Dokter Kirana

Dokter Kirana
Donatur Tetap


__ADS_3

Setelah para tamu undangan menyantap hidangan, mereka satu persatu sudah berpamitan pulang kepada keluarga Kenzo. Semua tamu memberi ucapan selamat atas berdirinya rumah sakit peduli itu.


Papa Vannya mengajak Vannya pulang Namun ia belum mau pulang.


"Vannya ayo kita pulang nak"


"Vannya masih mau disini sama kinzi ma, nanti kia pulang bareng Cindy sama kak Al aja"


"Vannya, papa gak bisa kamu bohongi ya. Kamu mau pulang bareng roy kan??"


"Enggak pa. Vannya masih mau main sama Kinzi" vannya terus saja menggendong kinzi.


"Ayah,, kalau vannya gak mau jangan di paksa. Kan disini ada kia. Gak mungkin roy berani macem-macem sama Vannya kan??" Kirana datang menghampiri ayahnya.


"Hmm tapi kamu harus mengawasi adikmu. Ayah gak mau dia dekat-dekat dengan pria brengsek seperti roy"


"Iya Yah"


"Ayah pulang dulu"


Ayah kirana dan ibu diva pulang duluan. Sementara Vannya ikut kirana masuk kembali ke dalam.


Saat ini mereka berada di ruang pertemuan, Ada Kenzo, kirana, Zidan, Sofie, Cindy, Albert, Vannya dan Roy.


"Baik lah rekan-rekan. Terima kasih masih disini bersama kami. Disini saya ingin menawarkan kerjasama kepada semuanya untuk menjadi donatur tetap di rumah sakit ini. Ya memang rumah sakit ini bukan komersil namun lebih bersifat sosial"


"Ini Adalah kegiatan yang positif. Insyaa Allah saya dan Sofie istri saya akan ikut menjadi donatur tetap disini"


"Alhamdulillah"


"Kami pun akan ikut juga dalam kegiatan yang baik ini. Untuk penyediaan tenaga medis disini kalau berkenan biar saya dan istri saya yang mencarikannya. Kebetulan kami dan kirana berprofesi yang sama yaitu sebagai dokter".

__ADS_1


"Saya setuju dengan suami saya. Gimana kia??"


"Kalau saya seneng banget kalau rekan-rekan semua mau membantu jalannya rumah sakit ini. Saya gak mungkin bisa menjalankan rumah sakit ini tanpa bantuan dari yang lain. Betul kata Kak al dan cindy, kami banyak teman-teman seprofesi yang bisa di ajak untuk bergabung dalam kegiatan sosial ini"


"Saya juga akan ikut bergabung disini. Untuk pengadaan perlengkapan rumah sakit, saya akan mencukupinya".


"Alhamdulillah terima kasih Roy"


"Iya ken"


"Vannya akan ikut menjadi donatur tetap disini"


"Baiklah kalau begitu, terima kasih banyak atas respon yang positif dari rekan-rekan. Saya akan segera mempersiapkan berkas kerjasamanya secepat mungkin".


Semua orang yang ada di ruangan itu sudah sepakat akan mengikat kerjasama sosial di rumah sakit Kirana. Setelah selesai berbincang, mereka pamit untuk pulang. Cindy , Albert dan Vannya menuju parkiran.


"Vannya"


"Kak roy"


"Kamu pulang bareng kakak aja".


"Tapi tadi vannya bilang sama papa mau bareng Cindy"


"Emm gituuu, ya udah deh" Roy berbalik badan dan berjalan menuju mobilnya


"Vanyya ikut aja sama kak roy gak papa, nanti mobil kami ngiringin kalian. Pas deket rumah baru kamu ikut kami. Gimana??? kasihan tuh roy dimobil sendirian. Perjalanan kita kan lumayan jauh. Bisa bosen dia gak ada yang diajakin ngobrol"


"Gitu ya sin??"


"Iyaa,, gak mungkin dia mau macem-macem sama kamu di mobil. Aku akan mengawasi kalian"

__ADS_1


"Ya udah kalau gitu. Aku susul kak roy ya"


"Iyah"


Vannya berjalan menyusul Roy ke mobilnya.


"Kak, vannya ikut kakak ya"


Roy menoleh kebelakang dan melihat vannya yang sudah berada di belakangnya.


"Jadi kamu mau pulang bareng kak roy??"


"Iya kak mau. Tapi nanti kalau sudah masuk di arah jalan pulang Vannya ikut cindy ya".


"Iyah" Roy berlari membuka kan pintu mobil untuk Vannya. Kemudian ia masuk kedalam mobil juga.


"Jangan lupa pakai sabuk pengaman ya"


"Iya kak"


Roy menjalankan mobilnya dan disusul mobil cindy di belakang mereka.


"Makasih ya Vannya, karena mau balik bareng kakak"


"Vannya kasihan kak roy pulang gak ada temen ngobrol. Perjalanan kita kan lumayan jauh. Ntar kak roy ngantuk"


"Hehehe iya".


Roy begitu senang saat pulang bersama pujaan hatinya. Sama dengan yang di rasakan vannya saat ini, hatinya berbunga-bunga saat berada di dekat Roy.


Sementara itu Kenzo dan kirana masih berada di rumah sakit karena ada hal yang masih harus diurus. Namun Anak-anak mereka sudah pulang duluan bersama grandpa dan grandmanya sedari siang.

__ADS_1


__ADS_2