
Sesampainya di rumah sakit, kenzo dan kirana bergegas menuju lantai atas rumah sakit. Disana sudah terlihat banyak kerumunan orang. Kenzo dan kirana menerobos melewati kerumunan orang-orang, dan sampai lah keduanya di barisan terdepan.
"Vanya jangan gila kamu!"
Semua orang menoleh ke arah kenzo, disana pun ada ayah dan mama vanya yang mencoba menasehati Vanya agar tidak melompat dari atas gedung.
"Bukan kah ini yang kak ken inginkan?? agar aku tak akan mengganggu kak ken lagi?"
"Jangan bodoh kamu, bunuh diri itu dosa!"
"Aku gak perduli, yang aku inginkan selalu bersama kak ken"
"Apa kau lupa kalau kenzo itu kakak iparmu?!" kata kirana dengan tegas.
"Aku gak perduli dan aku gak pernah menganggap dia adalah kakak iparku. Kau Jangan ikut campur!".
"Kalau kau mati, bukan melepas bebanmu tapi akan menambah beban dosamu".
"Aku gak perduliiiiiii, aku cuma mau kak kenzo menikah denganku!!!" Vanya bergerak semakin dekat di pinggir gedung.
"Kau mau lompat? kau mau matti? Silahkan. Itu bukan urusanku!, yang jelas aku tak akan pernah menikahimu karena aku sudah menikah dengan kirana".
Kenzo meraih tangan kirana dan malah mencium istrinya di depan umum.
Semua orang terheran dengan sikap kenzo yang seperti itu, Kirana pun masih diam mematung saat suaminya melakukan itu. Jelas vanya yang melihat itu membuatnya makin frustasi
"Jadi kak ken udah ingat semuanya?"
Kenzo melepas ciumannya dan memeluk kirana.
"Iya aku sudah ingat semuanya. Dan jika kamu terjun kemudian mati juga, aku tak akan peduli. Buka matamu, buka pikiranmu, kita tidak akan pernah bersatu karena aku tidak mencintaimu".
"T*idak mencintaimu"
"Tidak mencintaimu*"
"Tidak mencintaimu"
Kalimat itu terus terngiang di pikiran Vanya, ia pun terduduk lemas. Ayah dan mama vanya mendekati vanya.
"Vanya, jangan senekad ini nak. Jika kau terjun mama akan merasa sendiri dan kesepian tanpamu. Hikss hiksss".
"Iyaa nak, ingatlah masih banyak pria yang jauh lebih baik dari kenzo. Kamu itu cantik, dan anak baik tidak akan pernah melakukan hal konyol seperti ini"
Vanya menangiss memeluk mamanya.
"Maaf kan akuuu ma, hiks hiks hiks".
"Iyaaa sayang, kamu jangan begini lagi".
Mama dan ayah vanya menegakkan Vanya dan memapahnya mendekati kirana dan kenzo.
"Kenzo, kirana, maafkan atas kesalahan Vanya kepada kalian" kata ayah.
__ADS_1
"Vanya janji gak akan ngelakuin hal seperti ini lagi. Vanya gak akan mengganggu kalian lagi".
Kenzo dan kirana melihat ketulusan Vanya menyesali perbuatannya itu.
"kak kia, bolehkan aku memelukmu?"
"Tentu"
Kirana mendekati Vanya dan memeluknya.
"Maafkan aku ya kak, aku sudah jahat sama kakak"
"Yang penting jangan diulangi".
"Iyahh" Vanya masih terus saja menangis.
"Sudah jangan menangis". kia mengusap punggung Vanya.
Setelah Vanya sadar, semua orang membubarkan dirinya. Vanya dibawa kembali ke kamar pasien dan diberi obat penenang agar beristirahat.
"Vanya, kenzo, terima kasih kalian sudah menyadarkan Vanya. Mohon dimaafkan segala kesalahan Vanya selama ini, Ibu janji akan menjaga Vanya agar dia tidak melakukan hal-hal seperti ini lagi".
"Baiklah bu, mudah-mudahan Vanya menemukan kebahagiaaannya bersama pria lain".
"Aamiin".
"Kalau begitu kami pamit dulu, karena anak-anak kami titip dirumah daddy".
"Iya ayah, kirana sudah punya 2 anak dan insyaa allah akan segera hadir yang ketiga".
Kirana memegang perutnya.
"Jadi kami sudah menjadi kakek dan nenek?"
"Tentu, nanti di lain waktu kami akan mengajak anak-anak mengunjungi kalian".
"Baiklah, salam untuk mereka dirumah".
"Iya ayah, kami permisi dulu. Assalamualaikum".
"Wa'alaikumsalam".
.
Kirana dan Kenzo meninggalkan rumah sakit dengan perasaan tenang. Sementara Vanya sudah tidur dan beristirahat di kamar pasien.
.
Dimobil.....
"Mas, tadi Mas kenapa nekad gitu mencium kia di depan banyak orang?"
"Mas geram sama akting Vanya".
__ADS_1
"Hmmm tapi kalau dia beneran mau bunuh diri gimana?"
"Dia bukan gadis bodoh yang akan mengorbankan dirinya. Itu hanya akal-akalan dia aja".
"Tapi mas, kia cuma takut kalau seandainya dia beneran lompat ".
"Dari pada mas disuruh nikah sama dia. Kamu milih mana?"
"Kia gak mau lah melepas mas gitu aja".
"Ya udahh kalau gitu, berarrti sikap mas udah bener".
"Iyaa sih yah, hmm mudah-mudahan dia beneran sadar ya mas".
"Aamiin....".
Sampailah mereka di rumah,,,,,
"Sayang, mas langsung ke kantor yah".
"Ohh iya mas, kalau gitu kia masuk kedalam ya".
"Kiss dulu dong".
"iiiiihhhhh genit banget".
"Biarin".
"Hihihhi"
Kirana mendaratkan kecupan di pipi kenzo.
"Udah, kia mau masuk. Mas hati-hati yahh di jalan".
"Makasih sayang, salam untuk anak-anak yahh".
"Iyaaahhhh"
.
"Assalamualaikum istriku"
"Wa'alaikumsalam suamiku".
Kirana melambaikan tangannya dengan tersenyum manis mengantar kepergian suaminya. Kenzo menjalankan mobil menuju kantor dan kirana segera masuk ke dalam rumah.
.
.
.
.
__ADS_1