Dokter Kirana

Dokter Kirana
Kenzo Lebay


__ADS_3

Vanya dan Roy saling melempar pandang, saat pandang bertemu wajah keduanya pun langsung bersemu merah. Vanya langsung mengalihkan pandangannya ke makanan yang baru saja tiba.


"Eh makanan udah dateng, asikkkkkk. Ayo kak kita makan, mumpung masih anget".


Jantung Vanya dan Roy pun berdebar tak menentu. Rasanya seperti orang yang baru pertama kali merasakan cinta.


"Ehem,,, jadi obat nyamuk aja aku disini". Kenzo menyantap makanan di hadapannya


"Apaan sih kak ken nih" Vannya tersipu malu.


" Setelah ini, kita ke lapangan ya, meninjau langsung proyek nya".


"Boleh juga".


Ketiganya segera makan dan meninggalkan restaurant itu. Roy mengajak Kenzo dan Vanya untuk meninjau proyek baru mereka.


"Masih lama ya kak??"


"10 menit lagi lahhh"


"Ohhh kirain masih lama"


"Kalau ngantuk tidur aja??"


"Hmm enggak ngantuk".


Kenzo mengambil ponselnya dan menelfon Kirana.


Tuuutttttt tuuuttttt


"Hallo sayang, Assalamualaikum" kenzo sengaja menekan loudspeaker di posnelnya.


"Wa'alaikumsalam mas"


"Kamu lagi apa??"


"Baru pulang dari kampus mas, ini lagi sama anak-anak. Mas lagi gak sibuk ya?? Katanya malem aja nelfonnya?".


" Mas kangen nihhhh"


"Hehe apaa an sih mas, belum juga sehari pisah"


"Jangankan sejam, sedetik pun mas gak sanggup pisah sama kamu sayang".


"Hoooeeeekkkkkkk lebay banget kamu ken hahahahahahaa sengaja ya di loudspeaker gitu?? Biar kami yang jomblo gini makin ngenes???". Roy merasa mual mendengar gombalan kenzo terhadap kirana.


"Mas sama siapa??"


"Disini ada calon pengantin".


"Ohhh gitu, loh kok mereka denger? Emangnya mas loudspeaker ya??"


"Iya sayang, sengaja biar mereka makin gak sabar buat nikah".


"Kak ken apaan sih" wajah Vanya langsung merah merona, dan Roy pun melihatnya di kaca spion. Lirikn mata mereka bertemu, seakan hati keduanya berbicara.

__ADS_1


"Kok ada suara vanya mas??"


"Iya ada Vanya sama Roy di mobil. Kami lagi meninjau lokasi proyek. Nanti malem kita lanjut lagi ya sayang. Mas udah sampai nih".


"Iyaa mas, hati-hati yahh".


"Iyaa sayang, daaa Muaachh".


"Hihihi " Kenzo mematikan ponselnya.


Roy menghentikan mobilnya di halaman proyek.


"Huh panas banget telingaku".


"Memangnya kenapa??"


"Ntahlah, dengerin kamu ngobrol sama kirana bikin ngiri".


"Buruan halalin" kenzo berbisik di telinga Roy yang membuat toy membuka matanya lebar.


Vanya yang tak mendengar obrolan dua lelaki di depannya itu hanya diam dan tak berkomentar apa-apa.


"Udahh lah, ayo kita kesana".


Roy mengajak Kenzo dan Vanya masuk ke dalam proyek yang masih dalam tahap pembangunan.


"Selamat datang tuan, dan nyonya. Silahkan pakai safetynya dulu".


Petugas lapangan memberikan sepatu dan helm kepada ketiga boss nya itu.


"Mari ikut bersama saya".


Vanya yang berada tidak jauh dari roy berdiri, sementara Kenzo tengah melihat denah lokasi yang diberikan kepadanya.


Saat berjalan-jalan melihat proses pembangunan tiba-tiba,,,,,,,


SRUUUUUTTTTTTTTTTT


"Aaaaaaaaaw" Vanya terpeleset saat menginjak tanah liat, Namun ia tidak merasakan sakit. Vanya membuka matanya dan melihat kak roy menangkapnya dan menahan agar Vanya tidak jatuh.


"Kamu gak papa??"


Vanya hanya menatap ke arah kak roy. Pandangan wajah mereka begitu dekat dan membuat jantung keduanya berdebar.


"Vanya??"


"Eh iya kak, vanya gak papa". Vanya terbangun dari lamunannya.


Roy membantu Vanya berdiri, "Hati-hati kalau jalan"


"iiya kak"


Kenzo dan yang lainnya pura-pura tidak melihat kejadian itu. Mereka pun terus fokus kepada bahasan proyek.


"Aduhh"

__ADS_1


"Kamu gak papa??"


"Sepertinya kakiku terkilir kak".


"Beneran??"


"Iyaa, sakit banget rasanya".Vanya meringis kesakitan.


"Kamu tunggu sebentar" Roy berjalan mendekati kenzo.


"Ken kamu lanjut dulu ya, kaki Vanya terkilir, aku mau obatin dulu "


"Iyaa".


Roy memapah Vanya dan membawanya ke tempat medis.


"Kamu duduk dulu disini ya".


"iya kak".


Roy meminta minyak urut dan membawanya.


"Kak roy boleh pegang kaki kamu?? cuma mau ngobatin aja kok"


" iiya kak".


Roy membuka kaos kaki Vanya dan mengoleskan minyak urut di kakinya.


"Ini agak sakit, tapi seetelah ini kamu bakalan sembuh".


"kak roy mau apa??" Vanya langsung merasa takut.


"Ini tekhnik untuk menyembuhkan kaki terkilir. Kamu tahan yaa. Kalau gak tahan kamu boleh tarik rambut kak Roy".


"iya kak"


Roy memijat perlahan kaki Vanya untuk melemaskan otot-otot kakinya.


"kamu siap yaa, 1, 2, 3 "


Tak tak tak


"Aduhhhhhhh kakiku patahhhhhh, huaaaaa" vanya menangis menjerit sambil menarik leher Roy.


"hmmm sudah - sudah, sekarang coba kamu gerakin kaki". Vanya membuka matanya dan melihat Roy yang sudah berada di hadapannya. Vanya segera mendorong Roy untuk menjauhinya.


"Hah??" Vanya menggerakkan kakinya


"kok gak sakit lagi yahh? hehehe makasih ya kak".


"iyaa sama-sama. Kalau kamu sudah baikan, ayo kita menyusul kenzo".


"Baiklah".


Hati vanya langsung berbunga-bunga, perasaannya begitu senang dan bahagia saat ini bersama Roy.

__ADS_1


Sementara Roy menahan perih dilehernya akibat vanya mencakar leher roy hingga menggoresnya.


"Aduhhh leherku kok perih yaa". gumamnya dalam hati sambil Roy menyentuh lehernya.


__ADS_2