
Setelah beberapa hari di rawat, kirana akhirnya di perbolehkan pulang. Setelah kepergian anaknya, kirana lebih sering murung dan terlihat sedih.
"Sayang,, ayo makan dulu" Kenzo membawakan makanan untuk kirana.
"Iya mas, letakkan disitu aja". Kirana kembali melamun. Kenzo yang melihat istrinya bersedih seperti itu jadi tidak tega.
"Sayang,,, mas tau kia sedih, kita semua juga sedih. Tapi kita harus ikhlas melepasnya. Ingat lah, anak-anak yang meninggalkan orang tuanya saat usianya belum balig maka akan menjadi tabungan orang tuanya di surga Allah. Kanayya dan anak-anak kita lainnya butuh semangat kamu sayang. Kalau kamu terus bersedih, siapa yang akan memberi kasih sayang kepada mereka????". Kenzo menghapus air mata istrinya. Kirana yang tak sanggup lagi menahan tangisnya langsung menumpahkan tangisnya di pelukan suaminya.
"Maafin Kia mas .. Hikss Kia akan berusaha untuk mengikhlaskannya"
"Iyaa,,,,".
Tak lama Kevin, katte, dan kinzi dan lala menghampiri kirana.
"Mama...."
"Hallo sayang" kirana menghapus air matanya.
"Mama jangan sedih terus ma, nanti kami siapa yang ngurus ma??"
"Ya ya ya" Kinzi menyaut perkataan kevin.
"Maafin mama ya sayang, mama janji akan berusaha mengikhlaskan kepergian adik kalian".
"Iyaaa ma".
"Ma, adik kanayya bangun ma" Katte memberitahu mamanya.
"Ohh iyaa ya, tapi gak nangis adek kanayya. Anak pintar". Kirana mengambil kanayya dari keranjang bayi.
"Kalian main di bawah dulu yaa, adik nayya mau nyusu dulu sama mama". Kenzo menyuruh anak-anaknya untuk turun kebawah.
"Tapi papa kok gak ikut turun??"
"Papa mau nemenin mama sama adik, takutnya mama butuh sesuatu".
"Oke deh kalau gitu".
"Daaa adek nayya".
Anak-anak turun ke bawah dan bermain bersama mbak lala.
Kenzo memperhatikan kanayya yang tengah asyik menyusu kepada ibunya.
"Nayya mirip kamu ya sayang".
"Iya mas kayaknya mirip banget sama kia".
"Iya sama-sama cantik". Kenzo mencoba menghibur istrinya.
"Mas gak kekantor??"
"Enggak, mas izin beberapa hari gak kekantor. Lagian ada kak Zidan di sini. Jadi bisa handle sementara. Mas mau nemenin kamu sayang".
"Kia gak papa mas sendiri". Kirana menatap suaminya.
__ADS_1
"Mas akan menemanimu beberapa hari kedepan. Kamu jangan Nolak!".
"Hmm baiklah".
Kenzo dan kirana melihat kanayya yang sudah puas menyusu.
"Pipinya gemesssiiiinnnn bangettt sih anak papa".
Celetakkkkkkkkkk
"Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam"
Sofie, Vannya dan keyra datang menjenguk Kirana.
"Ehhh kalian, ayooo sini masuk".
"Emm mas turun dulu ya".
"Iya kak ken cepetan turun gin, dibawah bapak-bapak udah pada nunggu".
"Baiklah".
Kenzo pun turun meninggalkan kirana dan teman-temannya.
"Gimana keadaanmu ki??"
"Alhamdulillah berangsur baik".
"Aamiin".
"Terima kasih semuanya".
"Ini kanayya yahh, gendong tante key yukkk biar ketularan".
"Boleh tante" Keyra mengambil kanayya dan menggendongnya.
"Gimana pengantin baru udah ngisi belum nihh??"
"Hehehe Alhamdulillah udah kak, ini masuk 5 bulan, kak cindy gimana??".
"Alhamdulillah tinggal nunggu waktu lahiran aja ini mah".
"Iri dehh sama kalian".
"Yang sabar ya key".
"Iyaa insyaa Allah. Emm.... Van, tolong gendong Nayya dulu aku mau ke toilet". Keyra memberikan nayya kepada Vannya kemudian dia berlari ke kamar mandi.
"Key kenapa yaa??"
"Mungkin hamil".
"Bisa jadi".
__ADS_1
Tak lama bibik mengantarkan minuman dan cemilan ke kamar kirana.
Keyra baru keluar dari kamar mandi.
"Kamu gak papa key?"
"Mungkin aku masuk angin aja ki".
"Jangan-jangan kamu lagi ngisi. Udah cek belum??"
"Aku takut kecewa lagi ki. Jadi aku gak pernah ngecek".
"Di dalem laci itu ada tespeck. Kamu pake aja key".
"Tapi....."
"Udah tes aja. Siapa tahu kali ini positif"
Keyra membuka laci dan mengambil tespeck kirana.
"Aku cek dulu ya". keyra masuk kedalam kamar mandi. dan tak lama ia pun keluar.
"Gimana??"
"Garisnya samar".
"Coba sini". Cindy mengambil tespecknya.
"Ini positif key, garis 2 tapi samar. aku dulu juga gitu. Coba besok pagi tes lagi".
"Mudah-mudahan besok sudah jelas garisnya"
"Aamiin"
"Ayo diminum dulu"
Setelah lama mengobrol, mereka pun pamit pulang.
.
.
.
Selama 1 minggu full kenzo menemani kirana dirumah, Kenzo membantu kirana merawat anak-anaknya hingga kondisi kirana stabil dan bisa aktivitas seperti biasa. Kirana begitu bahagia karena memiliki suami yang begitu baik dan perhatian kepadanya. Setidaknya kenzo dan anak-anak dapat mengobati kesedihan yang dirasakan kirana🥺😊
.
.
.
.
Tengcuuuu udah pada read🤗
__ADS_1
Absen dulu, tinggalin jejak kalian yak😊🙏