
Keesokan Harinya, kirana membangunkan Kenzo dan menyuruhnya segera mandi. Kirana pun menyiapkan pakaian kerjanya. Setelah mandi kenzo segera memakai kemejanya di bantu kirana.
"Mas jadi kan hari ini?"
"Jadi"
"Baiklah kalau begitu. Nah sudah selesai, ayo kita sarapan dulu"
Kirana mengajak Kenzo turun kebawah dan mereka pun sarapan bersama. Setelah sarapan, kenzo pamit untuk berangkat ke kantor.
.
Sesampainya di kantor, Kenzo langsung menuju ruanganya. Sekertarisnya masuk dan memberitahu bahwa pertemuan semua jajaran investor akan di lakukan jam 10 nanti.
.
Nampak para Investor telah tiba di kantor dan masuk ke ruang rapat. Mertua dan adik ipar kenzo pun juga tiba di kantor. Namun Vanya menuju ruangan Kenzo dan langsung masuk ke dalam tanpa bertanya ke sekertarianya.
.
"Kak ken lagi apa?? kok belum ke ruang rapat?" Vanya berjalan mendekati Kenzo.
"Vanya kenapa kau disini?" Kenzo begitu kaget
"Vanya kan juga salah satu bagian dari investor, jadi vanya ikut dong kak, Masak kak ken lupa".
"Bukan begitu, maksud kak ken kenapa kamu masuk ke ruangan kakak? harusnya di ruang rapat".
"Vanya pengennya bareng calon suami" Vanya melingkarkan tangannya di lengan Kenzo.
Kenzo merasa gak nyaman dengan sikap Vanya seperti itu.
"Tolong lepaskan, ini kan di kantor. Nanti akan banyak gosip yang gak baik".
"Biarin aja, aku gak perduli". Vanya menarik lengan kenzo dan mengajaknya ke ruang rapat. Kenzo masuk kedalam bersama Vanya, dan semua orang menatap kedatangan mereka. Banyak yang kagum dengan pasangan ini dimana kenzo menggandeng anak investor terbesar di perusahaan kenzo. Vanya pun duduk di sebelah kenzo dan ayahnya, Kenzo memimpin rapat pertemuan itu.
.
Dilain tempat,,,,
Kirana tengah bersiap berangkat menuju kantor suaminya. Sesampainya di kantor Kirana langaung menuju ruangan suaminya.
.
Setelah rapat selesai, para jajaran investor meninggalkan kantor kecuali Mertua dan adik iparnya itu.
.
"Kak ken Hebattt deh, berkat kerja keras kak ken, perusahaan kita bisa maju dengan pesat".
__ADS_1
"Ini berkat kerja sama semua pihak"
"Benar yang dikatakan Kenzo. Oh iya bagaimana soal rencana pernikahan kalian?"
"Ada hal lain yang ingin saya perlihatkan kepada bapak dan Vanya. Tunggu sebentar".
Nampak Kenzo menelfon seseorang".
"Bawa masuk".
Celeekkkkkkk....
Masuklah seorang ajudan Kenzo bersama seorang lelaki yang begitu tidak asing untuk Vanya.
"Apa kau Masih ingat dengan Lelaki itu Vanya?"
"A.aku g.gak kenal kak"
"Yakin kamu gak kenal?"
"I.iyaa " Wajah Vanya berubah pucat dan ia berusaha menutupi rasa takutnya.
"Hallo dokter Ilham, apa anda ingat dengan saya dan kekasih saya?"
"Iya saya ingat".
"Ingat kah anda obat apa yang anda berikan kepada saya saat itu?" Kenzo mengeluarkan botol kecil dari saku jas nya.
"I.itu obat untuk sakit kepala".
"Benarkah?"
"I.iiyaa benar".
"Baiklah kalau begitu, kalian tunggu sebentar". Kenzo tampak menelfon seseorang kembali.
.
Ddrrtttt ddrrtttt ddrrttt
Ponsel kirana bergetar, ia segera mengangkat telfon dari suaminya. Kenzo menyuruh kirana untuk segera masuk ke ruang rapat. Kirana pun bergegas menuju ruang rapat.
.
Saat kirana masuk, semua orang yang disana menatap kedatangan kirana.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Vanya
"Kirana?????" Ayah kirana
__ADS_1
Kirana hanya tersenyum datar melihat vanya dan ayahnya.
" Kemari dokter kirana. Tolong jelaskan kepada kami, sebenarnya ini obat apa?"
Kirana melihat botol obat yang di temukan kirana saat packing baju kenzo saat itu.
"Itu obat pereda sakit kepala, namun saat penggunaan dalam jangka panjang maka akan berdampak merusak syaraf dan menghapus memori ingatan kita".
"Jangan Asal bicara kau!"
"Sungguh aku tak berbohong, Jika tak percaya bisa tanyakan kepada dokter Edward'".
"Tak perlu, Tuan Ilham juga seorang dokter syaraf, tentu ia lebih memahami semua itu".
Kenzo menatap tajam dan menusuk ke arah dokter Ilham. Dokter Ilham pun menjadi ketakutan.
"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud memberikan obat yang salah. Dan jika diberikan dengan dosis yang benar maka akan meredakan sakit kepala tuan saat itu".
"Tapi jika di konsumsi dalam jangka panjang akan merusak syarat manusia dok" kata Kirana.
Dokter Ilham hanya terdiam.
"Sekarang mengakulah, apa kalian merencanakan sesuatu kepadaku?"
"Saya hanya membuatkan racikan obat berdasarkan pesanan tuan".
"Pesanan siapa?!"
Dokter Ilham tak berani bicara dan hanya menatap Vanya. Vanya terlihat menutupi kepanikannya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
Dokter Ilham masih terdiam dan tak berani bersuara menatap ke arah Vanya.
.
.
.
❤❤
Hallooo semuaaa,,,,
Maaf yaah ceritanya kita potong dulu, Uni mau infoin nihhh, Uni udah buat cerita baru judulnya "Menikah Muda" dan "Mengejar Istri yang Kabur"
sambil Nunggu Up dari Uni kalian mampirrrr dong ke tulisan uni lainnya.
Terimakasihhhhhhhhhhhhh🙏
__ADS_1
Ceritanya di sambung besok yahh🥰