Dokter Kirana

Dokter Kirana
Makin Buncit


__ADS_3

Kenzo mengajak kirana jalan-jalan mengelilingi rumah sakit sambil menunjukan masing-masing ruangan.


"Nah yang kalau yang ini khusus untuk mess para dokter yang magang atau rumahnya jauh dari sini. Jadi mereka bisa nginep disini"


"Ohhh sudah bagus ya mas tempatnya" Kirana dan kenzo melihat-lihat di dalam.


"Iya sayang, ini udah di lengkapi sama funiture pendukungnya. Tinggal untuk makan nanti disediain sama rumah sakit".


"Emm gitu,, ada berapa kamar mas??"


"Mas cuma buat 5 kamar sayang, ini kan ruangannya gede jadi bisa di pake 2 orang"


"Sip sip konsepan mas ke emang luar biasa".


Kenzo mendekati kirana dan memeluknya,


"Ini juga kan karena kamu sayang".


"Mass ini dirumah sakit loh jangan macem-macem".


"Disini kan cuma kita berdua. Lagian belakangan ini kamu sibukkk banget ngurusin anak-anak"


"Bukannya mas yang tiap hari pulangnya kemaleman??".


"Heheh iya juga sih yang. Mas sibuk mempersiapkan ini semua buat kamu".


"Kia terharu bangetttttt"


"Mas cuma pengen kamu bahagia" kenzo mengecup kening istrinya.


"Maaf ya kalau kia kurang perhatian sama mas, kia lebih sibuk sama anak"


"Hehe mas cuma bercanda kok yang. Mas bersyukur banget punya istri kamu. Udah cantik, pandai, sayang sama keluarga dan pastinya bikin mas puasss" Kenzo berbisik ke telinga Kirana yang membuatnya geli"


"Mas ken genitt" Kirana mencubit perut kenzo yang mulai buncit.


"Awww sakit yang".


"Biarin!, habis mas ken genit banget sih. Eh ini perut makin buncit kayaknya" kirana meraba-raba perut suaminya.


"Heheh ini gara-gara makan malem langsung tidur. Mas sekarang jarang banget olahraga. Apalagi olahraga malem sama kamu".


"Hahahah kann bahas itu lagi".


" Mas itu kalau deket kamu bawaannya gak tahanan yang. Pengennya makan kamuuuu teruss".


"Hahahahahaha" kirana dan kenzo tertawa bersama.

__ADS_1


Tok


Tok


Kenzo membuka pintu dilihatnya seorang penjaga rumah sakit mengantarkan makan malam untuk mereka.


"Maaf tuan mengganggu, ini saya mau nganter makanan yang tuan pesan"


"Ohh baiklah pak. Terima kasih"


"Sama-sama tuan".


Kenzo membawa masuk makanan yang sudah di pesannya.


"Mas beli makanan??"


"Iya. Ayo kita makan dulu. Nanti kita lanjut meeting nya".


"Memangnya kita bakal nginep disini malem ini??"


"Iya, Mas mau nyelesaiin kerjaan mas disini. Biar besok tinggal mikir yang lain".


"Baiklah mas".


Kirana dan kenzo makan malam bersama di rumah sakit. Setelah makan malam mereka melanjutkan pekerjaannya.


.


.


Roy dan Vannya sudah sampai di dekat arah jalan pulang ke rumah vannya. Roy menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan diikuti oleh mobil cindy di belakang. Roy melihat Vannya yang tertidur pulas.


"Vannya..."


"Vannya bangunn"


Roy mencoba membangunkan Vannya namun vannya belum juga bangun.


Roy menyentuh kepala Vannya dan membelainya lembut.


"Vannya sayang... bangun"


Vannya bangun dari tidurnya dan melihat roy yang sudah begitu dekat di wajahnya.


"Kak roy mau ngapain?!"


"Bangunin kamu"

__ADS_1


"Tapi kok deket banget??"


Pletaakkkkkk


"Dari tadi kak roy panggil kamu tapi gak bangun"


Roy menjitak pelan dahi Vannya.


"Uhh sakit" Vannya mengusap-usap dahinya.


"Makanya kalau tidur jangan kayak orang ma*i"


"Vannya kita kak roy mau macem-macem"


"Mana ada kak roy kayak gitu. Kalau kak roy mau sudah dari tadi kali. hahahah.... Udah ah itu ditunggu cindy di belakang".


"Emm vannya turun ya".


"Iya, kak roy mau langsung pulang ya. Kamu istirahat dan jaga kesehatan".


"Iya kak. Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam calon bidadari surgaku".


Wajah Vannya langsung merona saat mendengar ucapan roy itu. Vannya langsung berlari ke mobil cindy. Sementara Roy menjalankan mobilnya berlainan jalan dengan mobil cindy.


"Kamu lama amat sih Van?"


"Sorry aku tadi ketiduran hehe"


"Kenapa wajahmu merah gitu?? perasaan gak panas"


"Hehe gak papa" Vannya memegangi pipinya yang terasa panas. Albert menjalankan mobilnya menuju rumah Vannya.


.


.


Roy mengambil jalan pintas untuk cepat sampai kerumahnya, saat dijalan ia melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Rendra baru keluar dari Cafe bersama seorang wanita cantik.


"Itu kayak Rendra. Tapi bersama siapa dia?".


Roy melambatkan mobilnya dan kemudian mobil Rendra melewatinya.


"Aku penasaran, lebih baik aku ikuti mereka".


Roy mengikuti mobil rendra dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2