
Waktu menunjukkan pukul 3 pagi, Kirana terbangun dan mengecek kembali keadaan Kenzo. Setelah itu ia beranjak berwudhu dan menjalankan sholat tahajjud.
Kirana duduk di kursi samping dan membacakan ayat-ayat Al quran. Tak berselang lama, kenzo menggerakkan tangannya perlahan. Kirana yang melihat kejadian itu langsung bangun dari duduknya.
"Mas, kamu sudah sadar?"Tanya kirana dengan cemas
"Iyaa"
Tanpa terasa kirana meneteskan air matanya, rasa bahagia, rasa cemas dan khawatir kumpul jadi satu.
Kirana segera memeriksa keadaan kenzo, detak jantungnya sudah normal "Alhamdulillah ya Allah"
Kenzo berusaha bangun dari tidurnya, namun kirana melarangnya.
"Tiduran saja, keadaanmu masih lemah. Aku akan masakan bubur untuk mu".
Saat kirana hendak meninggalkan kenzo, di tariknya tangan kirana.
"Maaf"
Kirana yang mendengar kata itu langsung menoleh ke arah kenzo.
"A.apa kau sudah ingat padaku?"
"Mas sudah ingat semuanya, maafkan mas kirana".
Rasa haru bercampur bahagia di hati kirana, Namun ia masih harus bersabar untuk semua keadaan ini.
"Tunggulah sebentar, akan ku buatkan bubur, sedari kemarin kan kamu belum makan".
Kirana pergi ke dapur untuk membuat bubur, dan setelah matang membawa nya ke klinik. Hatinya bercampur aduk sampai dia tidak tau bagaimana harus bersikap.
.
"Makanlah selagi hangat, biar aku suapi".
"Hem".
Kirana menyuapi kenzo dengan perlahan, sedangkan kenzo terus menatap wajah kirana. Wajah cantiknya tak berubah, tetap cantik seperti saat pertama mereka bertemu.
"Kau masih cantik seperti dulu kirana".
"Sudah jangan bicara lagi, istirahatlah".
"Mas tau, kau begitu marah pada mas. Mungkin saat ini rasa kecewamu begitu besar".
__ADS_1
" Aku tak ingin membahas itu sekarang. minum obat dan istirahatlah". Kia pergi meninggalkan kenzo.
Saat ia di dapur, tangis kia pun pecah.
"Mama kenapa nangis?".
Kia menoleh dan dilihatnya ad Kevin disana.
"Tak apa sayang, mama cuma kelilipan aja, kamu sudah bangun? mana Katte?"
"Katte masih tidul ma".
"Ayo kita bangunkan, waktunya sholat subuh".
Setelah mereka selesai sholat subuh, kirana memandikan anak-anaknya. Setelah itu mereka pergi sarapan bersama.
"Ma, apa uncle sudah sadal?".
"Udah sayang, saat ini uncle lagi istirahat".
"Bolehkah kami menjenguknya?".
"Boleh"
Kirana membantunya untuk duduk bersandar di bantal, Kenzo pun tersenyum, Namun kirana tidak membalas nya. Kenzo terpaku pada dua bocah yang wajahnya begitu mirip.
"Hai, siapa nama kalian?"
" Kok uncle lupa sama kevin?"
"Uncle pasti lupa juga sama katte?"
"Sayang, uncle masih sakit jadi tidak ingat sama kalian. Udah yuk keluar jangan ganggu uncle".
Kirana membawa anak-anaknya keluar dan membiarkan mereka bermain bersama di ruang depan.
"Mama akan mengecek kondisi uncle dulu yah, biar uncle inget sama kalian sayang".
"Okey ma". Kevin dan katte asyik bermain.
*****
Kirana kembali masuk ke dalam klinik dan memeriksa keadaan kenzo.
"Sepertinya sudah membaik, mungkin 3 hari lagi sudah boleh pulang".
__ADS_1
"Aku tak ingin pulang, keluarga ku disini". Kenzo menggenggam erat tangan kirana.
"Tolong lepaskan", kirana mencoba menarik tangannya namun gagal dan kenzo malah menarik kirana hingga ia terjatuh di pelukannya.
Deg
Deg
Deg
Jantung keduanya makin berdegub kencang, rasa rindu itu semakin menggebu.
"Maafkan mas , mas tau kau begitu sakit dan menderita sendirian. Mas telah menelantarkanmu".
"Sudah jangan bicara begitu. Ini semua sudah takdir yang harus kita jalani".
"Apakah Kevin dan Katte adalah anak kita?".
"Itu bukan urusanmu ma,,,,,,,,".
Kenzo mengecup kirana, dan kirana pun terkejut saat itu, ia pun mendorong badan kenzo namun tetap tidak bisa. Kenzo memperdalamnya dan semakin dalam lalu dilepaskannya
"Tolong lepaskan, Aku tak ingin Kevin dan katte melihat kita seperti ini"
"Kenapa???, kau takut mereka tau jika aku adalah papanya? Kenzo makin merapatkan tubuhnya pada kirana".
Kirana hanya diam tak menjawab pertanyaan, ia hanya menatap kenzo dengan perasaan yang bercampur aduk, tak terasa air matanya menetes. Kenzo pun melihatnya begitu tak tega, Dikecupnya bibir kirana kembali dan perlahan di hapus air matanya dengan perlahan.
Kirana menumpahkan segala rasa yang ada di hatinya, Iyahhh.,,,semua rasa yang selama 3 tahun ia tanggung sendiri, kini ia luapkan hari ini. Kirana memejamkan matanya membalas setiap kecupan kenzo dengan penuh cinta, hanya ada lelehan rasa rindu yang begitu lama terpendam dan kenzo pun memperdalam ciumannya.
Sreeeegggg....
"Mama, apa yang mama lakukan pada uncle?".
Kirana dan kenzo begitu terkejut dan menghentikan kegiatannya saat melihat anak-anak sudah di depan pintu.
.
.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1