Dokter Kirana

Dokter Kirana
Rencana Zidan


__ADS_3

Memejamkan mata terasa sulit, pikiran kacau dan hati gelisah tak tenang, itulah yang dirasakan Kenzo saat ini.


.


Ke esokan paginya, kirana mengajak anak-anaknya bermain di taman belakang bersama grandma Rena. Mereka membuat suatu permainan menarik sehingga membuat Kevin dan Katte begitu riang gembira. Kirana meninggalkan ponselnya di kamar sehingga ia tak tahu jika Kenzo menelfonnya berkali-kali.


.


Dilain tempat....


Kenzo dan Zidan mendatangi perusahaan keluarga Sofie. Mereka tampak sedang membahas rencana proyek baru mereka, dalam kesempatan lain Zidan yang mencuri-curi pandang terhadap Sofie, dimana saat ini Sofie terlihat begitu cantik dengan mengenakan hijabnya. Zidan begitu kagum melihat calon istrinya mau menutup auratnya.


"Bagaimana jika kita tinjau langsung lokasinya setelah ini?" tanya kenzo.


"Oke aku setuju, jadi lebih jelas untuk arahnya nanti". lanjut Zidan.


"Baiklah aku juga setuju".


Sofie, Zidan dan Kenzo pergi menuju lokasi proyek. Mereka naik di mobil yang sudah disiapkan, kenzo duduk didepan bersama supir sedangkan Sofie dan Zidan duduk di belakang.


"Sofie, kamu begitu cantik dengan hijabmu".


Wajah sofie berubah jadi merona, "Terimakasih".


Kenzo yang melihat mereka berdua dari kaca spion ingin tertawa, pasalnya mereka berdua begitu kikuk.

__ADS_1


Sampailah mereka di sebuah lahan luas dan terbengkalai. Kenzo membuka denah lokasi dan mencocokan lahan sebenarnya dan gambar di densh tersebut. Mereka membahas rencana proyek yang akan segera di kerjakan.


Setelah mereka selesai meninjau lokasi, Sofie membawa kenzo dan Zidan untuk makan siang dk sebuah restoran terkenal di Jepang. Kenzo begitu tak tenang, ia hanya berusaha fokus terhadap pekerjaannya namun hatinya begitu kesal dan marah.


Kenzo dan Zidan kembali ke Hotel dan Sofie pulang kerumah orang tuanya. Sebelum kenzo masuk ke kamarnya,


"Ken, malam ini apa kau sibuk?"


"Tidak. Ada apa?"


"Temani aku datang kerumah sofie".


"Untuk apa?"


"Aku ingin melamarnya, bila perlu menikahinya malam ini".


"Kenapa tidak?, Aku sudah mengatakan niat baikku kepada orang tua sofie lewat telfon, dan malam ini aku ingin menemuinya secara langsung. Aku sudah mengurus semua nya, tujuanku selain bisnis kita, juga aku ingin menikahi Sofie. Toh aku hanya butuh kamu sebagai saksiku saja. Gimana?".


" Baiklah, akan ku temani".


Tiba-tiba zidan memeluk Kenzo.


.


Saat Malam pun tiba, Kenzo dan Zidan datang kerumah keluarga Sofie. Tampak disana banyak orang yang berlalu lalang. Kenzo dan Zidan disambut hangat oleh keluarga Sofie, ternyata memang benar yang di katakan Zidan, malam ini mereka akan menikah. Pasalnya penghulu sudah menunggu di dalam rumah.

__ADS_1


Proses ijab Qobul pun berjalan dengan lancar, kini Zidan dan Sofie sudah sah menjadi pasangan suami istri. Saat Sofie keluar dari kamar dan menemui Zidan, semua orang kagum melihat kecantikan pengantin wanitanya. Kenzo jadi teringat pernikahannya bersama kirana, namun ketika ingat foto yang dilihatnya kemarin, kenzo memuncak kembali kemarahannya. Kenzo pun beranjak keluar rumah dan berusaha mendinginkan badannya .


Saat ia duduk di kursi depan, Ada seorang gadis yang memperhatikannya, "Hmmm diaa begitu tampan, meskipun sepertinya dia lebih dewasa dariku" gumam nya..


Gadis itu mendekati kenzo,


"Hallo kak, boleh aku duduk disini?"


"Iya"


Gadis itu duduk di sebelah Kenzo.


"Oh iyaa kenalin, namaku Naura. Kakak siapa namanya?"


"Kenzo"


"Ohh kak kenzo temennya kak Zidan ya?? aku sepupunya Sofie".


"Iya"


Kenzo merasa tak tertarik berbicara dengan gadis itu.


Naura kesal karena di cuekin oleh kenzo, Ia pun segera pergi meninggalkannya. Setelah Acara selesai kenzo pamit pulang ke hotel, sedangkan Zidan tinggal di rumah istri yang baru ia nikahi.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2