
Sampainya di rumah sakit, Vanya langsung dibawa masuk ke ruang IGD. Kirana dan Ayahnya menunggu di ruang tunggu mereka terlihat panik. Ayah Vanya menelfon mama vanya.
"Kirana, maafkan ayah karena ayah tidak tahu kalau kau sudah kembali".
"Iya, tak masalah".
"Apa kau kembali bersama Kenzo?"
"Iya yah".
"Ayah memang bodoh telah meminta Kenzo menikahi Vanya, Ayah hanya kasihan kepada Vanya yang tidak bisa lepas dari kenzo. Maafkan kesalahan adikmu".
"Tentu ayah tau, ken adalah suamiku. Dan aku tak akan rela membagi suamiku dengan orang lain. Meskipun itu adik tiriku".
"Ayah tidak memaksamu meninggalkan kenzo, tapi ayah tak tega melihat Vanya begitu menderita. Apalagi saat ini ia mencoba mengakhiri hidupnya".
.
Tak lama kemudian, mama vanya sampai ke rumah sakit.
.
"Papa, Gimaana keadaan Vanya???"
"Dia masih didalam".
Mama Vanya menatap kirana dengan penuh kebencian.
Pllaaakkkkkkkkk
"Ini semua gara-gara kamu kirana. Kamu yang telah menghancurkan masa depan Vanya. Lihat sekarang dia mencoba mengakhiri hidupnya!". Mama vanya menampar wajah kirana.
"Cukup ma, cukup. ini dirumah sakit jangan buat keributan!".
Papa Vanya melerai keduanya.
"Saya permisi pulang"
Kirana meninggalkan rumah sakit dan pulang kerumahnya. Sesampai dirumah, Kirana mengompress wajahnya yang sedikit bengkak akibat tamparan keras dari ibu Vanya. Kenzo baru sampai dirumah dan langsung ke kamar. Ia begitu terkejut saat melihat kirana yang sedang mengompress wajahnya.
"Sayang kamu kenapa?"
"Gak papa mas".
Kenzo melihat wajah kirana yang sedikit bengkak.
__ADS_1
"Siapa yang berani menyentuh wajahmu?"
"Hanya kecelakaan kecil".
"Gak mungkin, ayo cepat katakan!". Kenzo meraih handuk yang di pegang kirana dan mengompress wajah kirana.
"Tadi ibu vanya menampar kirana. Dia bilang gara-gara kirana anaknya jadi begitu".
"Apaa???!"
"Udahhh lah mas jangan emosi"
"Jelas mas emosi, seenaknya aja menamparmu. Dia gak tau aja kelakuan anaknya gimana".
"Udahhhh,,, mas belum mandi kan?? mandi dulu gih. Nanti kia siapin makan malam".
"Mas udah makan tadi sama klien. Mas mandi aja deh"
"Ohh ya udah kalau gitu".
Kenzo masuk ke kamar mandi sedangkan kirana menyiapkan pakaian untuk suaminya.
.
Setelah beberapa menit, kenzo keluar dari kamar mandi dan mengganti bajunya. Kirana tengah berbaring di kasur memeluk guling.
.
"Sayang, kamu udah ngantuk ya?"
"Belum, kia masih kepikiran sama kejadian tadi siang".
"Sudah jangan terlalu difikirkan, gak baik untuk janin yang ada didalam sini".
Kenzo mengelus perut kirana yang mulai membuncit.
"Iyaa mass. Oh iya mas besok jenguk vanya gak??"
"Males".
"Kok gitu mas?"
"Males aja liat orang jahat kayak dia"
"Mas gak boleh dendam gitu dong".
__ADS_1
"Hmmmmm kamu itu jadi orang baik banget sihh sayangggg".
Kenzo memeluk erat istrinya
"uhuk uhuk uhuk. maasss lepasinn, k.kia gak bisa nafas".
"ehhhh maaf sayang" kezo mengecup kening kirana"
"Iyaa mas, ayo kita tidur mas".
Kirana merapatkan dirinya dan memeluk suaminya.
Kenzo pun memeluk hangat istrinya dan mereka oun tertidur bersama.
.
"Ya Allah,,,, Kuatkan kami dalam menghadapi setiap cobaan yang Engkau berikan. Semoga kami selalu bersama sampai disurga Mu. Aamiin". Doa kirana dalam hatinya.
.
Keesok paginya, kirana menyiapkan sarapan untuk keluarganya. Mereka pun berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama. Saat sedang makan....
Ddrrttttt drrtttt drrrtttt
Ponsel kenzo bergetar, ia melihat ada panggilan masuk. Kenzo segera mengangkat telfon itu.
"Hallo"
Kenzo tampak serius mendengarkan orang yang tengah berbicara dengannya.
"Apaaa??! baik aku akan segera kesana".
Kenzo mematikan ponselnya,
"Sayang, ayo kita kerumah sakit sekarang!".
"Ada apa mas?"
"Ada sesuatu yang gawat".
Kirana begitu panik, ia menitipkan anak-anaknya kepada orang tuanya sebentar dan ikut suaminya kerumah sakit. Kenzo mengendarai mobilnya menuju rumah sakit..
.
.
__ADS_1
.
.