
Malam pun tiba Vannya dan keluarga makan malam bersama, Setelah makan mereka pun istriahat setelah lelah aktivitas seharian tadi.
Dikamar pengantin...........
Roy dan vannya menjalankan sholat isya berjamaah.
Setelah sholat mereka mengobrol di balkon atas. Mereka duduk di kursi santai sambil memandangi bintang bintang di langit.
"Sayang, kak roy seneng banget kita bisa bareng tanpa rasa was was gini".
"Hehehe beda ya kak rasanya dulu sama sekarang??"
"Iyaa,, sekarang lebihhh tenang banget rasanya.
Cup
Roy mengecup kening istrinya. Ditatapnya kedua mata Vannya,
"Kamu semakin cantik".
"Kak roy godain vannya teruss. Meleleh tauuukkkkk".
Vannya mencubit perut suaminya.
"Aww sakittt lahhh". Roy meringis kesakitan
"Maaf ya kak roy".
"Boleh??"
"Boleh apa??"
"Cium". Roy menunjuk pipi kanannya.
"Emm bolehh"
Vannya mendekatkan wajahnya dannnnnn
CUP
Bibir keduanya bertemu, dengan cepat Vannya melepasnya.
"Jaillll banget sihhhhhh!!!"
"Hehehe kak roy seneng lihat kamu yang manja kayak gini. Jadi gak sabar mau makan kamu".
"Vannya mau dimakan??"
"Iya" Roy berdiri dan menggendong Vannya.
__ADS_1
"Mau kemana kak??"
"Mau belah duren"
"Durennya mana??"
"Ada didalam".
"Kapan kak Roy belinya??" Roy menurunkan Vannya di kasurnya. Dan dia ikut berbaring di samping Vannya.
"Gak perlu beli, udah halal kok".
"Mana durennya??"
"Sayanggg kita nih mau malam pertama, jangan ngobrol terus lah".
"Emmm,,,, Vannya takut kak".
"Takut kenapa??"
"Takut sakit".
"Kak roy pelan-pelan sayang". Roy terus menggoda Vannya.
"Tapi,,,,,,"
Roy berdoa sebelum menyentuh istrinya Dicium keningnya dengan penuh kelembutan, turun ke kedua matanya, hidungnya yang mancung, kedua pipinya,
"Relex dan nikmati saja sayang". Roy berbisik di telinga Vannya Membuat gairah cintanya terpancing.
"Kak Royyy".
"Iyaa sayang, mau??"
"He'em".
Tanpa aba-aba Roy langsung menghujani istrinya dengan kemesraan. Vannya berasa di manja dan di sayang, Setiap inci kuitnya di absen tanpa ada yang tertinggal. Dan saat keduanya sudah tidak tahan lagi menahan gejolak asmara,
"Awwww" Vannya meneteskan air matanya
"Sakit ya??" Roy menghentikan kegiatannya
"Iyaaa" Air mata Vannya terus menetes, hingga Roy tak tega melihat istrinya menangis. Roy tak melanjutkannya lagi, istirahatlah sayang. Roy mengecup kening istrinya dan kemudian pergi kekamar mandi untuk berendam. Rasanya frustasi tapi dia sungguh tak tega melihat istrinya sakit seperti itu. Vannya menghapus air matanya, ia merasa tidak enak kepada roy. Vannya mengenakan kembali bajunya dan memanggil suaminya, Vannya berjalan dengan perlahan, karena masih merasakan perih di bawahnya.
Tok
Tok
Tok
__ADS_1
"Kak roy ngapain di dalem??"
"Mandi".
"Emm jangan lama-lama yaa nanti masuk angin".
"Iya sayang".
Vannya kembali ke ranjangnya, ia masih terngiang saat roy yang begitu ganas menjamah dirinya.
"Aku dosa gak yaa??" Vannya berbaring di kasur dan tak lama Roy keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja. Rambutnya yang basah membuatnya terlihat maskulin dan gagah.
Vannya begitu terpesona dengan suaminya.
"Mau sampai kapan lihatin kakak terus??"
"Hehehe kak roy ganteng banget"
"Kalau gak ganteng kamu pasti gak mau"
"Tetep mau kok".
"Eleh" Roy mendekat ke tepi ranjang Vannya.
Vannya langsung gugup.
"Kamu godain kak roy ya??"
"Enggak" vannya menggigit bibir bawahnya.
"Masih sakit??"
"Masih"
Roy berdiri dan membuka lemari untuk mengganti pakaiannya kemudian ia ikut tiduran di ranjangnya.
"Kak roy gak marah kan??"
"Enggak sayang, kita bisa coba lagi dilain waktu. Sekarang kita tidur yuk, kak roy ngantuk".
Roy dan Vannya memejamkan matanya dan hingga akhirnya mereka tidur dengan pulas.
.
.
.
Huhuhuhu belom kelar😉🤭
__ADS_1