
Hari berikutnya...............
Semua orang di rumah Vannya tengah sibuk mempersiapkan acara pesta pertunangan Vannya dan rendra. Vannya memberi obat bius kepada pemilik WO itu kedalam minumannya. Saat ia sudah pingsan, dengan cepat Vannya mengganti pakaiannya dengan kebayak yang seharusnya ia kenakan. Tak lupa Vannya memakaikan hijabnya agar begitu mirip dengannya. Vannya ganti memakai baju ibu itu dan membawa sejumlah uangnya dan juga barang-barang berharganya. Vannya menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.
Saat situasi tengah ramai, orang-orang masih sibuk dengan penyambutan keluarga rendra yang baru sampai.
Vannya berjalan menuju pintu belakang, saat ia akan keluar Vannya bertemu dengan Bik Juli.
"Bu Zita mau kemana??"
"Waduh, kenapa bik juli nanyain segala sih!!" Gumam Vannya dalam hatinya.
"Saya mau ambil barang di mobil"
"Ohh begitu. Tapi mobil ibu kan di depan??"
"Didepan banyak tamu bik. saya malu".
"Ohh gitu"
"Saya keluar dulu".
Vannya dengan cepat berjalan meninggalkan Rumahnya. Namun belum jauh Vannya pergi dari rumah sebuah mobil hitam menghampirinya dan menarik paksa Vannya untuk masuk kedalam mobil.
.
.
Acara pun akan di mulai, papa vannya menyuruh mamanya menjemput Vannya di kamar. Saat mama diva masuk kedalam kamar ia melihat vannya yang tengah tiduran di ranjangnya.
"Sayanggggg acaranya udah mau dimulai, ayo kita keluar".
Tak ada sahutan dari vannya, Mama nya mencoba membangunkannya lagi.
"Vannya, jangan gitu dong sayang. Ayoo kita turun.... Rendra udah nunggu kamu di luar".
Mama diva membalikkan badan vannya dan begitu kagetnya saat melihat ibu Zita yang tengah pingsan memakai baju kebayak vannya.
"Papaaaaaaaaaaaaaaa". Mama vannya berteriak dari dalam kamar Vannya.
Papa Vannya berlari diikuti oleh keluarga yang lain.
__ADS_1
"Ada apa ma??"
"Vannya kabur pa".
"Apaaa?????!!!!"
Semua orang yang di rumah Vannya begitu kaget
"Cepat Cari Vannya sampai dapatttt!!!" Papa vannya berteriak dengan keras. Semua orang diriwehkan mencari keberadaan Vannya.
Kirana dan kenzo yang baru datang langsung kebingungan dengan orang-orang yang berhamburan,
" Ada apa pa??" Kirana bertanya kepada ayahnya
"Adikmu kabur" Ayah kirana begitu marah.
"Apa???"
"Papa tau siapa yang membawa dia kabur!" Papa Vannya mengambilnya dan melaju kekantor Roy.
.
.
.
"Roy!! dimana kau sembunyikan Vannya??!!""
"Maksud bapak apa???"
Duuuuuukkkkkkkkkk
Duuuuuuukkkkkkkk
Papa Vannya menonjok wajah Roy kanan dan kiri hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah.
"Tungu pak tunggu, Maksud bapak apa?? saya tidak mengerti?"
"Yah sabar yah!!" Kenzo menahan ayah mertuanya agar tidak menghajar Roy lagi.
"Vannya kabur dari rumah itu pasti gara-gara kamu!!!"
__ADS_1
"Saya tidak tau kalau Vannya kabur dari rumah. Terakhir saya melihat Vannya itu saat diacara Ken waktu itu".
"Jangan bohong kamu!!"
"Demi Allah pak saya tidak pernah mengajak Vannya kabur. Malah saya baru tau sekarang ini"
Ayah Vannya langsung diam dan pergi dari kantor Roy.
"Awass kalau sampai kaburnya Vannya ada hubungannya sama kamu. Saya akan tuntut kamu!!!" Papa Vannya langsung keluar sementara Kenzo masih di ruangan Roy.
"Ken kok bisa Vannya kabur??"
"Aku juga gak tau pastinya. Tapi pas aku sampai disana udah ribut"
"Vannya kemana ya?? semalem dia nelfon aku, terus minta aku untuk ngajak dia kabur. Tapi aku tolak, jadi aku beneran gak tau dimana Vannya" .
"Kita Cari sama-sama".
"Oke ken aku setuju".
Kenzo dan Roy mengerahkan anak buahnya untuk mencari Vannya. Tidak ada yang tau dimana keberadaan Vannya sekarang.
.
.
.
.
Jangan lupa like, coment dan vote nya yahhh....
Biar uni makin semangat nulisnya🤗
Tengcuuu semua😍
Baca juga
*Dokter kirana
*Menikah Muda
__ADS_1
*Mengejar Istri yang kabur
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤