Dokter Kirana

Dokter Kirana
Mengenang Kembali


__ADS_3

Senja di sore hari menyelimuti kedua insan yang dimabuk cinta....


"Mass, kita pulang ke rumah yukk. kia udah kangen berat sama anak-anak"


"Besok pagi aja kita pulang. Malem ini kita nginep disini dulu".


"Tapi kia beneran kangennn sama anak-anak mas".


"Mas juga kangen sama kamu sayang". Kenzo mencubit pipi istrinya.


"iihhh sakit taukkk". Kirana mengusap usap pipinya.


"Habis kamu gemesin banget. Oh iya mas ada kejutan buat kamu".


"Apa?"


"Malem ini akan mas tunjukkan. Sekarang kia mandi duluan terus siap-siap. Jam 7 kita berangkat"


"Hmmm iyaaa... kia mandi deh".


Kirana beranjak dari ranjangnya dan kejahilan kenzo pun muncul


Plaakkkkk


Kenzo memukul bo*ong kirana,


"Aww dasar mesum" Kirana berlari ke kamar mandi dan kenzo hanya cekikikan sendiri. Kenzo meraih ponselnya dan menelfon seseorang.


[Kau siapkan semuanya malam ini. Jam 7 kami berangkat kesana].


.


.


.


Kenzo mengajak kirana ke suatu tempat, ia memberhentikan mobilnya sebentar di pinggir jalan.


"Sayang tutup mata dulu ya pake ini" Kenzo memberikan kain kepada kirana.


"Untuk apa mas?? kayak anak ABG aja hahaha"


"Biar surprize". Kenzo memasangkan kain penutup mata.


"Kamu jangan ngintip "


"Iyaaa".


Kenzo melanjutkan perjalanan mereka, 5 menit kemudian sampailah mereka di tempat yang di tuju.

__ADS_1


"Nah udah sampai, jangan di buka dulu. Biar mas tuntun kamu yah".


Kenzo membuka pintu mobil dan menyambut kirana.


"Jalannya pelan-pelan aja sayang. Ikuti langkah mas".


"Ya Allah sebenernya mau kemana sihhh???"


"Udahhh ikut aja".


Kenzo membuka pintu dan masuk kedalam bersama kirana.


"Sekarang kamu boleh buka penutup matanya".


Kirana membuka penutup matanya, remang-remang belum terlihat jelas. Setelah Kirana mengedip- ngedipkan matanya baru jelas ternyata mereka berada di klinik tempat kirana pernah bekerja.


"Kita ngapain mas disini? kliniknya banyak berubah yahh sekarang"


"Duduklah disini".


Kenzo duduk di ranjang pasien dan kirana duduk di kursi.


"Kamu ingat pertama kali kita bertemu?"


"Ingat"


"Mas ingin mengulang kembali saat pertama kali mas jatuh hati padamu"


"Sepertinya begitu"


"Baiklah".


"Awalnya kia obati luka mas ken yang kena air panas" Kirana membalut tangan kenzo dengan perban.


"Saat itulah mas mencuri pandang ke kamu. Mas perhatikan setiap lekuk wajahmu".


Kirana tertunduk malu,


"Saat melihatmu pertama kali, Jatung mas berdegub kencang. Rasanya ingin mas kecup bibir manismu seperti ini".


Kenzo mengecup bibir kirana dengan lembut, kirana pun membalas kecupan suaminya. Tiba-tiba lampu padam dan gelap.


"Mas, gelep mas mati lampu"


"Jangan takut" Kenzo memeluk kirana.


Tak lama hiduplah lampu-lampu kecil di dinding berhiaskan foto-foto kebersamaan kirana dan Kenzo. Sebuah layar besar dari sinar proyektor terpampang slide demi slide foto kirana dan kenzo beserta anak-anaknya. Kirana begitu kaget melihat foto-foto itu.


"Loh mas, ituuu....?"

__ADS_1


"Iyaa itu foto kita"


"Kapan mas mengambil foto-foto itu? iiihhh itu muka aku kok lebar bangett sih. kan gak lebar kayak gitu, cuma agak cubby dikit". Kirana melihat salah satu foto dirinya dengan wajahnya yang terlihat begitu lebar".


"Hahah tetep cantik kok".


"Ngomong cantik kok ketawa" kirana merasa sebal dengan suaminya.


"Foto-foto itu mas ambil diam-diam. file nya masih lengkap di ponsel mas".


"Sweettttt banget sihhh. Kenapa sih mas mau ngulang ini semua?"


"Karena mas mencintaimu sayang. Disetiap moment apapun gak akan mas lewatkan lagi. Maafkan mas yang dulu pernah lupa sama kamu". Kenzo memeluk kirana dari belakang, Kirana menggangguk.


"Yang bantuin mas menyiapkan semua ini siapa?"


"Emmm..." Belum selesai kenzo bicara,


Gubraaakkkkkk


Terdengar suara benturan di belakang klinik,


Kirana segera membuka pintu dan dilihatnya ada 2 orang yang terjatuh dilantai setelah menabrak ember besar.


"Kamu siapa?!"


Kedua orang itu menoleh ke arah kirana,


"Maaf kami gak sengaja ganggu" Dokter Edward bersama Ajudan kenzo merasa tidak enak mengganggu moment mereka berdua.


"Dokter Edward?, dokter kenapa bisa disini?"


"Ini semua gara-gara suamimu kirana"


Kirana menoleh ke arah kenzo dengan penuh tanya.


Kenzo menaikkan kedua bahunya.


"Udah kita pergi dari sini aja, takut jiwa jomblo mereka meronta kalau kelamaan lihat kita"


.


Kenzo menggenggam erat tangan kirana dan membawanya pergi. Sementara Edward dan Ajudannya kembali membereskan semua kegaduhan yang terjadi di klinik.


"Dasar kenzo, enaknya dia yang dapet, susahnya di lempar gitu aja ke aku. Kan pengen juga punya kekasih". Gumam Edward dengan nada lirih.


"Nikah pak biar gak sendiri terus"


"Diam kamu, kayak kamu udah nikah aja!"

__ADS_1


"Hehe..."


Gurauan Edward dan Ajudan Kenzo yang sama-sama masih jomblo....


__ADS_2