albert"
"Kapan yang?"
" Akhir bulan mas acaranya, mas bisa ngatur waktu untuk hadir kan?".
" Baiklah nanti kita dateng ke acara mereka"
"Beneran ya masss" Kirana terlihat gembira
"Iya yang".
TIIIINNNN TIIINNNNNN
Mobil Daddy sampai di halaman rumah.
"Loh katanya mommy sama daddy mau kerumah temennya".
"Gak jadi mungkin"
Mommy keluar dari mobil bersama daddy, namun terlihat mommy tampak kesal.
"Sayang tunggu". Daddy mencoba menahan istrinya yang lagi ngambek.
"Assalamualaikum, mommy langsung kekamar ya".
"Wa'alaikumsalam" semua orang heran dengan sikap mommy.
"Ada apa sih dad??"
"Mommy mu ngambek gara-gara acaranya batal. Daddy mau nyusul mommy dulu".
"Mommy bisa ngambek gitu yaa mas ?"
"Hehheheeh yaa gitu deh. Tapi tenang aja daddy pasti bisa ngeluluhin hati mommy. Ayo sayang kita masuk kedalam".
Kenzo mengajak istri dan anak-anaknya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
.
.
Malamnya.......
Semua keluarga makan malam bersama, mommy yang masih mendiami daddy hanya fokus menikmati makananya.
"Daddy, mommy dan semua. Kenzo mau bicara sesuatu. Rencana Kenzo, lusa kenzo akan mengajak anak-anak menempati rumah kami. Karena semua persiapan sudah selesai"
Mommy menghentikan makannya,
"Secepat itu kalian akan ninggalin mommy?"
"Mom, ini kan sudah lama kita bahas, kami akan sering-sering kesini"
"Tapi kalian janji yaa bakal sering-sering main kesini".
"Iyaa mom, mommy juga boleh sering-sering kerumah atau mau nginep juga boleh".
"Mommy mau ikut kalian aja"
"Loh mom jangan gitu, memangnya mommy tega ninggalin daddy sendirian disni??" Daddy membujuk istrinya.
"Kenapa gak tega?!"
"Memangnya mommy kenapa sihh kok ngambek sama daddy??" tanya kenzo
"Tanya aja daddymu"
"Hmmm Daddy kan udah minta maaf sama mommy, daddy tuh gak bisa di cuekin sama mommy".
"Heleh gombal".
kirana dan kenzo menahan tawanya ketika melihat daddy merayu mommy di depan mereka.
"grandma maafin grandpa dong, kasihan grandpa" kata katte
"iya iya mommy maafin. Tapi kalau daddy ulangi lagi mommy bakal beneran marah sama daddy"
"Janji, daddy gak bakal gitu lagi".
Akhirnya makan malam pun selesai, semua kembali kekamar masing-masing.
Kirana membantu kevin dan katte belajar sementara kenzo sibuk mengotak atik laptop di meja kerjanya. Setelah kevin dan katte selesai belajar, mereka pun tidur dan Kinzi yang sudah tidur sedari habis makan malam. Kirana membawakan Dua gelas susu kekamar.
"Lembur ya mas?"
"Hehe ada kerjaan sedikit sayang, anak-anak udah pada tidur ya??"
"Udah mas tadi abis belajar. Ini kia buatkan susu buat mas".
Kirana mengambil gelasnya dan minum di kursi.
"Makasih sayang".
"Kia tidur duluan ya mas, besok kia mau beres-beres barang" Kirana berjalan ke ranjang
Kenzo mematikan laptopnya dan menghabiskan susu nya, setelah itu kenzo pun ikut kirana berbaring di ranjang mereka.
"Mas juga ngantuk sayang". Kenzo membelai wajah istrinya.
"Ngantuk sih ngantuk mas, tapi tangannya jangan kemana-mana dong"
Kirana merasa geli saat tangan kenzo menjelajah kemana-mana.
"Mau denger cerita soal Roy sama Vanya gak??"
"Apa mas??"
Kenzo menceritakan kejadian kemarin selama di luar kota.
"Kayaknya Roy beneran serius sama Vannya, tapi mungkin bakal susah untuk mendapatkan restu dari ayah
"Apa perlu kia ngomong sama Ayah mas??"
"Gak perlu sayang. Ini urusan mereka, nanti ketika mereka membutuhkan bantuan kita, baru kita akan bantu".
__ADS_1
"Emm baiklah kalau begitu, kita merem yuk"
"Boleh, tapi sayang dulu dong". Kenzo menunjuk pipi kanannya.
Kirana mendekatkan wajahnya dan kenzo menoleh ke arah kirana dan keduanya bertemu.
Kirana melepasnya, "Mas sengaja ya??"
"iya, mas emang sengaja"
"Dasar mas ken mesum" Kirana mencubit perut suaminya.
"Hahaha sudah sudah kita tidur sekarang".
Kirana pun tidur di pelukan suaminya dengan nyamannnnnnnnnnnn.
.
.
Hari berikutnya,,,,,,,,,,,,
Kirana dan kenzo sudah membereskan semua barang-barang yang akan di bawa untuk pindahan.Kenzo, kirana, dan anak-anaknya sudah bersiap untuk pindahan ke rumah baru. Untuk membantu mereka disana Kenzo mengajak mbak lala, pak Anton, dan beberapa Assistent rumah tangga lainnya. Rumah itu cukup besar untuk menampung semua anggota keluarga. Kevin dan katte begitu senang melihat kamar mereka dengan dekorasi sesuai kesukaan mereka. Para Assistent rumah tangga pun juga sudah menempati kamar mereka masing-masing. Kenzo dan Kirana mengobrol di Balkon atas rumahnya
"Akhirnya kita bisa pindah juga ya sayang, setelah sekian lama tertunda"
"Iya mas"
"Kamu seneng gak??"
"Alhamdulillah seneng mas, tapi kia juga kasihan sama mommy dan daddy, mereka pasti kesepian".
Kenzo merangkul pundak kirana.
"Mereka bisa kapan saja tinggal disini sayang"
"Iya mas kia ngerti kok".
"Yang terpenting saat ini, mas pengen menghabiskan sisa usia mas bersama kalian" Kenzo mengecup kening istrinya. Kirana pun merangkulkan tangannya ke pinggang suaminya.
"I Love You mas"
"Love you too sayang"
Kenzo mengecup kirana dengan begitu mesraaa, Seolah waktu berhenti dan hanya ada rasa bahagia menyelimuti hati kirana dan kenzo. Kenzo menggendong Kirana dan membawanya ke kamar.
"Mas kita mau kemana??"
"Mau buat adiknya Kinzi"
"Apa masss??? jangan gila mas, Kinzi itu masih bayi. Dia masih butuh Asi mas".
"Mas udah alihkan kinzi ke sufor perlahan sayang".
"Tapi mas kinzi masih bayi mas"
"Lagian kinzi itu udah MPASI juga, jadi saat nya kita buat adik kinzi" Kenzo menurunkan Kirana di ranjang
"Mas please mas, jangan nekad. Anak kita masih kecil-kecil. Dan kita....." Belum kirana menyudahi ucapannya Kenzo sudah membungkamnya . Kenzo begitu mendominasi sementara kirana sudah kalah talak dari suaminya.
"Mass tunggu kinzi sudah besar mas" Kirana menahan hasratnya agar tetap bertahan.
"Mas mau kamu hamil lagi. Anak kita baru 3 mas pengen punya anak 5 jadi kurang 2" Kenzo kembali melancarkan aksinya, sementara kirana dengan pertahanannya yang kini sudah luntur.
Pergulatan hebat pun terjadi dengan begitu lama dan ntah berapa kali Kenzo telah menumpahkan benih-benihnya ke rahim kirana, Keduanya pun sampai lemas. Kenzo mengelus perut kirana dengan perlahan
"Semoga diantara ribuan benih yang mas tabur akan ada yang tumbuh salah satunya".
"Kalau belum tumbuh??" kirana mengatakan dengan nada yang lemah.
"Kita coba terus sampai jadi yang".
"Bener bener deh suamiku begitu mesum".
"Hehe" kenzo tertawa kecil dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada di dalam dirinya.
Kirana mengecup bibir suaminya dan kemudian tidur pulas di pelukannya.
__ADS_1
_The End_
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤