Dokter Kirana

Dokter Kirana
Berhijrah


__ADS_3

Kenzo masuk kembali keruangannya.


"Apa aku mengganggu?"


"Tentu tidak, ini kan ruanganmu"


"Sof, ini sudah aku cek semua dokumennya, kamu bisa baca ulang".


Kenzo memberikan dokumen perjanjian.


"Sepertinya ini sudah oke, aku akan segera menandatanganinya"


Akhirnya Sofie dan Kenzo menandatangani kontrak kerjasama perusahaan. Sofie pamit untuk pulang, dan Zidan mengantarkan sofie sampai ke lobby.


"Maaf ya sofi, kak Zidan gak bisa anter kamu pulang karena sebentar lagi ada pertemuan di ruang rapat".


"Iya gak papa kak, lagian sofie juga kan kesini dianter sama supir".


"Kak Zidan takut khilaf kalau terus bersama sofie"


Sofie pun terkekeh kecil


"Kenapa kamu tertawa?"


"Gak papa kak, cuma seneng aja lihat kak Zidan begitu menjaga"


"Emm kalau boleh kak Zidan meminta, Sofie belajar menutup aurat yah, karena kak Zidan gak rela lelaki lain menikmati pemandangan indah seperti dirimu. Cukup kelak suamimulah yang berhak atas seluruh yang ada pada dirimu".


Sofie begitu kaget mendengar ucapan Zidan, pasalnya tak ada orang lain yang pernah menyuruhnya untuk menutup aurat.


"Baiklah nanti akan ku fiikirkan soal itu"


"Terima kasih"


Sofie masuk kedalam mobil dan meninggalkan zidan.


.


Ddrrrtttttt drrrttttt


Kirana


Hallo?


Sofie


Hallo, Assalamualaikum?

__ADS_1


Kirana


Wa'alaikumsalam, maaf dengan siapa ya?


Sofie


Ini aku, Sofie.


Kirana


Ohhh iya sof ada apa ?


Sofie


Apa kau ada waktu sekarang? Aku ingin bertemu dengan mu, Ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan padamu.


Kirana


iya boleh, mau ketemu dimana?


Sofie


Nanti aku sms alamatnya ya. Makasih kia


Kirana


Sofie menutup telfon dan mengirim alamat tempat mereka akan bertemu. Kirana meminta izin kenzo untuk bertemu dengan Sofie, kenzo pun membolehkan nya dengan catatan harus di antar sopir. Kirana pun bersiap-siap dan meminta izin kepada anak-anak dan orang tuanya.


****


Kirana telah sampai di sebuah cafe dan dilihatnya sofie sudah sampai duluan.


"Hai kia". Sofie melambaikan tangannya.


Kirana bergegas menuju tempat duduk sofie.


"Hai, ada apa sof?


"Duduklah, mau pesen apa?"


" Jus Jeruk saja".


Sofie memesankan jus jeruk untuk kirana.


"Ada apa kau ingin menemuiku?"


"Gini kia, aku ingin bertanya, gimana sih rasanya pake hijab? panas gak?"

__ADS_1


"Maasyaa Allah, kau ingin berhijab? bagus dong. Yang kurasakan saat berhijab itu, begitu nyaman, adem dan lebih terjaga dari mata-mata liar laki-laki. Dan menutup aurat itu kan kewajiban kita sebagai seorang muslimah".


"Benarkah??? Apa saat kau belum menikah, kenzo tak pernah menyentuhmu?"


"Gak pernah, dan laki-laki lain pun lebih menghormati kita. Mereka gak sembarang cuit-cuit gitu".


"Ohh gitu yaa, aku masih merasa minder mau pakai hujab".


"Jangan minder, ingatlah bahwa cantik itu gak harus tampil sexy, cukuplah suamimu saja yang berhak mengatakan bahwa kau sexy. Hadiahkan mahkota mu kepadanya kelak".


Sofie termenung mendengar ucapan kirana.


"Apa kau mau mengajariku??"


"Tentu, kenapa tidak?"


"Terima kasih kirana, kau begitu baik. Pantas saja Kenzo begitu mencintaimu".


"Tak perlu memujiku seperti itu, ini sudah bagian dari kewajibanku sebagai seorang muslimah yang menggandeng saudarinya yang ingin berhijrah. Setelah pulang dari sini, ayo kita ke toko hijab?".


"Baiklah".


Setelah mereka selesai berbincang cukup lama, Kirana dan sofie berbelanja perlengkapan muslimah. Sofie memilih-milih gamis dan hijab, sementara kirana mencari set gamis untuk di hadiahkan kepada sofie.


"Ini untukmu" Kirana memberikan sebuah bingkisan kepada sofie


"Ini apa?"


"Hadiah dari teman, mudah-mudahan kamu bisa istiqomah dalam berhijrah".


"Terima kasih ya kia, dan ini untuk mu sebagai tanda terima kasihku karena kamu mau menemaniku seharian ini dan sebagai tanda persahabatan kita" . Sofie pun memberikan sebuah bingkisan kepada kirana.


"Terima kasih".


"Sama-sama, ayo kita pulang".


.


Akhirnya Sofie dan Kirana pulang ke rumah masing-masing setelah selesai belanja.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2