Dokter Kirana

Dokter Kirana
Kancing Baju


__ADS_3

Hari berikutnya......


Kirana menyiapkan keperluan kenzo untuk berangkat keluar kota.


"Mas berangkat jam berapa?"


"Jam 8 yang, kamu ada kuliah ya pagi ini??"


"iya mas nanti jam 9 masuknya. Sini kia bantuin"


Kirana membantu kenzo memakai kancing bajunya.


"Mas jangan lupa nanti kasih kabar kalau udah sampai disana"


"Iyaa sayang"


"Jangan lupa makan siang, mandi, makan malem dan gak boleh begadang"


"Iyaaaaa sayang. Mas boleh peluk kamu??"


"Boleh"


Kenzo memeluk erat kirana


"Mas sayang banget sama kamu"


"Kia juga sayang sama mas ken"


"Bakal kangen semalem gak bobok peluk kamu"


"Makanya cepet pulang"


"Berangkat aja belum yang"


"Heheheeh"


Kenzo melepas pelukannya,


"Ayo mas kita berangkat sekarang, nanti mas terlambat".


"Okee. Mas anter sekalian kekampus ya"


Kenzo membawa tasnya dan kirana pun sudah bersiap untuk ke kampus.


"Kia naik mobil lain aja mas, takutnya mas telat"


"Sekalian aja, kan searah jalannya"


"Baiklah kalau gitu".


Kenzo dan kirana pamit kepada kedua orang tuanya, sementara Kevin dan katte sudah berangkat ke sekolah lebih pagi bersama mbak Lala dan Pak Anton. Kirana dan kenzo naik ke dalam mobil. Kemudian Pak Sam menjalankan mobilnya meninggalkan rumah. Sepanjang perjalanan kenzo menggenggam erat tangan istrinya.

__ADS_1


"Yang, nanti malem mas telfon yah"


"Iya mas"


"Mas mau denger suara mu sebelum tidur" kenzo berbisik di telinga kirana.


"Geli mas"


"Hehe gitu aja geli".


Sampailah mereka di kampus, mobil kenzo berhenti di pinggir jalan.


"Pak sam, tolong keluar sebentar".


"Baik pak" Pak sam pun keluar dari mobil.


"Kia masuk ke kampus dulu ya mas" kirana melepas tangannya.


"Sebentar dong" Kenzo menarik kembali tangan kirana dan memeluk pinggangnya.


"Kenapa mas?" Jarak mereka pun begitu dekat hingga membuat jantung kirana berdebar.


"Mas mau kamu"


Kenzo mendekatkan wajahnya dan Kecupan manis mendarat cantik di bibir istrinya.


Keduanya pun hanyut dalam buaian asmara. Kenzo melepaskan ciumannya dan membiarkan kirana menghirup oksigen.


Kenzo pun mengulangi kembali dan kirana hanya menikmati setiap sentuhan dari suaminya. Tak sengaja Kenzo menggigit bibir kirana.


"Aduhh sakit mas"


"Hehe biar tetep kerasa sampai ketemu lagi lusa"


"Terus kia gimana kuliahnya???"


"Udahh cuek aja".


"Huh dasar mas ken kurang kerjaan"


"Mau di tambah lagi??"


"Tidaaakkkkkkkkk" Kirana mendorong tubuh kenzo dan menjauhinya. Kirana pun segera keluar dari mobil.


"Pak Sam cepetan anter tuan"


"Baik bu"


Pak sam masuk kembali ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya, kenzo terkekeh kecil melihat kirana yang sudah berjalan masuk kedalam kampus.


.

__ADS_1


.


Kirana berjalan di koridor kampus...


"Kirana"


Kirana pun menoleh kebelakang.


"Kak Al?"


"Baru sampai yaa??"


"Iya kak"


Albert menghampiri kirana.


"Emm,,,,, aku cuma mau kasih ini ke kamu" Albert memberikan undangan kepada kirana.


"Undangan??? Maasyaa Allah jadi Kak Al sama Cindy?? Alhamdulillah akhirnyaa"


"Heheh iyaa ki. Doain kami yaaa"


"Insyaa allah kia doakan yang terbaik untuk kalian. Kok Cindy belum ngabarin ke aku ya kak??"


"Cindy masih dinas, makanya undangannya kakak yang kasih"


"Ohh gitu... ya udah kia ke kelas dulu yaa. Makasihhh atas undangannya".


"Iya"


"Eh kia tunggu sebentar" Al mencari sesuatu di tasnya


"Ada apa kak??"


"Ini salep pakailah, untuk mengobati lukamu"


Kirana langsung melipat bibir bawahnya.


"Makasih kak"


Kirana mengambil salep dan beranjak masuk kekelasnya. Sampai dikelas kirana mengoleskan salep itu di bibirnya.


"Mas ken nih bikin kesel aja deh. Kalau kayak gini kan jadinya maluuu, padahal orang-orang juga tau kalau aku tuh udah nikah. Ini malah di tambahin kayak gini. Aadduuuhh mana perihh nih salep". Kirana ngedumel sendiri sambil mengoles salep yang di berikan Albert,


tak lama dosen masuk ke dalam kelas dan Perkuliahan pun di mulai.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2