
Setelah kenzo, Vanya dan Roy mengunjungi proyek mereka pun pulang. Roy mengantarkan Vannya ke hotel tempat dia menginap, setelah mengantar kenzo ke penginapannya.
"Ken, aku anter vanya ya?"
"Iya, tapi awas jangan macem-macem kamu sama adik iparku".
"Beress,, insyaa Allah bakal utuh sampai di penginapan".
Vannya yang di samping roy hanya tersipu malu.Roy menjalankan mobilnya meninggalakan kenzo di hotel tempat ia menginap.Didalam mobil semua terasa berbeda, dulu vannya yang selalu manja kepada roy, kini ia lebih menutup diri. Vannya merasa gugup saat hanya berdua di dalam mobil bersama Kak Roy.Roy memecah kebisuan diantara Vannya dan dirinya
"Vannya mau makan malem dulu gak??"
"Emm udah malem kak, besok pagi Vannya balik"
"Secepat itu??"
"Hehe iya kak, kan udah selesai urusannya disini"
"Urusan kita?"
"Urusan kita maksudnya gimana kak??" Vanya merasa deg deg an saat ini.
"Emm,,, kamu mau gak kita mulai dari awal??"
"Maksud kak Roy??"
"Kita mulai hubungan kita dari awal, kak roy pengen halalin kamu segera, mau gak?".
BLUSSSSSSSSSSSSSSS wajah vannya langsung merah merona, perasaannya begitu bahagia mendengar Roy ingin menikahinya. Ini terlalu mendadak, Roy langsung terus terang mengatakan hal serius ini kepada dirinya.
"Vannya belum bisa memberi jawaban sekarang kak".
"Iya gak papa, kamu fikirkan aja dulu semuanya. Tapi kalau bisa kak roy menunggu jawabanmu segera. Kak Roy tau, kedepan akan banyak rintangan yang bakal kak roy hadapi, terutama soal restu orang tua. Setelah apa yang sudah kak roy lakukan di masalalu terhadap keluargamu. Tapi, kak roy tak pernah main-main soal perasaan kakak sama kamu dari pertama kita bertemu. Hati kak roy merasa gelisah dan kehilangan saat gak ada kamu di samping kakak".
Vannya hanya mendengarkan saja ucapan Roy dan tak menjawab apapun. Akhirnya mereka sampai di hotel tempat Vanya menginap. Roy menghentikan mobilnya, dan vanya segera turun dari mobil. Saat Vannya membuka pintu roy menahan vanya,
"Vanya....." Vanya menoleh ke arah Roy
"Aku ingin menikahimu". Roy menatap tulus vannya yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
Vannya tak menjawab dan berlalu pergi, Roy pun menatap kepergian Vannya.
"Aku akan menunggumu" gumam roy dalam hatinya.
.
.
Sementara Kenzo yang sudah sampainya di kamar hotel langsung mandi dan membersihkan dirinya. Tak lama pelayan hotel mengantarkan makan malam. Kenzo segera menyantap makan malamnya, kemudian ia mengambil laptop dan mengecek file masuk dari kantornya.
Drrttttt Drrtttttt Drtttttr
Ponsel kenzo bergetar, dilihatnya kirana mengaktifkan Video Call. Kenzo dengan semangat mengangkatnya.
"Hallo sayang, Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam, mas lagi apa??"
"Lagi ngecek file masuk. Kamu lagi apa??"
"Abis nidurin kinzi mas, anak-anak juga udah pada tidur".
"Hehehe enggak kok. Gimana di sana mas?"
"Kerjaan udah beres, besok pagi mas pulang. Kamu mau di belikan oleh-oleh apa yang?"
"Cukup mas pulang dengan selamat itu udah lebih dari cukup mas".
"Uhhhhh so sweeetttt sayang, mas rindu banget sama kamu" Kenzo mematikan laptopnya dan berbaring di ranjangnya.
"Hihihi,,,, kia juga rindu sama mas, cepet pulang ya". Kirana pun berbaring di ranjangnya
"Sayang, kamu cantik banget sihh. Makin cantik malah".
"Iya apa??? Gak lagi bohong kan??"
"Enggak dong, kamu itu beneran cantik luar dalem".
"Hihihi mas bisa aja".
__ADS_1
"Besok kita buat anak yuk?"
"APAAAAAA MAS?" Kirana langsung duduk dan kaget seketika.
"Hahaha biasa aja dong yang expresinya".
"Gak ada topik lain ya??"
"Biasalah yang, obrolan suami istri yang lagi LDR an kan pasti gak jauh-jauh bahasnya yahhhhh soal sayang-sayangan, hehe".
"Tapi kia rasa itu hanya mas ken aja deh yang mesum"
"Emangnya suami temenmu gak gitu?"
"Yahh gak tau hahahaa"
"Kamu kalau lagi ketawa gitu makin cantik, deketin dong hp nya "
"Buat apa mas??" Kirana menurut saja perintah suaminya.
"Muuaacchhhhh"
"Hihihi mas ken kok cium hape"
"Kita bobok yukk, besok pagi bangunin mas yahh"
"Siappp insyaa Allah. Selamat malam mas ken"
"Malem sayang. Mimpiin mas yah"
Kirana mematikan ponselnya dan memejamkan matanya, kenzo pun begitu. Keduanya tidur bersama meski jarak memisahkan.
.
.
.
.
__ADS_1
.