Dokter Kirana

Dokter Kirana
Mirip Papa


__ADS_3

Kenzo kembali keruangan kirana dirawat...


Saat membuka pintu dilihatnya Kirana tengah menyusui bayi mereka.


"Mas akan tunggu diluar sampai kalian selesai".


"Masuk aja mas, mas kan juga ayahnya".


"Baiklah".


Kenzo mendekat ke arah kirana dan duduk dikursi samping kirana.


"Dia begitu mirip denganmu mas"


"Benar sekali sayang. Anak-anak juga mirip denganku".


"Aku sungguh iri denganmu. Aku yang membawa mereka kemana-mana tapi mereka lebih dominan mirip kamu mas" Kirana langsung cemberut.


"Tapi mas jadi iri sama anak-anak"


"Kenapa?"


"Karena mas harus berbagi sama mereka atas dirimu. Lihat saja bayi kecil ini, dia begitu erat memegangimu seolah tak ingin orang lain merebutmu".


"Hihihhii kamu ini lucu mas, masak cemburu sama anak sendiri".


"Tapi memang gitu kenyataannya. Mereka menyita begitu besar waktumu".


"Hmmmm mas udah ada nama belum buat si kecil ini??"


"udah sayang, kalau namanya "Kinzi".


"Mirip mas dong"


"Hehe iyaa sayang tapi tetep beda dong".


"Bagus juga namanya. Hallo sayang namamu sekarang Kinza kecil yaaa " Kirana mengecup kening anaknya.


Tak lama dari itu, mom dan daddy sampai dirumah sakit. Mereka segera menuju ruang inap Kirana.


Sampainya di ruangan....


"Sayanggggggg selamat yahhh" Rena mengecup pipi kanan kiri dan kening kirana.


"Terima kasih mom".

__ADS_1


"Dad lihat cucu ketiga kita. Dia lucu sekali ya dad. Mirip sekali dengan ken bayi".


"Iya mom, anak-anak mereka begitu mirip sama ken. heheh".


"Harus dong dad, aku kan papa mereka yang ganteng dan gagah, tentu mereka harus mirip dengan ku. Tapu kalau untuk sifat mudah-mudahan lebih mirip mamanya yang begitu lembut hati dan sabar".


"Iya gak kayak kamu, ya kan dad"


"Iya betul".


"Hahahahahahahaha" Semua orang tertawa


"Katte dan Kavin dimana mom?"


"Mereka ada di depan, anak-anak gak boleh masuk sayang".


"Ohhh gitu".


"Mom, ken mau ke luar dulu yah bentar".


"Mau kemana mas?"


"Mau ketemu dokter".


.


Kenzo pun pergi ke ruang transfusi darah untuk memeriksa kecocokam darah kenzo dan kirana.


"Ya Allah,,, semoga aku bisa menghilangkan rasa takutku demi istriku".


Kenzo memberanikan diri untuk mendonorkan darahnya untuk istrinya. Suster sudah menyiapkan peralatan medis untuk mengecek darah kenzo.


"Sus, tolong pelan-pelan ya".


Susterpun menahan tawanya, ini begitu lucu ketika ada orang dewasa takut dengan jarum suntik.


"Baik pak".


Suster melaksanakan tugasnya dengan segera, kenzo pun tak berani menoleh ke arah jarum suntik itu.


"Baik pak, sudah selesai. Silahkan menunggu hasilnya nanti ya pak".


"Baiklah".


Kenzo tak ingin membuang waktunya di dalam ruangan itu, ia pun bergegas keluar menemui anak-anaknya.

__ADS_1


.


1 Jam kemudian......


Hasil tes darah sudah keluar, darah kenzo dan kirana cocok dan bisa segera di lakukan transfusi darah.


Kenzo sudah bersiap untuk mendonorkan darahnya.


Saat ia berbaring, petugas membawa jarum yang lebih besar dari jarum suntik biasa.


"Itu jarumnya?"


"Iya betul"


"Apa ada yang lebih kecil lagi??"


"Maaf pak tidak ada. Cukup bapak relax dan tak usah melihat nya, ini semua demi istri bapak kan?"


"Baiklah aku bersedia".


Petugas medis mencari urat nadi dan menusukan jarum ke lengan kenzo.


"Aduhhh"


"Tahan ya pak".


Kenzo mencoba untuk relax dan mengatur nafasnya....


"Ternyata begini yaa rasanya donor darah".


gumamnya dalam hati. 1 kantong darah telah terisi penuh, tenaga medispun menyudahi kegiatannya.


"Alhamdulillah sudah selesai pak. Ini vitamin silahkan diminum yah agar bapak bisa sehat kembali".


"Terima kasih".


Kenzo pun meminum vitamin penambah darah dan beristirahat sebentar di ranjang pasien.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2