
Sampainya kenzo di tempat tujuan....
"Apa rapat sudah di mulai?"
"Belum tuan, masih menunggu anda".
"Baiklah"
Kenzo berjalan menuju ruang rapat, saat masuk lift
"Tunggu, sebentar. Silahkan nona".
"Kak ken??"
"Kamu...??"
"Iyaa aku vanya kak".
"Kenapa kamu disini??"
"Sekarang aku yang mengurus semua bisnis keluarga, dan salah satu dari pemegang saham itu juga perusahaan kami".
"Ohh begitu. Sekarang sudah berbeda ya".
"Alhamdulillah, Vanya sedikit demi sedikit merubah semuanya kak. Ini juga berkat bantuan kak kia yang sabar banget dengerin curhatan vanya".
"Mudah-mudahan istiqomah".
"Aamiin".
Vanya yang kini sudah menutup auratnya dan belajar memperbaiki akhlaknya.
Sampainya mereka di ruang rapat.
"Silahkan tuan dan nyonya".
Kenzo duduk di kursi dan vanya pun ikut duduk namun tidak sedekat dulu. Vanya menjaga sikapnya dan tidak mau lagi mengganggu kakak iparnya.
"Maaf saya terlambat". Roy datang bersama Asissten nya. Pandangan Roy tertuju kepada Vanya yang kini ada di dekat kursinya. Saat pandangan mereka bertemu, Vanya hanya tersipu dan menutupi rasa gugupnya. Pasalnya ini pertemuan pertama mereka setelah tragedi waktu lalu. Roy mencoba menfokuskan kepada rapat hari ini.
"Baiklah mari kita mulai rapat siang ini" Roy sebagai pimpinan rapat memulainya.
__ADS_1
.
3 jam berlalu rapat pun selesai di laksanakan, para pemegang saham pun pulang satu persatu, tinggalah Kenzo, Roy dan Vanya yang masih di ruangan.
.
"Ken, jam berapa kamu sampai disini?"
"Jam 11 tadi. Cuma tadi gak langsung ke sini, ad hal lain yang harus aku selesaikan sebelum dateng ke rapat"
"Ohhh,,, Sepertinya ada orang baru ya. Baru pertama kali aku melihatnya. Apa kau mengenalnya Ken?" lirikan mata roy ke arah Vanya.
"Awalnya aku juga gak kenal, tapi ternyata dia adik iparku"
Wajah vanya langsung merona seketika.
"Apaan sih kalian. Perkenalkan Namaku Vannya Wiraharja, saat ini aku yang mewakili perusahaan papa. Jadi jangan sampai kalian gak kenal sama aku".
"Ohhh Vanya yang dulu tetangga di rumah lama yaa?? yang sering nangis di pojokan rumah. Kalau gak nangis di halaman belakang??"
"iihhh kak roy masih aja di inget hal itu"
"Lama gak ketemu bareng kalian. Maafin aku ya karena aku banyak salah sama keluargamu ken, sama Vanya juga"
"Vanya juga minta maaf yaa ke kak ken, kak kia dan kak roy".
"Iyaa".
"Kita ngobrol di restourant aja yuk, gak enak ngobrol disini"
"Boleh"
"Aku tau tempat makan yang enak di kota ini. Ikut aku" Roy mengajak Kenzo dan Vanya pergi ke sebuah restourant yang terkenal di kota itu.
20 menit kemudian sampailah mereka di restaurant itu. Ketiganya segera masuk kedalam.
" Silahkan mau pesen apa, hari ini aku yang traktir. Kalian kan tamu-tamu di kota ini".
"Baiklahhh dengan senang hati. Aku mau pesen makanan yang banyak ahh, mumpung di traktir".
Vanya pun memilih menu makanan yang ia sukai.
__ADS_1
"Ken, kenapa kia gak diajak?"
"Dia ada kuliah hari ini, lagian mana tega dia ninggalin anak-anak. Apalagi kinzi kan masih bayi".
"Hmm gitu, seneng yaa kalau udah punya anak".
" Makanya cepetan nikah, mau sampai kapan lajang terus??"
"Hehe belum ada yang mau dihalalin" Roy melirik kearah Vanya.
Spontan Vanya menutup wajahnya dengan buku menu.
"Emangnya kelihatan ya kalau lihat menu sedeket itu??" Roy menarik buku menu yang di pegang Vanya.
"Kelihatan kok, malah jelas".
"Hahaahha" Roy tertawa lepas.
Mereka pun memesan makanan.
"Vanya sejak kapan mulai berhijab?? lama gak ketemu jadi pangling kak roy"
" Hehe sejak ngobrol bareng sama kak kia. Vanya pengen berhijrah, pelan-pelan kak kia ngebimbing aku. Ya meskipun kami jarang ketemu, palingan curhatnya lewat WA".
"Ohhh gitu,,, Alhamdulillah kalau memang niatnya udah baik, mudah-mudahan istiqomah"
"Aamiin".
"Kenapa kalian gak nikah aja??" kenzo membuat kaget kedua orang yang berada di hadapannya.
ππππππππππππππππππ
Hallo gaessss
Dari kemarin banyak yang DM ke uni nanyain lama banget Updatenya. heheh
Maaf yaa readersku, uni masih mudik. Terhalang sinyal yang naik turun, sooo susah deh updatenya
βπ
Jangan lupa like, coment dan votee nya yahhhπ
__ADS_1
TERIMA KASIH
β€