
Semua keluarga makan bersama.....
"Ken, gimana kerja sama dengan klien dari jepang?" tanya Daddy.
"Klien dari jepang itu ternyata perusahaan keluarganya sofie dad, dan sepertinya kita akan mendapatkan tander itu".
"Benarkah? Sofie yang teman SMA mu dulu ya??? tapi baguslah kalau memang begitu, mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik."
"Iya dad"
"Eh iya, tadi mom sama kia ngobrol-ngobrol, kami membahas soal ide mom untuk bangun rumah sakit peduli dad, Nanti biar Kia yang memengang rumah sakit itu. Gimana???"
"Wah ide bagus itu mom, kalau kenzo setuju aja asal kan tugas kia sebagai ibu rumah tangga gak terbengkalai, lagian keluarga lebih penting dari segalanya".Kenzo menoleh ke arah Kia.
"Kalau untuk mengurus sepenuhnya sepertinya kia gak sanggup mom, bener kata mas ken, keluarga itu segalanya. Namun jika hanya sebagai pengawas, kia insya Allah mau karena kan gak harus setiap hari ke sana".
"Nah kalau itu mas lebih setuju, lagian Kia mau ngelanjut ambil spesialis kan sayang??? tentu membutuhkan konsentrasi juga". Kenzo menatap istrinya.
"Baik mas".
"Baiklah nanti kita atur gimana baiknya. Dan kita akan cari lokasi yang tepat".
*****
Setelah selesai makan malam, Kia mengajak anak-anaknya ke kamar mereka.
"Ma, kavin mau sekolah boleh?"
"Eh anak mama mau sekolah ya??? "
"Iya ma katte juga. kalau sekolah nanti punya banyak temen ma".
"Boleh nanti kalian masuk sekolah tepat di usia kalian menginjak 4th yahh".
"Sebental lagi dong ma?".
"Iyahh sebentar lagi. pas masuk ajaran baru kita daftar sekolah yaa. Sekarang kalian tidur dulu".
"Baik maaaa".
Kirana membacakan buku cerita kepada kedua anaknya hingga tertidur.
__ADS_1
.
Kirana meninggalkan anak-anaknya dan kembali ke kamarnya, dilihatnya Kenzo yang sedang sibuk di depan laptopnya.
"Lagi sibuk mas?"
"Sedikit sayang. Anak-anak sudah tidur ya?"
"He'em, tadi anak-anak ngomong mau sekolah mas. mungkin di tahun ajaran besok mereka udah bisa masuk TK".
"Benarkah??? tapi mereka masih kecil, apa tak sebaiknya mereka bermain dulu?"
"Iya sih, cuma kalau merekanya yang mau gimana lagi?".
"Hehe baiklah nanti kita lihat saja perkembangan anak-anak gimana".
"Sini kia pijitin...."
Kirana menemani kenzo sambil memijit pundaknya.
"Emmm enak banget sayang pijitan kamu".
"Hehe iya dong, jadi istri harus serba bisa yahh, heheeh"
"Ada yang gak bisa kia lakukan mas".
"Apa?"
" Berbagi hati dengan wanita lain".
Kenzo menghentikan kegiatannnya dan menarik Kirana duduk di pangkuannya. Diletakkan tangan kia di atas jantung kenzo.
"Sampai kapanpun cinta ini hanya untuk mu sayang, tak ada wanita lain. Karena ada hati yang harus mas jaga yaitu kamu".
"Iyahh kia percaya mas".
" Are you ready my honey?".
"For what?" kia tersenyum manja.
"Sumpah mas gak tahan kalau lihat kamu manja kayak gini".
__ADS_1
Kenzo menggendong Kirana menuju ranjangnya.
"Kita buat 1 lagi yahhhh?"
"Baiklahhh mas sayangggg".
"Bismillahirrohmannirrohiim, mudah-mudahan jadi"
Kenzo segera melakukan tugasnya sebagai suami yang memberikan nafkah batin kepada istrinya.
Malam itu terasa begitu panjang, ntah sampai jam berapa mereka lembur yang pasti kondisinya begitu panas, Hingga mereka kelelahan dan tertidur.
❤❤
Keesok paginya kia sudah bangun dan menyiapkan sarapan. Mommy Rena baru bergabung membantu kia untuk menyiapkan sarapan.
"Hai sayang, kamu masak apa?"
"Nasi goreng mom, sama ini mau buat ayam goreng kesukaan anak-anak, cumi goreng tepung kesukaan mas ken, ad udang goreng tepung juga mom".
"Sini mom bantui".
Beberapa kali Rena melihat Kia menahan saat ingin menguap.
"Kamu masih ngantuk ya?"
"Hah? eh enggak mom".
"Itu mom lihat kia nguap terus. Kamu begadang ya sayang?".
"Emmm iyah mom. Ada kerjaan sedikit". Kia merasa gak enak saat mertuanya bertanya seperti itu.
"Udah kalau gitu biar mom yang nyelesaiin masaknya, kamu tidur lagi gih".
"Gak usah mom, ini nanggung, lagian bentar lagi anak-anak dan mas ken udah bangun".
"Hmmm ya udah kalau gitu".
Kia segera menyelesaikan kerjaannya pagi ini dan segera membangunkan suami dan anak-anaknya.
.
__ADS_1
.
.