
"Serius amat mas?" kia berjalan mendekati kenzo.
"Udah jadi yaaa?"
"Udah, nih diminum" Kia meletakkan gelas di meja.
"Ahh masih panas. Oh iya sayang, minggu depan mas ada pertemuan di Jepang, mungkin disana mas akan tinggal 2 hari. Kalian gak papa kan mas tinggal?"
"Mas pergi sendirian yah?"
"Enggak sendiri kok, Zidan juga ikut"
"Kia boleh ikutttt?? Pleasee"
"Gak boleh, kalau kamu ikut nanti anak-anak gimana?"
"Hmmm ya udah deh kalau gitu". Wajah kia nampak kecewa.
"Jangan ngambek gitu dong, lagian kamu kan sedang hamil, lebih baik banyak istirahat dirumah. Mas gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa. Mas janji gak akan nakal disana, begitu urusan mas selesai, mas akan segera pulang. Mas juga gak betah lama-lama ninggalin kamu sayang". Kenzo memeluk kirana.
"Iyahhhhh udah kalau memang gak boleh".
"Bukan gak boleh tapi ini perjalanan jauh, nanti kalau kamu ada apa-apa gimana? mas yang gak tenang".
"Iya udah kalau gitu, kia mau masuk kedalem".
Kirana berdiri dan akan meninggalkan kenzo, Namun kenzo menggenggam tangannya.
"Sini duduk lagi".
"Lepasin mass, kia mau masuk". Kenzo tau kalau kirana sedang ngambek, ditarik tangan kia perlahan dan membuat kia duduk di pangkuan suaminya.
"Kenapa lagi?"
"Kamu marah yah?"
"Enggak tuh"
"Tapi kalau gak marah kenapa mukanya ditekuk gitu? senyumnya mana?"
"Heeemmmm". kirana memaksa dirinya tersenyum
__ADS_1
"Sayang kok gitu sih.... kalau kamu ngambek gitu biar mas cencel aja tender kemaren. Nanti biar mas bayar aja ganti ruginya".
"Eh jangan cencel kalau gitu. Kia gak mau mas ganti rugi. Ya udah kia gak ngambek, janji".
"Benerannnn??"
"Iyah, beneran".
"Nanti ngambek lagi sama mas".
"Enggak mas"
"Kalau enggak sayang dulu dong".
"iihhh apa an sihh, masih sore gini udah minta gituan".
"La biarin, emang siapa yang ngelarang?"
"Kia mau mandiin bocah-bocah" kia mencoba berdiri namun kenzo menahannya.
"sayang dulu baru boleh pergi"
"Masssss,, "
"Huh dasar yahh papanya anak-anak".
Kia mengecup kilas bibir kenzo, Namun kenzo tak terima, dibalasnya kecupan itu dengan memperdalamnya. Kirana pun hanya mengikuti permintaan suaminya, beberapa kali kenzo melepaskan dan melanjutkan aktivitas nya bersama kirana di halaman belakang.
"Ehem, mau sampai kapan kalian begitu?
Kenzo menghentikan aktivitasnya dan melihat daddy sudah berdiri tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Dad, sejak kapan daddy disitu".
"Baru saja, kayak gak punya kamar aja. Nanti kalau anak-anak kalian melihat gimana??" Daddy terkekeh kecil.
"Daddy bisa aja".
Kirana terlihat gugup saat melihat ternyata mertuanya memergoki mereka. Ia pun segera pamit, mau memandikan sikembar karena sudah sore.
.
__ADS_1
"Ken, bagaimana rencanmu soal perusahaan keluarga Vanya?"
"Kenzo akan mencari cara untuk menghentikan kerjasama perusahaan kita dengan keluarga Vanya dad. Kenzo yakin perusahaan kita akan tetap bisa berdiri tanpa bantuan perusahaannya. Keluarga Vanya belum tau kalau ingatan Kenzo sudah kembali, beberapa hari yang lalu mereka berencan akan menikahkan ken sama Vanya untuk menyatukan perusahaan kita. Tapi ken menolaknya dad, Ken mau menyelidiki soal sakit kepala yang tak kunjung sembuh saat itu".
"Terserah bagaimana kau mengaturnya, yang pasti hati-hati setiap akan melangkah dan Jangan gegabah. Jangan lupa juga, papa vanya itu mertuamu. Ini hal yang sulit tapi dad yakin kau bisa menyelesaikan masalah ini".
"Baik dad".
Daddy meninggalkan kenzo sendiri di halaman belakang. kenzo pun segera beranjak ke kamarnya, tampak ia sedang mencari-cari sesuatu di laci kamarnya, ia pun menemukan kotak kecil.
Lalu kenzo menelfon seseorang....
Kenzo
[Aku mau bertemu denganmu besok siang di kantor]
[Oke]
.
Kenzo mematikan ponselnya saat kirana masuk kekamar.
"Ada apa mas?"
"Gak papa sayang"
"Ooohhh gitu.... ya udah kia mau mandi dulu. Abis mandiin sikembar jadi ikutan basah".
"Ayo kita mandi bareng?".
"Enggak ahh,, kia mau mandi sendiri".
"Sini maas mandiin".
"Gak usah masss".
"Gak papa kok, mas dengan senang hati".
"Gak usah repot-repot".
"Gak repot kok sayangggggg"
__ADS_1
Kenzo pun menggendong kirana dan masuk kekamar mandi. Akhirnya mereka pun mandi bersama ๐